Marc Klok saat bertanding membela Timnas Indonesia.
JawaPos.com - Kapten Persib Bandung, Marc Klok membuat klarifikasi terkait pernyataan yang baru-baru ini dia utarakan tentang sosok Shin Tae-yong (STY) yang baru saja diberhentikan dari kursi pelatih Timnas Indonesia.
Seperti diketahui, STY dipecat dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia pada Senin (6/1) lalu dan tidak butuh waktu lama PSSI mengumumkan Patrick Kluivert sebagai suksesor pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Selang beberapa hari usai kabar tersebut, Klok melakukan wawancara dengan media Belanda, ESPN NL. Dalam komentarnya, sang pemain dengan gamblang menyebut STY sebagai pelatih diktator.
"Dia (Shin Tae-yong) sungguh-sungguh seperti seroang diktator. Dan posisinya mau di atas seluruh tim," kata Marc Klok.
Sontak, pernyataan eks pemain PSM Makassar ini menjadi ramai di Indonesia. Pasalnya pemberhentian STY dari Timnas Indonesia sejauh ini menuai kontroversial karena membuat publik pro dan kontra.
Melihat kehebohan pernyataan yang dia buat, pemain berusia 31 tahun ini dengan cepat memberikan klarifikasi. Dia mengatakan ada konteks yang hilang pada pernyataannya.
Menurut Klok, ini bisa terjadi karena sesi wawancara yang dia lakukan dengan ESPN NL menggunakan bahasa Belanda. Sehingga, rawan ada terjemahan yang salah.
"Ada konteks yang hilang dalam terjemahan wawancara saya dalam bahasa Belanda, mungkin juga saya menggunakan kata yang kurang tepat,” Klok.
"Tetapi saya bersyukur atas kepercayaan dan waktu yang saya habiskan bersama coach Shin Tae-yong, serta banyak belajar darinya,” imbuhnya.
Pemain berdarah Belanda ini debut bersama Timnas Indonesia saat dilatih oleh STY. Kala itu, dia dipanggil mengenakan seragam Merah Putih untuk tampil membela Pasukan Garuda di ajang SEA Games Vietnam tahun 2022.
Kemudian, penampilan perdana Klok bersama tim senior terjadi di pertandingan persahabatan antara Indonesia menghadapi Bangladesh pada 1 Juni 2022.
Hingga akhirnya, Klok tampil untuk terakhir kalinya bersama Timnas Indonesia pada tahun 2024. Saat itu, Pasukan Garuda turun di ajang Piala Asia 2023.
Setelah ajang tersebut STY memutuskan tak memakai tenaganya lagi. Dia sekali lagi menegaskan sekaligus mengoreksi jika STY adalah sosok pelatih yang tegas, bukan diktator seperti yang disebutkan sebelumnya.
"Dia merupakan pelatih yang sangat tegas dan setiap pelatih memiliki cara yang berbeda-beda. Saya selalu menghargai perbedaan tersebut," ujar Klok.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
