Bruno Moreira jadi kapten Persebaya Surabaya yang siap bawa Green Force raih gelar juara di Liga 1 Indonesia musim ini. (Instagram @brunomoreira99)
JawaPos.com — Bruno Moreira kembali mencuri perhatian. Bukan hanya sebagai pemain kunci Persebaya Surabaya, tetapi juga sebagai kapten baru di usia 25 tahun. Penyerang asal Brasil itu kini memimpin Green Force menuju ambisi besar meraih gelar juara Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Keputusan menjadikan Bruno sebagai kapten menunjukkan kepercayaan besar yang diberikan tim kepadanya. Pemain flamboyan ini pun bertekad membayar kepercayaan itu dengan performa maksimal di atas lapangan.
Musim ini menjadi lebih spesial bagi Bruno karena ia akhirnya mengenakan nomor punggung 10, menggantikan nomor 99 yang telah ia gunakan selama dua musim. Nomor ikonik tersebut sebelumnya sempat dipakai Taisei Marukawa dan Ze Valente.
Menurut Bruno, ia sudah lama menginginkan nomor 10 karena memiliki nilai sentimental baginya. "Rezekinya baru musim depan, saya bisa memakai nomor 10, nomor yang saya sukai dan ingin saya gunakan dalam pertandingan," ungkapnya dikutip dari laman resmi klub.
Nomor 10 sering dianggap keramat dalam dunia sepak bola, biasanya dipakai oleh pemain bintang. Namun, Bruno mengaku tidak merasa terbebani dengan label tersebut dan menjadikannya motivasi untuk memberikan kontribusi lebih besar.
Bruno menegaskan tanggung jawab memakai nomor 10 hanya akan mendorongnya mencetak lebih banyak gol dan assist. Ia ingin menjadi sosok yang memberikan dampak nyata bagi permainan tim.
Musim lalu, Bruno membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain paling produktif Persebaya Surabaya. Dalam 31 penampilan, ia mencetak 10 gol, 4 assist, serta mencatatkan 19 tembakan tepat sasaran.
Tak hanya itu, kemampuan dribel dan kecepatannya membuatnya sering menjadi ancaman bagi lawan. Julukan "Raja Gocek" dari Bonek pun layak ia sandang berkat aksinya yang memukau di lapangan.
Musim ini, Bruno sudah menunjukkan performa konsisten sejak awal kompetisi. Dalam 11 laga, ia telah bermain selama 990 menit dengan mencatatkan 3 gol dan 10 umpan kunci.
Statistiknya juga menunjukkan kontribusi besar dalam permainan tim. Dengan akurasi umpan mencapai 81%, Bruno menjadi salah satu motor serangan Persebaya Surabaya yang sulit dihentikan.
Selain andal dalam menyerang, Bruno juga rajin membantu pertahanan. Ia mencatatkan 36 tekel dengan 19 di antaranya sukses, membuktikan perannya sebagai pemain serba bisa.
Sebagai kapten, Bruno tak hanya memimpin dengan performa, tetapi juga dengan sikap profesionalnya di luar lapangan. Ia selalu menjadi inspirasi bagi rekan setimnya dengan etos kerja yang tinggi.
Bagi Bonek, keputusan memberikan ban kapten kepada Bruno adalah langkah tepat. Dukungan mengalir deras dari suporter yang berharap ia bisa menjadi legenda di Persebaya Surabaya.
"Jadilah legenda di Persebaya," tulis salah satu Bonek di media sosial.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
