
Dominasi Persebaya Surabaya atas klub Jawa Timur berlanjut, meninggalkan mereka di papan tengah dan bawah klasemen Liga 1 Indonesia. (Instagram/@moerashid95)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali menegaskan dominasinya di Liga 1 Indonesia musim 2024/2025. Klub yang berjuluk Green Force ini semakin kukuh berada di puncak klasemen setelah meraih kemenangan krusial atas PSBS Biak dengan skor 1-0 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.
Kemenangan tersebut menjadi penegasan bahwa Persebaya Surabaya adalah kekuatan utama dari Jawa Timur, meninggalkan rival-rival mereka seperti Persik Kediri, Madura United, dan Arema FC di papan tengah dan bawah klasemen.
Performa cemerlang Persebaya Surabaya di musim ini jelas tidak dapat dipandang sebelah mata. Dengan koleksi 16 poin dari enam pertandingan, Persebaya Surabaya berada di posisi teratas klasemen Liga 1 Indonesia.
Hasil ini merupakan buah dari konsistensi mereka di setiap pertandingan, meskipun harus bermain di luar kandang selama beberapa pekan terakhir. Pertandingan terakhir melawan PSBS Biak, yang juga digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, adalah bukti dari ketangguhan pasukan Paul Munster yang mampu meraih tiga poin penuh meski harus bermain defensif sepanjang babak kedua.
Pada laga melawan PSBS Biak, Persebaya Surabaya berhasil unggul melalui gol cepat yang diciptakan oleh Flavio Silva. Gol tersebut dicetak melalui sundulan keras pada menit ke-16 setelah memanfaatkan umpan matang dari sepak pojok Francisco Rivera.
Setelah gol tersebut, Green Force lebih banyak bermain bertahan dan menahan serangan demi serangan dari PSBS Biak. Di sinilah terlihat jelas perubahan gaya permainan Persebaya Surabaya di bawah Paul Munster, yang lebih mengutamakan pragmatisme ketimbang dominasi penguasaan bola seperti di era sebelumnya.
Meski dominasi PSBS Biak terlihat dari sisi statistik penguasaan bola—mereka menguasai 63% pertandingan, sementara Persebaya Surabaya hanya 37%—namun permainan solid dari lini belakang Green Force mampu mematahkan setiap ancaman.
Slavko Damjanovic dan Kadek Raditya menjadi benteng tangguh di pertahanan, dibantu oleh kiper muda Andhika Ramadhani yang tampil luar biasa dengan beberapa penyelamatan krusial.
Kemenangan ini membuat Persebaya Surabaya semakin menjauh dari rival-rival asal Jawa Timur lainnya. Jika kita melihat performa Persik Kediri, Arema FC, dan Madura United, ketiga klub ini masih tertatih-tatih dalam perjalanannya di musim ini.
Persik Kediri berada di peringkat 8 klasemen dengan 8 poin, Arema FC di posisi 14 dengan 6 poin, dan Madura United terpuruk di dasar klasemen dengan hanya 2 poin dari enam pertandingan.
Dominasi Persebaya Surabaya di antara klub-klub asal Jawa Timur ini seolah menjadi simbol bahwa "Jawa Timur is Green" atau "Jawa Timur dikuasai Persebaya Surabaya."
Rivalitas antara klub-klub dari provinsi ini memang selalu menjadi perhatian utama di kalangan penikmat sepak bola nasional. Namun, musim ini, kedigdayaan Persebaya Surabaya seolah tak terbantahkan. Mereka terus menorehkan hasil positif, sementara klub-klub pesaing asal Jawa Timur lainnya justru terseok-seok di klasemen Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Salah satu faktor kunci dari keberhasilan Persebaya Surabaya musim ini adalah perubahan gaya permainan yang diterapkan oleh Paul Munster. Tidak lagi menganut filosofi tiki-taka yang menekankan penguasaan bola dan serangan bertahap, Munster lebih memilih pendekatan pragmatis yang fokus pada pertahanan solid dan serangan balik cepat.
Perubahan ini terlihat dari cara Persebaya Surabaya bermain ketika sudah unggul di babak pertama. Alih-alih terus menekan lawan dengan serangan, mereka lebih memilih untuk menutup ruang dan memaksa lawan bermain lebih dalam ke area mereka sendiri. Pendekatan inilah yang membuat Persebaya Surabaya sukses meraih kemenangan meski tidak selalu mendominasi penguasaan bola.
Pada laga melawan PSBS Biak, setelah unggul satu gol, Persebaya Surabaya justru lebih sering berada di wilayah pertahanan mereka sendiri. Tim lawan, yang mengandalkan Todd Rivaldo Ferre, Kelly Sroyer, dan Pablo Arganaraz, terus mencoba menggempur pertahanan Green Force.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
