Foto Tee San Liong (paling kiri) saat bersalaman dengan Presiden Soekarno (Istimewa)
JawaPos.com - Nama Tee San Liong begitu lekat dalam sejarah Persebaya Surabaya. Pemain yang dikenal sebagai salah satu legenda hidup klub kebanggaan Bonek Mania ini memiliki perjalanan unik dalam karier sepak bolanya. Meski membawa nama besar Green Force, siapa sangka ia lahir dan mengawali kisah hidupnya di Kota Jember, mirip Andik Vermansah.
Sebagai pemain yang berjasa dalam masa kejayaan Persebaya, Tee San Liong tidak hanya dikenang karena prestasinya, tetapi juga dedikasinya terhadap klub. Jejaknya di dunia sepak bola menginspirasi banyak pemain muda, terutama dari Jawa Timur.
Saking melegendanya, seorang pengguna jejaring sosial Facebook dengan nama Supporter Jawa Timur rela menempuh perjalanan jauh dari Surabaya ke daerah Cukil Gebang, Jember, menggunakan sepeda motor. Tujuannya sangat khusus: mengunjungi makam Tee San Liong, yang wafat pada 1996. Bersama dua pemain lainnya, Liem Tiong Hoo dan Bhe Ing Hien, mereka dikenal sebagai trio penyerang yang ditakuti, memberikan kontribusi besar bagi Persebaya.
Trio Tionghoa ini membawa Persebaya menjuarai kompetisi PSSI berturut-turut pada tahun 1950, 1951, dan 1952. Dengan Trio S (Sidhie, Sidik, Saderan) menjaga lini belakang, Trio Tionghoa bebas berkreasi di lini depan, membuat penjaga gawang lawan sering kali tidak berkutik.
Perjalanan Karier
Karier Tee San Liong dimulai bersama Tionghoa (kini Suryanaga) di kompetisi internal Persebaya (SVB) dan antar klub Tionghoa. Pengaruh kakaknya, Tee San Hai, yang juga bermain di dekade 1930-an, turut membawa San Liong ke dunia sepak bola. Meski sempat bersekolah di Malang dan bekerja di pabrik gula, ia tidak pernah meninggalkan olahraga, bahkan merambah ke cabang tenis.
Pada 1939, bersama Tionghoa, San Liong menjuarai kompetisi SVB, HNVB, dan Java Club Champion. Namun, kompetisi terhenti akibat invasi Jepang. Saat membela Persebaya di kompetisi NIVU (1949 dan 1950), San Liong bersama rekan-rekannya mengantarkan SVB menjadi juara dua kali berturut-turut.
Kisah suksesnya berlanjut saat membawa Persebaya menjuarai kompetisi PSSI pertama pada 1951 setelah mengalahkan Persija. Tahun berikutnya, Green Force kembali menjadi juara setelah mengalahkan Persija di Surabaya dengan skor 2-1. Prestasi San Liong tidak hanya bersinar di klub, tetapi juga di Tim Nasional Indonesia.
Prestasi Internasional
Tahun 1951, di laga melawan Singapura, San Liong mencetak empat gol dalam kemenangan telak 6-0. Ia menjadi salah satu pemain yang dipanggil untuk Asian Games pertama di India. Sayangnya, tim Indonesia belum meraih hasil maksimal. Dua tahun kemudian, dalam Fast Eastern Tour persiapan Asian Games 1954, San Liong turut membawa timnas memenangkan 8 dari 9 pertandingan.
Saat melawan Hongkong pada 1957, ia dijuluki "The Key Man" oleh surat kabar asal Amerika Serikat, Post Herald. Permainannya yang apik diakui sebagai kunci keberhasilan tim mengalahkan Hongkong dengan skor 3-1. Di Asian Games 1954, meski mencetak gol cepat dalam perebutan tempat ketiga, tim nasional tidak berhasil membawa pulang medali.
Pribadi Malas, Tapi Serba Bisa
Tee San Liong dikenal sebagai sosok unik. Adiknya, Tee San Tiong, menggambarkannya sebagai pribadi malas namun serba bisa. Rutinitasnya meliputi bermain tenis dan sepak bola tanpa banyak latihan. Ia bahkan sering bepergian dari Jember ke Surabaya hanya untuk bertanding.
Suporter Jawa Timur juga menjelaskan betapa melegendanya Tee San Liong, ketika menyebut nama sang pemain di depan Moh Barmen, tokoh sepak bola Surabaya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
