Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Januari 2025 | 23.20 WIB

Profil Gedion Dapaherang, Wasit Kontroversial di Laga PSS Sleman vs Persebaya Surabaya yang Doyan Kasih Penalti

Wasit Gedion Dapaherang catat 16 penalti yang pernah diberikannya kepada tim di Liga 1 Indonesia sejak musim 2021/2022 hingga 2024/2025. (Media Persebaya) - Image

Wasit Gedion Dapaherang catat 16 penalti yang pernah diberikannya kepada tim di Liga 1 Indonesia sejak musim 2021/2022 hingga 2024/2025. (Media Persebaya)

JawaPos.com —Nama Gedion Dapaherang kembali menjadi sorotan tajam usai memimpin laga PSS Sleman melawan Persebaya Surabaya berdasarkan unggahan akun Instagram @persebayafans.27. Wasit berlisensi PSSI ini kerap menjadi perbincangan hangat karena keputusan-keputusan kontroversialnya.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Manahan, Solo, pada Sabtu (11/1), Gedion kembali menjadi perhatian. Rekam jejaknya menunjukkan ia sering memberikan penalti dalam berbagai pertandingan yang dipimpinnya.

Gedion Dapaherang, seorang wasit berusia 35 tahun asal Jakarta, memiliki pengalaman panjang di dunia sepak bola Indonesia. Namun, pengalamannya ini sering diwarnai oleh kritik atas keputusan-keputusan yang dianggap merugikan salah satu pihak.

Kontroversi terakhir terjadi dalam laga Derbi Jatim antara Arema FC dan Persebaya Surabaya pada Maret 2024. Dalam pertandingan tersebut, Gedion memberikan penalti kepada Arema FC yang dianggap tidak sesuai oleh pihak Persebaya Surabaya.

Salah satu momen krusial dalam laga tersebut adalah saat Kadek Raditya dari Arema FC menyentuh bola di kotak penalti. Wasit Gedion menganggap insiden tersebut sebagai hand ball, meski banyak pihak menilai keputusan itu keliru.

Keputusan kontroversial itu memicu protes keras dari para pemain dan ofisial Persebaya Surabaya. Mereka merasa dirugikan karena beberapa insiden serupa di kotak penalti Arema tidak diberikan hukuman.

Protes Persebaya Surabaya tidak hanya berhenti di lapangan, mereka juga melayangkan laporan resmi ke PSSI. Dalam laporan tersebut, Persebaya Surabaya menyoroti dugaan ketidakadilan yang dilakukan oleh Gedion Dapaherang.

Namun, ini bukan pertama kalinya nama Gedion Dapaherang mencuat dalam kontroversi. Ia dikenal sebagai salah satu wasit yang sering memberikan penalti dalam kompetisi Liga 1 Indonesia.

Berdasarkan data dari Transfermarkt, sejak musim 2021/2022 hingga musim 2024/2025, Gedion telah memberikan total 16 tendangan penalti. Keputusan-keputusan ini sering menuai perdebatan dari berbagai pihak.

Pada musim 2023/2024, Gedion memimpin 18 pertandingan dan memberikan 8 penalti. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi di antara wasit lainnya di Liga 1 Indonesia.

Musim sebelumnya, ia memimpin 7 pertandingan dan memberikan 4 penalti. Hal serupa juga terjadi pada musim 2021/2022 dan 2024/2025, di mana masing-masing ia memberikan 2 penalti dalam 6 pertandingan.

Keputusan Gedion Dapaherang tidak hanya menjadi sorotan dalam pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Dalam beberapa laga lainnya, ia juga sering dianggap menguntungkan tim tuan rumah.

Persebaya Surabaya merasa mereka kerap menjadi korban keputusan kontroversial Gedion. Dalam beberapa pertandingan penting, tim asal Surabaya ini merasa dirugikan oleh keputusan-keputusan wasit tersebut.

Tidak hanya Persebaya Surabaya, beberapa klub lain juga pernah mengkritik kinerja Gedion Dapaherang. Namun, respons dari PSSI terhadap kritik-kritik ini masih dinilai kurang tegas.

Gedion Dapaherang memang memiliki pengalaman panjang sebagai wasit di kompetisi Liga 1. Namun, rekam jejaknya sering kali menimbulkan keraguan atas objektivitas dan keadilannya di lapangan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore