
Sergio van Dijk punya catatan manis ketika berlaga di Liga Australia dengan catatan gol yang mengantarkannya sebagai top skor. (Instagram/@serginhovandijk)
JawaPos.com - Mantan pemain Persib Bandung, Sergio van Dijk menyoroti pengalaman Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert dalam melatih klub sepak bola saat menjadi asisten dari Pelatih Tottenham Spurs, Ange Postecoglou.
Sebelumnya Patrick Kluivert pernah membantu Ange Postecoglou saat keduanya berada di klub Australia, Brisbane Roar.
Pada momen tersebut, Sergio van Dijk yang membela Brisbane Roar dari Juli 2008 sampai Februari 2010, sempat dilatih oleh Ange Postecoglou yang ditemani Patrick Kluivert di sisinya.
Pertemuan Van Dijk dengan Patrick Kluivert tentu sangat berkesan, mengingat mantan striker Timnas Belanda itu adalah sosok pemain besar pada masanya.
Pria berusia 42 tahun itu menggambarkan Kluivert sebagai pribadi yang memiliki kualitas istimewa untuk membangun kepercayaan di antara para pemain.
Apalagi, Van Dijk juga menilai Kluivert telah mendapat pengalaman berharga saat menemani Postecoglou di Brisbane Roar.
Postecoglou memiliki pengalaman dalam melatih beberapa klub besar seperti Melbourne Victory (Liga Australia), Yokohama Marinos (Liga Jepang), Celtic FC (Liga Skotlandia), dan kini di Tottenham Spurs (Liga Inggris). Pelatih berusia 59 tahun itu juga pernah menangani Timnas Australia periode 2013 sampai 2017.
“Dia melihat langsung gaya Postecoglou, yang merupakan gaya yang luar biasa. Gaya tersebut sangat ketat dan menuntut banyak dari para pemain. Tentu saja, Postecoglou berkembang menjadi pelatih top di tahun-tahun berikutnya," ucap Van Dijk, dikutip dari Antara News.
"Namun, bagi Kluivert, itu benar-benar pengalaman yang berbeda dan menjadi kesempatan berharga untuk belajar dari situasi tersebut," katanya lagi.
Kluivert dipandang bisa menyesuaikan diri dengan berbagai budaya sepak bola. Menurut Van Dijk, hal tersebut bisa menjadi menjadi modal penting bersama Timnas Indonesia.
"Dia memiliki pengalaman dari berbagai budaya sepak bola, termasuk di Australia yang berkembang pesat saat itu,” ungkap Van Dijk.
“Dalam jangka panjang, dia bisa menjadi pelatih yang hebat, baik untuk timnas Indonesia maupun untuk para pemain muda," ucap mantan pemain FC Emmen dan FC Groningen itu.
Sikap rendah hati Kluivert juga menjadi nilai lebih. Meski berstatus bintang bintang besar, dia mampu berbicara dengan pemain secara setara tanpa ada kasta.
“Meskipun dia adalah seorang bintang besar, dia tetap tahu bagaimana berbicara dengan orang lain atau pemain tanpa bersikap arogan, dan dia sangat sabar,” tutur Van Dijk.
“Hal ini penting, terutama ketika dia berada di lingkungan yang terkadang blak-blakan dan sedikit keras,” ucapnya lagi.
