Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Januari 2025 | 13.55 WIB

Takluk dari PSS Sleman, Dejan Tumbas Hadir Sebagai Pelipur Lara untuk Paul Munster dan Persebaya Surabaya

Aksi Dejan Tumbas saat debut bersama Persebaya Surabaya (Media Persebaya)

JawaPos.com - Pertandingan antara PSS Sleman dan Persebaya Surabaya di Stadion Manahan, Sabtu (11/1), berakhir dengan kekalahan 1-3 untuk Green Force. Kekalahan tersebut memicu emosi Paul Munster, yang kecewa terhadap keputusan wasit dan VAR. Namun, di tengah hasil buruk itu, performa Dejan Tumbas menjadi sorotan utama dan secercah harapan bagi tim asal Kota Pahlawan.

Dejan Tumbas yang baru didatangkan Persebaya Surabaya di jendela transfer tengah musim ini, dimasukkan pada awal babak kedua menggantikan Kasim Botan. Pergantian ini terbukti membawa dampak positif. Baru beberapa menit bermain, Dejan Tumbas berhasil mencetak gol debutnya. Sayang, gol tersebut dianulir VAR karena dinyatakan offside. Meski begitu, Paul Munster tetap memuji penampilan Dejan.

“Adaptasinya bagus, kita beri kesempatan di satu babak penuh. Dia punya kesempatan bagus untuk mencetak gol. Offside, tentu. Saya suka gaya mainnya,” ungkap Munster dalam konferensi pers usai laga.

Penampilan Dejan menjadi secercah harapan di tengah buruknya performa tim secara keseluruhan, sekaligus menjadi pelipur lara dari kekecewaan yang dialami oleh Paul Munster.

PSS Sleman unggul cepat lewat gol Gustavo Tocantins di menit ke-4, disusul gol sundulan Cleberson di menit ke-17, dan ditutup oleh sepakan Nicolao Dumitru pada akhir babak pertama. Persebaya kesulitan menciptakan peluang, meskipun mendominasi penguasaan bola.

Memasuki babak kedua, Persebaya mencoba bangkit dengan melakukan beberapa pergantian pemain. Selain Dejan Tumbas, Alfan Suaib juga dimasukkan untuk menambah daya gedor. 

Upaya ini sempat membuahkan hasil lewat penalti Bruno Moreira pada menit ke-57, memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1. Namun, upaya Persebaya untuk mengejar ketertinggalan terhenti hingga peluit akhir berbunyi.

Paul Munster yang sempat mendapat kartu kuning akibat protes keras menyoroti kepemimpinan wasit. Ia menyebut pertandingan ini sebagai ‘sirkus’ karena keputusan yang dinilai tidak konsisten, termasuk gol indah Bruno Moreira yang dianulir pada babak pertama.

“Tahun 2025, masalahnya tetap sama, sirkus. Wasit seperti Liga 3, VAR seperti Liga 4, ini sirkus yang lengkap,” ungkap Munster dengan nada kesal.

Namun, di tengah kritiknya terhadap wasit, Munster memilih untuk memandang ke depan. Ia menegaskan bahwa fokus tim kini adalah menghadapi laga berikutnya melawan Malut United.

“Kini kita hanya fokus ke (laga kontra) Malut United,” tegas pelatih asal Irlandia Utara itu.

Statistik akhir pertandingan menunjukkan Persebaya unggul dalam penguasaan bola dengan 70%. Namun, efektivitas serangan PSS Sleman yang lebih tajam menjadi faktor kunci kemenangan mereka. Total 9 kartu kuning, termasuk untuk Munster dan Andhika Ramadhani yang berada di bench, menjadi catatan tambahan dalam laga panas ini.

Kehadiran pemain asing seperti Dejan Tumbas memberikan secercah harapan bagi Green Force untuk bangkit di laga-laga berikutnya. Dengan gaya permainan yang menjanjikan menurut Munster, Dejan berpotensi menjadi salah satu pilar penting dalam perjalanan Persebaya musim ini. 

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore