
KECEWA: Selain golnya digagalkan oleh VAR, Flavio Silva gagal memanfaatkan peluang emas di depan gawang dalam pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, tadi malam. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)
JawaPos.com – Video assistant referee (VAR) menggagalkan kemenangan Persebaya Surabaya. Green Force sempat mencetak gol kemenangan melalui sepakan Flavio Silva pada menit ke-88.
Ketika sedang asyik berselebrasi, wasit Candra meniup peluit. Dia langsung meninjau tayangan VAR. Kemudian membatalkan gol tersebut. Sebab, Flavio terekam berada dalam posisi offside saat menerima bola dari Francisco Rivera.
Pelatih Persebaya Paul Munster sempat kaget dengan keputusan tersebut. Sebab, gol itu membuat Persebaya unggul 2-1. Sebelumnya, PSM mencetak gol melalui Yuran Fernandes pada menit ke-16’. Kemudian dibalas lewat tendangan bebas dari M. Rashid (45+1’).
’’Apakah setiap laga saya harus bicara soal wasit? Kami lagi-lagi dipimpin wasit Liga 2 dan Liga 3. Kapan kami bisa dipimpin oleh wasit berkualitas?’’ ucap Munster.
Dia sudah melihat tayangan ulang soal gol Flavio. ’’Flavio memang dalam posisi offside. Tapi, yang saya masalahkan bukan itu,’’ tambahnya.
Dia mempermasalahkan gol yang dicetak Yuran. Munster sudah melihat tayangan ulangnya. ’’Dan Yuran mencetak gol dalam posisi offside. Tapi kenapa tidak ada cek VAR dari wasit yang ada di ruangan? Ini yang saya bingung. Wasit di lapangan tidak punya kuasa atas VAR. Sementara kami tidak punya wasit bagus di ruangan VAR,’’ tegas pelatih 42 tahun itu.
Dia bingung dengan keputusan wasit pada laga yang dihelat di GBT itu. ’’Di laga-laga lainnya, wasit sering melakukan cek VAR. Tapi, saat kami bermain di GBT, kenapa tidak pernah ada cek VAR sama sekali? Sebenarnya kenapa? Padahal wasit utama memakai earphone. Tapi itu sepertinya tidak berguna,’’ ujarnya kesal.
Selain itu, lini depan kembali jadi sorotan. Green Force sejatinya bisa meraih kemenangan. Sebab, mereka punya dua peluang emas. Pertama, pada menit ke-70’.
Umpan silang Bruno Moreira ditendang oleh Kasim Botan ke arah gawang yang sudah kosong. Sayang, tendangannya menatap mistar gawang.
Kejadian nyaris serupa terjadi pada menit ke-79’. Flavio tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper PSM Hilmansyah. Ketika sudah di depan gawang, tendangan cocor Flavio malah melebar ke sisi kiri gawang. Munster bingung dengan performa lini depan di laga tadi malam.
’’Kami sebenarnya bisa menang. Tapi kami sangat buruk di finishing. Itu saja masalahnya,’’ tegas Munster.
Di sisi lain, pelatih PSM Bernardo Tavares ternyata juga tidak puas dengan kepemimpinan wasit. Dia menganggap banyak keputusan buruk yang diambil. Yang paling membuatnya emosi adalah pada menit ke-87’. Yuran dijatuhkan Kadek Raditya di kotak penalti. Tapi, wasit tidak menunjuk titik putih.
Tavares sampai membawa laptop untuk menunjukkan tayangan ulangnya. ’’Padahal kalau di kompetisi AFC, pelanggaran seperti ini pasti akan berbuah penalti. Begitu pula kalau kejadian ini terjadi di luar kotak penalti. Pasti akan ada pelanggaran. Kenapa wasit seperti sulit sekali mengecek VAR dan memberi kami penalti?’’ ucap pelatih asal Portugal itu. (gus/c17/ali)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
