
Arema FC menjadi tim paling subur di Liga 1 saat berlaga di kandang lawan. (Media Arema FC)
JawaPos.com - Memasuki paruh musim Liga 1 musim ini, persaingan di klasemen sementara semakin ketat. Urutan lima besar tentu menjadi pusat perhatian para pecinta sepak bola Tanah Air. Namun, peringkat tengah dan juga zona degradasi juga tidak kalah seru. Setiap tim berlomba-lomba meraih kemenangan, bahkan sebisa mungkin mencetak banyak gol karena selisih gol bisa berpengaruh pada posisi di klasemen.
Berbicara tentang produktivitas gol, performa tim-tim besar tentu masih sulit ditandingi, seperti Persib dan Persebaya yang kini menjadi tim paling produktif di kandang sendiri, serta Persija hingga Dewa United.
Namun, jika dilihat lebih spesifik, yaitu produktivitas gol di kandang lawan, ternyata tidak semua tim penghuni lima besar klasemen bisa mencetak gol sebanyak ketika berlaga di kandang sendiri.
Terhitung hingga pekan ke-16, produktivitas gol tandang justru diramaikan oleh tim-tim penghuni papan tengah, meskipun ada beberapa tim dari The Big Five yang juga tidak kalah subur saat bermain di kandang lawan.
Dari deretan tim penghuni lima besar, hanya Arema dan Persib yang memiliki produktivitas gol tinggi saat bermain tandang. Selebihnya diisi oleh tim papan tengah seperti Persik Kediri, dan Dewa United.
Arema FC menjadi tim yang paling produktif saat berlaga di kandang lawan. Hingga tujuh laga yang sudah mereka mainkan, Dalberto cs sudah mencetak 16 gol tandang.
Selanjutnya ada Dewa United dan Persik Kediri yang sudah mengumpulkan 14 gol tandang. Khusus Persik, jumlah tersebut sudah termasuk kemenangan 4-0 di kandang Borneo FC.
Tak hanya itu, Persik juga memiliki keunikan tersendiri. Hingga kini Tim Macan Putih sudah mencetak total 21 gol. Itu berarti, hanya tujuh gol yang mereka cetak saat berlaga di kandang.
Sedangkan Persib yang kini menguntit di posisi runner-up, sudah mencetak 10 gol tandang. Lantas bagaimana dengan pemuncak klasemen sementara Persebaya? Tim asuhan Paul Munster itu hanya mampu mencetak lima gol tandang!
Menurut Performance Development Manager PT Liga Indonesia, Guntur Cahyo Utomo, terdapat kecenderungan tim yang produktif pada laga tandang, rata-rata cukup jeli memanfaatkan kelemahan tuan rumah.
“Jadi, pada saat tim tuan rumah bermain lebih ofensif dan terbuka, tim-tim tamu bisa memanfaatkan situasi tersebut. Mereka bisa mencetak gol secara efektif. Walaupun, tim tamu tak selalu dominan. Fakta seperti ini tentunya sudah dipelajari oleh tim analis dari klub yang berstatuskan tim tamu,” terang Guntur seperti dikutip dari laman Liga Indonesia Baru.
Dari statistik tersebut, bisa ditarik kesimpulan bahwa tim tuan rumah jangan sampai lengah karena bermain ofensif, karena tidak jarang tim tamu di Liga 1 musim ini bisa mencetak kemenangan besar saat di kandang lawan.
Yang terbaru tentu saja kemenangan 4-0 Persik Kediri atas tuan rumah Borneo FC yang membuat tim asal Kediri itu sukses merengsek ke peringkat enam klasemen sementara. Dan beberapa waktu lalu Dewa United juga meluluhlantakkan tuan rumah Persita, juga dengan skor identik 4-0.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
