Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Oktober 2024 | 21.37 WIB

Kabar Duka Sepak Bola Indonesia: Mantan Pemain dan Pelatih Persebaya Surabaya, Rudy William Keltjes Meninggal Dunia

Mantan pemain dan pelatih Persebaya Surabaya Rudy William Keltjes meninggal dunia. (Instagram @persikab_bandung)

JawaPos.com — Sepak bola Indonesia kembali berduka. Salah satu sosok yang pernah mewarnai sejarah sepak bola Tanah Air, Rudy William Keltjes, meninggal dunia pada Rabu, 23 Oktober 2024. Kabar kepergian sang legenda diumumkan melalui akun Instagram resmi Persikab Bandung, @persikab_bandung.

Dalam unggahannya, Persikab menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya mantan pemain dan pelatih ini. "Turut berbela sungkawa atas meninggalnya Sang Legenda Indonesia. Rudy William Keltjes. Dedikasi dan inspirasimu di sepak bola tanah air akan selalu kami kenang," tulis mereka dalam unggahan tersebut.

Rudy William Keltjes merupakan salah satu figur sepak bola Indonesia yang memiliki darah campuran Belanda dan Indonesia. Lahir di Situbondo pada 12 Februari 1952, sosok yang dikenal sebagai "Opa Rudy" ini menjadi panutan dan inspirasi bagi banyak pemain.

Namanya begitu melekat dalam perjalanan klub-klub besar Indonesia, terutama Persebaya Surabaya. Keltjes tidak hanya dikenal sebagai pemain, tetapi juga sebagai pelatih yang pernah dipercaya memimpin Green Force dalam dua periode berbeda.

Berdasarkan informasi dari sejarahpersebaya.com, kiprahnya sebagai pelatih di Persebaya Surabaya dimulai pada musim Liga Bank Mandiri VII tahun 2000-2001. Pada masa itu, Rudy ditunjuk oleh Karwoto Sumoprawiro, manajer Persebaya Surabaya saat itu, untuk menggantikan pelatih sebelumnya, Subangkit.

Meskipun Persebaya Surabaya gagal menjadi juara, Rudy mampu membawa Bejo Sugiantoro dan kawan-kawan mencapai babak semifinal. Di penyisihan grup, Persebaya Surabaya menjadi runner-up di bawah PSM Makassar.

Sementara di babak delapan besar yang berlangsung di Medan, Green Force kembali menjadi runner-up di bawah tuan rumah PSMS Medan.

Sayangnya, mimpi Rudy membawa Persebaya Surabaya meraih gelar juara terhenti di partai semifinal. Pada laga melawan Persija Jakarta, Green Force harus mengakui kekalahan 2-1 dari rival klasik mereka.

Meski demikian, pencapaian semifinal tetap menjadi prestasi terbaik Rudy bersama Persebaya Surabaya pada masa itu. Kemampuannya dalam memimpin tim dan menyiapkan strategi taktis tetap diakui oleh para penggemar Persebaya hingga kini.

Perjalanan Rudy di Persebaya Surabaya tidak berhenti di situ. Pada 27 Februari 2010, Rudy kembali dipercaya untuk memimpin Persebaya Surabaya di sisa musim Indonesia Super League (ISL) 2009-2010.

Kali ini, tugasnya lebih berat. Dia harus mengangkat performa Persebaya Surabaya yang sedang terpuruk di klasemen. Rudy menggantikan Danurwindo yang dipecat akibat hasil buruk yang dialami Green Force. Dia diberikan tanggung jawab untuk memperbaiki posisi Persebaya Surabaya dalam 10 pertandingan tersisa.

Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Meski Rudy sudah memberikan yang terbaik, Persebaya Surabaya tetap tidak mampu keluar dari zona degradasi. Tim asuhannya terjerembab di posisi 17 klasemen akhir, yang membuat Persebaya Surabaya terpaksa harus turun kasta.

Meskipun demikian, pengabdian Rudy untuk Green Force tetap mendapat tempat spesial di hati para penggemar. Sosoknya dikenang sebagai pelatih yang tak pernah menyerah, meskipun hasil yang didapat tidak selalu sesuai harapan.

Selain Persebaya Surabaya, Rudy William Keltjes juga dikenal sebagai pelatih yang telah menukangi berbagai tim di Indonesia. Pengalaman dan ilmunya dalam dunia sepak bola begitu luas.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore