
PSM Makassar dapatkan sanksi hukuman dari karena kontroversi 12 pemain. (Media PSM)
Jawapos.com - Komite Banding PSSI (Komding) telah memutuskan untuk menerima seluruhnya banding yang diajukan oleh PSM Makassar terkait putusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Keputusan ini diumumkan oleh manajemen PSM Makassar melalui akun media sosial Instagram mereka pada Rabu (8/1), menandakan kemenangan penting bagi klub berjuluk Juku Eja ini. Putusan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan (SK) dengan nomor 003/KEP/KB/BRI-LIGA 1/I/2025, yang menyatakan bahwa sanksi yang dijatuhkan oleh Komdis PSSI pada 29 Desember 2024 telah dibatalkan.
Surat keputusan Komite Banding PSSI menegaskan bahwa banding yang diajukan oleh PSM Makassar diterima sepenuhnya. Dalam salinan SK tersebut, disebutkan bahwa Komite Banding memutuskan untuk membatalkan sanksi yang sebelumnya diberikan oleh Komite Disiplin PSSI dalam kasus yang melibatkan PSM Makassar dan Barito Putera. Dengan demikian, keputusan Komding tersebut menjadi kemenangan bagi PSM yang merasa keputusan Komdis sebelumnya tidak adil dan merugikan mereka.
Kasus ini bermula dari pertandingan antara PSM Makassar dan Barito Putera pada 22 Desember 2024. Dalam laga tersebut, PSM sempat tampil dengan 12 pemain pada detik-detik akhir pertandingan. Kejadian ini terjadi pada masa injury time babak kedua, yang mana dalam situasi tersebut PSM sedang mengejar kemenangan dengan skor 3-2 atas Barito Putera. Namun, karena adanya pelanggaran prosedur pergantian pemain yang tidak sesuai dengan aturan, pertandingan sempat dihentikan dan menimbulkan kontroversi. Kericuhan pun terjadi setelah wasit membiarkan PSM tampil dengan 12 pemain, yang seharusnya hanya berjumlah 11.
Setelah pertandingan selesai, insiden ini dilaporkan dan dibawa ke sidang Komite Disiplin PSSI. Dalam sidang tersebut, Komdis PSSI memutuskan untuk memberikan sanksi berupa kekalahan dengan skor 0-3 dan pengurangan tiga poin bagi PSM Makassar, sebuah putusan yang dianggap merugikan oleh pihak manajemen klub. PSM merasa bahwa kejadian tersebut bukan merupakan sebuah kesengajaan dan terjadi akibat kelalaian dari perangkat pertandingan, khususnya dari wasit cadangan Muhammad Iqballuddin yang bertanggung jawab atas pergantian pemain.
Iqballuddin sendiri kemudian mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas kelalaian yang terjadi, yang menyebabkan PSM terpaksa memainkan pertandingan dengan jumlah pemain yang lebih dari yang seharusnya. Manajemen PSM menganggap bahwa insiden tersebut harusnya tidak dijadikan alasan untuk memberikan sanksi berat, mengingat hal itu lebih merupakan kesalahan prosedural dari pihak wasit.
Dengan keputusan Komite Banding PSSI yang membatalkan sanksi tersebut, PSM Makassar kini bisa bernapas lega. Keputusan ini juga menunjukkan bahwa sistem pengadilan olahraga di Indonesia, dalam hal ini PSSI, berusaha untuk menegakkan keadilan dan mempertimbangkan seluruh faktor yang terlibat dalam sebuah kasus. Keputusan ini tentunya juga memberikan harapan bagi klub-klub lainnya bahwa mereka bisa memperoleh keadilan bila merasa dirugikan dalam sebuah pertandingan.
Keputusan ini juga menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak yang terlibat dalam pertandingan sepak bola, terutama dalam hal prosedur dan kepatuhan terhadap aturan. Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan dan para pengadil pertandingan dapat menjalankan tugasnya dengan lebih hati-hati dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
