Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Desember 2024 | 21.48 WIB

Kisah Sukses Anggara Dwi Samudra Bangun Tujuh Klinik Fisioterapi setelah Keluar dari Persebaya Surabaya

TERUS EKSPANSI: Anggara Dwi Samudra berhasil mengembangkan usaha klinik fisioterapi. (Anggara Dwi Samudra untuk Jawa Pos) - Image

TERUS EKSPANSI: Anggara Dwi Samudra berhasil mengembangkan usaha klinik fisioterapi. (Anggara Dwi Samudra untuk Jawa Pos)

Jiwa entrepreneur mengalir deras dalam tubuh Anggara Dwi Samudra. Pasca memilih keluar dari Persebaya Surabaya, dia sukses membangun jaringan bisnisnya.

BAGUS PUTRA PAMUNGKAS, Surabaya

---

Ketika memutuskan mundur sebagai fisioterapis Persebaya Surabaya pada 1 Agustus 2023, Anggara Dwi Samudra punya pertanyaan besar. Apakah dia bisa sukses setelah meninggalkan tim sebesar Green Force?

“Boleh dibilang, keluar dari Persebaya itu gambling. Karena selama lima tahun saya berada di zona nyaman bersama Persebaya,” kata pria yang memulai karier sebagai fisioterapis di Persebaya sejak 1 Maret 2018 itu. Ketika keluar, Samudra sudah memiliki tiga klinik fisioterapi.

Klinik di Blitar dan Mojokerto bernama Physiolab. Sementara klinik di Surabaya bersama Physioxfit. Namanya berbeda karena dia bekerja sama dengan Nextgen sebagai investor. “Sebagai founder, saya punya saham 30 persen,” ungkap pria 29 tahun itu. Pertanyaannya, apakah masih ada investor yang mau bekerja sama pasca dia keluar dari Persebaya?

Ternyata, ketakutan Samudra tidak terbukti. Pasca meninggalkan Persebaya, dia malah bisa membuka empat klinik fisioterapi baru. Dua klinik yang dibuka lebih dulu ada di Jember dan Tulungagung. “Opening-nya sudah dilakukan akhir tahun 2023. Atau empat bulan setelah saya keluar dari Persebaya,” beber pria asli Blitar itu.

Ekspansi itu terus berlanjut pada tahun ini. Dua klinik Physiolab kembali dibuka. Kali ini lokasinya berada di luar Jawa Timur. Satu di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Openingnya dilakukan pada 1 Agustus lalu. Kemudian pada 1 November klinik baru di Mandalika resmi dibuka. “Semua pakai investor. Bahkan yang klinik di Mandalika, investornya pengusaha dari Swedia,” beber pria yang kini berdomisili di Lombok itu.

Samudra tidak bisa berhenti berterima kasih kepada Persebaya. Sebab, dari Persebaya lah, dia mampu menggaet banyak investor. “Saya tidak memungkiri, history saya sebagai mantan fisioterapis Persebaya membuat investor berani memberi kepercayaan,” jelas pria kelahiran 26 Januari 1995 itu.

Selain memang bisnis klinik fisioterapi tengah menggiurkan. “Karena sejak pandemi, mindset orang tentang olahraga itu berubah. Pandemi mengubah mindset orang bahwa sehat itu penting. Sekarang olahraga itu sudah menjadi lifestyle,” jelas Samudra. Karena itu, Samudra ingin melebarkan sayap bisnisnya. Dia punya rencana untuk membuka usaha baru bernama Powerlab.

Nantinya, Powerlab memiliki lini bisnis yang berbeda dengan Physiolab. “Kalau Physiolab, itu untuk mengobati atlet yang cedera. Tapi kalau Powerlab, itu untuk menjaga performa, mencegah cedera, dan meningkatkan level fitnes. Jadi kalau cedera ke Physiolab, kalau mau sehat, ke Powerlab. Semua masih berkesinambungan,” beber Samudra.

Dia berharap usaha barunya itu bisa dibuka usai hari raya Idhul Fitri tahun depan. Karena semua program sudah disiapkan, dia cuma tinggal mencari investor. Samudra benar-benar bahagia bisnisnya bisa menggurita pasca keluar dari Persebaya. “Dari bisnis ini, saya bisa ketemu banyak atlet. Ketemu banyak sport enthusiast dari berbagai wilayah. Jadi saya bisa melihat semua tanpa harus keliling dunia,” tutupnya. (*/ali)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore