Marselino Ferdinan saat memperkuat Timnas Indonesia (@marselinoferdinan10).
JawaPos.com - Gelandang muda berbakat Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan, kembali menjadi sorotan menjelang laga kedua Piala AFF 2024 melawan Laos. Meski telah mencatatkan 30 caps bersama skuad Garuda di usia muda, Marselino tetap rendah hati dan enggan dianggap lebih senior dibandingkan rekan setimnya.
Mantan bintang Persebaya Surabaya itu memilih untuk fokus membangun kerja sama tim, yang menurutnya menjadi kunci keberhasilan Timnas Indonesia menghadapi turnamen ini.
Di tengah sorotan atas pencapaiannya, secara implisit Marselino menekankan pentingnya menjaga sikap rendah hati. Ia mengakui bahwa pengalaman yang dimiliki adalah bekal berharga, namun tak ingin menjadikannya alasan untuk merasa lebih unggul dibandingkan pemain lain. Sebaliknya, ia lebih memilih memanfaatkan pengalaman tersebut untuk mendukung dan memperkuat tim secara kolektif.
Dalam sesi jumpa pers sebelum laga melawan Laos di Stadion Manahan, Solo, Rabu (11/12), Marselino membahas perannya dalam skuad yang didominasi pemain muda. Ia menilai bahwa pengalaman 30 caps yang dimilikinya bukanlah hal utama yang menjadi fokusnya di tim.
“Tentang caps dan lain-lain, saya tidak terlalu (memikirkan). Mungkin berpengaruh untuk pemain lain, tapi buat saya tidak. Banyak juga yang lebih senior seperti Arhan, Asnawi, ada juga Ferrari. Mereka bisa juga membimbing,” ujar Marselino.
Ia menilai bahwa kehadiran pemain-pemain senior tersebut memberi keseimbangan di dalam tim. Kolaborasi antar pemain, baik yang sudah berpengalaman maupun yang baru bergabung, menurutnya menjadi kunci penting untuk membangun kekompakan di lapangan.
“Kami sudah mengenal satu sama lain, dan dari situ kami bisa membangun tim dengan baik meski jarak antar pertandingan sangat pendek,” lanjut pemain Oxford United itu.
Marselino juga menegaskan pentingnya dukungan antar pemain, terlepas dari jumlah caps atau usia. Ia percaya bahwa keberhasilan Timnas Indonesia di turnamen ini bergantung pada soliditas tim secara keseluruhan. Sikap Marselino yang tetap fokus pada kerja sama tim mencerminkan kedewasaan yang luar biasa untuk pemain seusianya.
Di sisi lain, Marselino menyadari bahwa peran pemain muda seperti dirinya menjadi sorotan publik, terutama karena banyak pemain yang baru melakoni debut internasional mereka di ajang Piala AFF ini. Meski begitu, ia memilih untuk memanfaatkan situasi ini sebagai motivasi, bukan tekanan.
Meski memiliki 30 caps bersama Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan menunjukkan sikap rendah hati dan semangat kolektif yang patut dicontoh. Ia tidak hanya fokus pada pencapaian pribadi, tetapi juga berkomitmen membangun kekompakan tim untuk mencapai hasil terbaik.
Dengan mentalitas yang matang dan etos kerja yang tinggi, Marselino membuktikan bahwa keberhasilan dalam sepak bola tidak hanya ditentukan oleh pengalaman, tetapi juga oleh sikap yang tepat dalam mendukung tim.
Timnas Indonesia pun diharapkan bisa meraih hasil maksimal di Piala AFF yang kini berubah nama menjadi ASEAN Mitsubishi Electric Cup, dengan kontribusi dan kepemimpinan tanpa embel-embel senioritas.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
