
Andik Vermansyah berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Selasa (24/9/2024). (ANTARA/Khalis Surry)
JawaPos.com-Persiraja Banda Aceh berhasil menundukkan Sriwijaya FC dengan skor 1-0 dalam laga lanjutan pekan ke tiga grup 1 liga 2 Indonesia 2024-2025 di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Selasa.
Persiraja yang tanpa dukungan suporter karena masih didenda PSSI bermain lebih santai, lebih banyak mengolah bola di lini tengah dan kembali ke bawah.
Irama permainan tuan rumah itu juga diikuti anak-anak Sriwijaya, meski mereka lebih sering menembus pertahanan Persiraja Banda Aceh.
Di pertengahan babak pertama, Persiraja mulai meningkatkan tempo serangan, dan akhirnya mampu merubah keadaan menjadi 1-0 pada menit ke 30.
Sang kapten Andik Vermansyah berhasil mengubah papan skor lewat tendangan jarak jauhnya yang tak mampu ditepis Jandia Eka Putra setelah menerima umpan terobosan dari Miftahul Hamdi. Skor bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, tim tamu mulai meningkatkan intensitas serangan dan menguasai jalannya pertandingan, tetapi upaya anak asuh Jafri Sastra masih mampu digagalkan Fayrushi Cs.
Sriwijaya sempat mendapatkan peluang emas, tetapi tendangan keras jarak dekat Chenco gagal dikonversikan menjadi gol dan melesat jauh ke atas mistar gawang.
Di menit-menit akhir, Sriwijaya terus menggempur lini pertahanan tuan rumah, lagi-lagi usaha mereka tidak membuahkan hasil hingga peluit panjang dibunyikan, dan Persiraja berhasil mengamankan poin penuh di kandang sendiri.
Pelatih Sriwijaya, Jafri Sastra mengaku kekalahan ini merupakan masalah besar bagi mereka, apalagi dalam empat pertandingan terakhirnya tim nya baru mampu menciptakan satu gol.
"Tetapi yang terpenting bagi kami anak-anak bermain dengan baik dan sudah bekerja keras. Hanya kami belum dapat poin," kata Jafri.
Sementara itu, Pelatih Persiraja Banda Aceh, Akhyar Ilyas mengapresiasi kerja keras anak didiknya hingga berhasil memenangkan laga ini meskipun tanpa dukungan masyarakat Aceh.
Dirinya juga mengakui, bermain tanpa suporter membuat para pemain kurang bergairah, kondisi lapangan benar-benar sepi. Sehingga menurunkan tensi permainan Persiraja.
"Saya apresiasi kerja keras pemain, jadi sedikit tegang bagi pemain tanpa pendukung, tidak ada gairah sedikit dan menurunkan tensi permainan. Tetapi dari pertandingan tadi masih banyak hal yang perlu kita evaluasi," demikian Akhyar Ilyas. (*)

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
