Selama 11 pekan Liga 1 berjalan, VAR sudah hasilkan sejumlah keputusan krusial, antara lain putuskan 11 kartu merah. (LIB)
JawaPos.com - Liga 1 kini semakin berkualitas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Banyak hal yang membuat liga kasta tertinggi di Indonesia ini meningkat pesat, mulai dari regulasi, sponsorship, kualitas siaran, hingga standardisasi stadion.
Tidak puas hanya itu, musim ini, Liga 1 resmi menggunakan Video Assistant Referee (VAR) seperti layaknya liga-liga papan atas Eropa. Teknologi VAR telah membawa dinamika baru dalam persaingan Liga 1 yang semakin ketat.
Dengan tujuan utama meningkatkan keadilan dan akurasi keputusan wasit, sejak pekan pertama hingga sebelas, penggunaan VAR telah mencatatkan sejumlah fakta menarik yang mengubah jalannya pertandingan.
Mengutip dari laman Liga Indonesia Baru, selama 11 pekan, tercatat sebanyak 412 kali dilakukan cek VAR. Jika dirinci, 36 kali merupakan tinjauan lapangan langsung (On-Field Review/OFR) yang dilakukan oleh wasit, sedangkan mayoritas keputusan dikonfirmasi tanpa memerlukan OFR.
Sementara itu, untuk kategori pengecekan VAR paling banyak adalah Goal Check sebanyak 234 kali, lalu diikuti Penalty Check sebanyak 92 kali, dan Possible direct red card check sebanyak 58 kali.
Penggunaan VAR ini juga berhasil mengidentifikasi dan memperbaiki sejumlah hal yang luput dari pandangan wasit, seperti kasus salah identitas (mistaken identity), pelanggaran keras, hingga membatalkan gol yang dianulir menjadi gol yang sah.
Peninjauan oleh VAR juga berpengaruh terhadap penentuan durasi waktu tambahan, terutama saat VAR digunakan untuk meninjau suatu insiden dalam pertandingan secara mendalam. Rata-rata, VAR menambahkan 5-9 menit waktu tambahan per pertandingan.
Salah satu pertandingan dengan durasi tambahan waktu cukup lama adalah saat laga Persib Bandung kontra PSBS Biak di pekan pertama, dimana VAR mengakibatkan total waktu tambahan mencapai 8 menit.
“Waktu tambahan akibat penggunaan VAR adalah konsekuensi yang harus dilakukan untuk memastikan keadilan dalam pertandingan. Kami percaya bahwa ini adalah langkah maju untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap sepak bola Indonesia,” ujar Direktur Operasional PT Liga Indonesia baru (LIB), Asep Saputra seperti dikutip dari Liga Indonesia Baru.
Ia menambahkan bahwa berkat adanya VAR, wasit dapat meminimalisir jumlah kesalahan yang dapat mempengaruhi hasil pertandingan.
Misalnya hingga pekan kesebelas ada tujuh keputusan pembatalan hukuman tendangan penalti, hingga pemberian 11 kartu merah setelah peninjauan mendalam bahwa telah terjadi pelanggaran keras dan berbahaya.
"Kami melihat penurunan jumlah kesalahan yang dapat memengaruhi hasil pertandingan. VAR membawa transparansi yang sangat dibutuhkan dalam sepak bola kita," sambungnya.
Asep berharap VAR tidak hanya dilihat sebagai sarana membantu wasit, tetapi juga sebagai alat edukasi bagi pemain, pelatih, dan penonton.
“Kami ingin VAR tidak hanya menjadi alat untuk mendukung wasit tetapi juga alat pendidikan bagi pemain, pelatih, dan masyarakat luas. Ini adalah cara kita menjaga integritas sepak bola,” pungkas Asep.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
