
Sho Yamamoto (tengah) merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Arema FC bersama pemain-pemain Persebaya lainnya pada 1 Oktober 2022. (Angger Bondan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ada satu sosok yang “terkait” dengan tragedi Kanjuruhan. Dia adalah Sho Yamamoto. Gelandang asal Jepang itulah yang mencetak gol kemenangan 3-2 Persebaya Surabaya atas Arema FC di menit ke-51’.
Dia sampai mendapat julukan baru: history maker. Sebab, golnya itu membuat dua rekor baru tercipta. Pertama, Persebaya mengakhiri kutukan 23 tahun tidak pernah menang di kandang Arema FC. Kedua, terjadinya tragedi yang mengakibatkan 135 suporter kehilangan nyawa.
Lantas, bagaimana perasaan Sho Yamamoto ? “Tentu saja saya sangat bahagia dengan gol itu. Itu adalah gol terbaik saya selama berkarir di sepak bola,” kata pemain yang kini membela Persis Solo itu saat dihubungi Jawa Pos. Sebagai profesional, Sho jelas selalu mengingat gol itu.
Tapi, bukan berarti dia tidak bersimpati dengan para korban. Sho juga merasa sangat bersedih dengan apa yang terjadi dua tahun silam.
“Saya berharap tragedi seperti itu tidak pernah terjadi lagi. Dan yang paling penting, saya selalu mendoakan para korban dan keluarganya,” jelas pemain kelahiran 12 November 1996 tersebut.
Bagi Sho, tragedi Kanjuruhan tidak akan pernah hilang dari ingatannya. “Saya tidak akan pernah melupakan itu,” katanya. Itu jadi momen terkelam bagi Sho selama menjadi pemain profesional.
“Jika dilihat apa yang terjadi, itu adalah tragedi terbesar yang pernah saya lihat secara langsung,” jelas pemain 27 tahun itu.
Dia juga merasakan langsung ketegangan dua tahun lalu. Tepatnya saat kendaraan taktis pemain tidak bisa bergerak keluar stadion. Hanya mandek nyaris selama 90 menit. Apa yang dirasakan Sho saat itu?
“Jujur, saya tidak tahu persis apa yang terjadi selama sekitar 90 menit itu. Tapi saya masih ingat, hanya ada sedikit mobil polisi di luar. Situasi benar-benar gila, dan saya ingat betul suasana itu,” bebernya.
Pasca tragedi, Sho juga sempat mendapat banyak pesan. Terutama dari keluarganya di Jepang. “Mereka menanyakan kondisi saya. Tapi saya bilang, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” katanya.
Saat itu dia kemudian tetap membela Persebaya sampai akhir musim. Sebelum akhirnya pindah ke Persis Solo di Liga 1 2023-2024. (gus/ali)

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
