
Rizky Ridho tampil cemerlang di bawah asuhan Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram @rizkyridhoramadhani)
JawaPos.com - Bagi Rizky Ridho Ramadani, Ramadan selalu jadi bulan yang penuh kenangan manis, terutama saat ia menyandang status sebagai pemain profesional untuk klub idola masa kecilnya, Persebaya Surabaya. Sebagai bek muda yang lahir pada 2001, Ramadan tahun 2020 memiliki makna lebih karena untuk pertama kalinya ia menjalani ibadah puasa sebagai pemain Persebaya Surabaya, tim yang ia impikan sejak kecil.
Menjadi pemain Persebaya Surabaya tentu membuat Ridho merasa memiliki tanggung jawab besar, baik di dalam maupun di luar lapangan. Baginya, tak hanya harus berlatih keras dan menjaga kondisi tubuh, tetapi juga menjaga hubungan yang kuat dengan keluarga dan kampung halaman yang sudah mendukungnya sejak awal karirnya.
Pandemi Covid-19 di tahun 2020 lalu membuat Ridho harus berlatih di rumah, mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap berdiam diri demi menjaga keselamatan bersama. Ridho yang terbiasa berlatih intens di lapangan dan pusat kebugaran kini harus menyesuaikan diri dengan olahraga ringan di rumah serta aktivitas bersepeda menjelang waktu berbuka puasa.
Ridho tidak melewatkan latihan kebugaran meski harus di rumah, sesuai dengan instruksi pelatih Persebaya Surabaya. Pemain muda yang sempat membawa Persebaya U-20 juara Elite Pro Academy 2019 ini juga mengatur asupan makanan untuk menjaga staminanya selama Ramadan.
Salah satu kebiasaan yang Ridho terapkan saat puasa adalah banyak minum air putih, terutama saat sahur dan setelah berbuka, untuk menjaga tubuhnya tetap terhidrasi. Selain air putih, ia juga rutin mengonsumsi buah-buahan dan sesekali minum jahe hangat untuk menjaga kebugaran tubuhnya.
”Tentu punya tanggung jawab lebih, karena sekarang menjadi pemain Persebaya,” kata Ridho kala itu.
”Harus lebih disiplin menjaga kondisi, meski sedang libur kompetisi seperti saat ini,” imbuhnya.
”Biasanya saya nge-gym malam hari, juga bersepeda menjelang berbuka,” ungkap pemain yang mengantarkan Persebaya U-20 juara Elite Pro Academy 2019 itu.
Namun, ada satu hal yang menurut Ridho paling spesial dan sulit tergantikan selama puasa, yaitu menu masakan sang ibu. Ia mengungkapkan salah satu hidangan favoritnya adalah sayur kunci bayam yang dimasak oleh ibunya, dipadukan dengan dadar jagung yang renyah dan lezat.
”Paling saya sukai kalau ibu masak sayur kunci bayam, ditambah dadar jagung, gak ada duanya,” pujinya.
Masakan ibunya tersebut membuat Ridho selalu merasa seperti berada di rumah, walau sekarang ia harus berpindah tim dan membela Persija Jakarta. Baginya, tak ada yang bisa menandingi cita rasa masakan rumah yang penuh cinta dan kenangan manis dari kampung halaman di Surabaya.
Ketika Ridho kembali ke Stadion Gelora Bung Tomo yang menyimpan banyak memori sejak pindah ke Persija, ia tidak hanya akan menghadapi para mantan rekan satu tim dan suporter, tetapi juga perasaan nostalgia. Stadion ini bukan hanya tempat ia mengawali karir, tetapi juga saksi bagaimana ia tumbuh menjadi pemain muda yang diidolakan Bonek.
Pada Jumat (22/11) mendatang, Rizky Ridho akan berada di lapangan sebagai rival tim yang telah membesarkan namanya. Persebaya Surabaya saat ini berada di posisi kedua klasemen dengan 21 poin dari 10 laga, sedangkan Persija Jakarta berada di posisi kelima dengan 18 poin dari jumlah pertandingan yang sama.
Pertemuan Persebaya Surabaya dengan Persija ini akan menjadi ajang pembuktian bagi Ridho, apakah ia bisa menampilkan performa maksimal di tengah perasaan emosional yang begitu mendalam. Ridho juga menyadari ia akan disorot oleh para suporter yang menganggapnya sebagai salah satu pemain muda terbaik yang pernah dimiliki oleh Green Force.
Meskipun sudah beralih ke Persija, Ridho tidak bisa melupakan rasa cintanya pada masakan ibunya yang selalu menyuguhkan cita rasa khas Surabaya. Bagi Ridho, setiap suapan sayur kunci bayam dan dadar jagung mengingatkannya pada masa-masa awal sebagai pemain, ketika ia masih berusaha menembus tim utama dan meraih kepercayaan pelatih.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
