Uston Nawawi jelaskan peluang Francisco RIvera harusnya bisa jadi gol ketiga Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya berhasil melanjutkan tren kemenangan di Liga 1 2024/2025 setelah mengalahkan Arema FC 3-2 dalam laga panas di Stadion Gelora Bung Tomo. Kemenangan ini sekaligus mengokohkan posisi Green Force di puncak klasemen dengan raihan 30 poin.
Dua gol Persebaya Surabaya dicetak oleh Flavio Silva, termasuk penalti dramatis di menit ke-90+4 yang memastikan kemenangan tim. Sementara itu, Malik Risaldi mencetak satu gol tambahan yang menunjukkan peran pentingnya meski baru pulih dari cedera.
Di tengah euforia kemenangan, ada momen yang menjadi sorotan, yakni gagalnya Francisco Rivera memanfaatkan peluang emas di babak kedua. Gelandang serang asal Meksiko itu sebenarnya memiliki kesempatan besar untuk membawa Persebaya Surabaya unggul lebih jauh.
Pada menit ke-61, Rivera mendapatkan bola matang di dalam kotak penalti setelah skema serangan apik dari lini tengah Persebaya Surabaya. Namun, tendangan volinya terlalu lemah sehingga dengan mudah diantisipasi barisan pertahanan Arema FC.
Asisten pelatih Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, mengaku kecewa dengan kegagalan tersebut. Menurutnya, peluang itu seharusnya bisa dikonversi menjadi gol dengan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi.
“Sebenarnya kalau diserang terus juga nggak ya. Kita waktu babak kedua ada peluang Rivera itu harusnya 90% gol. Kalau sudah gol 3-1, sudah pasti beda,” ujar Uston saat konferensi pers usai pertandingan. Ia menambahkan, momen itu menjadi salah satu evaluasi penting bagi tim untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.
Meski begitu, Uston tetap memberikan apresiasi kepada seluruh pemain atas kerja kerasnya di laga ini. Persebaya Surabaya tampil penuh determinasi hingga menit akhir, meski beberapa kesalahan di lini belakang sempat membuat pertandingan berjalan sulit.
Gol bunuh diri dan penalti yang diberikan kepada Arema FC menjadi catatan khusus bagi tim pelatih. Uston menegaskan timnya akan segera melakukan evaluasi untuk memperbaiki kelemahan tersebut sebelum laga berikutnya melawan Persik Kediri.
Absennya pelatih kepala Paul Munster akibat akumulasi kartu membuat Uston mengambil peran penting di pinggir lapangan. Ia mengaku bangga karena para pemain tetap menunjukkan semangat juang tinggi meski menghadapi tekanan besar dari lawan.
Persebaya Surabaya sempat unggul 2-1 di babak pertama berkat gol dari Flavio Silva dan Malik Risaldi. Namun, Arema FC berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua lewat penalti William Moreira.
Di tengah tekanan lawan yang semakin intens, Persebaya Surabaya terus menggempur pertahanan Arema hingga detik terakhir. Pelanggaran terhadap Malik Risaldi di kotak penalti pada menit ke-90+4 menjadi titik balik yang menguntungkan Green Force.
Flavio Silva yang menjadi eksekutor penalti tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Tendangannya meluncur deras ke pojok kanan atas gawang Arema, memastikan kemenangan dramatis untuk Green Force.
Namun, momen kegagalan Rivera tetap menjadi sorotan di pertandingan ini. Uston Nawawi mengaku peluang itu menjadi salah satu yang paling menentukan jalannya laga, terutama jika berhasil dikonversi menjadi gol.
“Sebenarnya itu peluang 90% jadi gol,” kata Uston. Meski kecewa, ia tetap memberikan motivasi kepada Rivera untuk tampil lebih baik di laga berikutnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
