Dime Dimov ingin bawa Persebaya Surabaya juara usai 20 tahun penantian. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali menelan kekalahan dalam laga tandang Liga 1 Indonesia, kali ini di tangan PSS Sleman pada Sabtu (11/1) sore.
Persebaya Surabaya, yang sedang berusaha untuk mempertahankan posisi mereka di klasemen, dipaksa menelan pil pahit dengan skor 3-1, meski mereka sempat berusaha bangkit di babak kedua.
Lini pertahanan Persebaya Surabaya kembali mendapat sorotan setelah kebobolan tiga gol dalam waktu kurang dari setengah jam.
Kesalahan individu, seperti yang dilakukan oleh Slavko Damjanovic pada gol pertama, serta kebobolan dari sundulan Cleberson Martins dan tembakan Nicolau Manuel di babak pertama, jelas menunjukkan sektor belakang Persebaya Surabaya perlu perbaikan.
Gol cepat dari PSS Sleman di menit ke-3 dan ke-18 membuat Persebaya Surabaya kesulitan untuk bangkit.
Setelah kebobolan gol kedua, Persebaya Surabaya mencoba untuk memberikan respons, dengan peluang datang melalui tendangan Toni Firmansyah yang masih bisa ditepis oleh kiper PSS Alan Jose.
Namun, keberuntungan tidak berpihak pada Persebaya Surabaya ketika gol Bruno Moreira di menit ke-23 dianulir wasit karena pelanggaran Flavio Silva.
Meski begitu, Persebaya Surabaya terus berusaha menekan pertahanan PSS Sleman, tetapi skor tetap bertahan 2-0 hingga menjelang akhir babak pertama.
Babak kedua dimulai dengan perubahan taktik dari pelatih Paul Munster, yang memasukkan Alfan Suaib, Dejan Tumbas, dan Malik Risaldi.
Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat lini serang, tetapi Persebaya Surabaya masih kesulitan untuk mencetak gol.
Di menit ke-48, Dejan Tumbas seharusnya mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan, namun wasit menganulirnya karena Tumbas berada dalam posisi offside.
Semangat Persebaya Surabaya akhirnya terbayar di menit ke-57 saat Bruno Moreira sukses mengeksekusi penalti setelah Dejan Tumbas dilanggar di dalam kotak penalti.
Namun, meski gol tersebut membawa angin segar, tekanan dari PSS Sleman masih sulit dibendung. Persebaya Surabaya terus berusaha mengejar ketertinggalan, memasukkan Oktafianus Fernando dan Dime Dimov, namun hasilnya tetap tidak memuaskan.
Pada menit terakhir, peluang terbaik Persebaya Surabaya datang dari sepakan Bruno Moreira dari luar kotak penalti.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
