
Kiper PSBS Biak Jhon Pigai (kanan) punya motivasi lebih ketika menghadapi Persebaya Surabaya dan siap bikin mati kutu Flavio Silva. (LIB)
JawaPos.com — Nama Jhon Pigai kini mulai mencuat di dunia sepak bola Indonesia, terutama sebagai penjaga gawang andalan PSBS Biak di Liga 1 Indonesia musim 2024/2025. Kiper asal Papua ini telah membuktikan diri sebagai benteng terakhir yang sulit ditembus.
Dalam tiga pertandingan terakhir bersama PSBS Biak, Pigai berhasil tampil solid dan efektif dalam menjaga gawangnya dari gempuran lawan. Jhon Pigai bukan nama baru dalam kancah sepak bola nasional. Sebelum bergabung dengan PSBS Biak, kiper kelahiran 27 Juni 1999 ini pernah memperkuat Persipura Jayapura, salah satu klub besar dari tanah Papua yang berlaga di Liga 2 Indonesia.
Namun, perjuangan Pigai tidak mudah. Setelah melalui persaingan ketat di Persipura Jayapura, kini dia mendapat kepercayaan penuh untuk menjadi kiper utama PSBS Biak, sebuah tanggung jawab besar yang siap dia emban.
Penampilan perdana Pigai bersama PSBS Biak terjadi ketika mereka melawat ke markas PSIS Semarang di Stadion Moch Soebroto, Magelang, pada 23 Agustus 2024. Meski laga tersebut berat, Pigai tampil gemilang dan mulai menunjukkan kapasitasnya sebagai kiper tangguh. Laga tersebut menjadi ajang pembuktian bagi Pigai bahwa dirinya layak berada di bawah mistar PSBS Biak.
Tidak hanya itu, Pigai kembali tampil dalam dua pertandingan berikutnya melawan tim-tim besar. Dia dipercaya sebagai penjaga gawang utama saat PSBS Biak menghadapi Persija Jakarta pada 12 September 2024 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.
Dalam laga yang penuh tekanan ini, Pigai tetap mampu menjaga fokusnya, meski lawan yang dihadapi merupakan salah satu tim terkuat di Liga 1 Indonesia.
Pertandingan ketiga Pigai bersama PSBS Biak terjadi saat mereka bertemu Madura United, juga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, pada 17 September 2024. Kembali tampil sebagai kiper utama, Pigai tampil solid meskipun lawan yang dihadapi memiliki lini serang yang sangat berbahaya. Pengalaman bertanding melawan tim-tim besar ini semakin menempa Pigai menjadi penjaga gawang yang kian matang.
Sebagai kiper asli Papua, Pigai merasa sangat bersyukur mendapat kepercayaan dari pelatih dan manajemen PSBS Biak. Baginya, kesempatan ini adalah momentum penting untuk terus berkembang dan membuktikan kualitasnya di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Pigai mengakui bahwa persaingan di Liga 1 Indonesia jauh lebih ketat dibandingkan ketika dia bermain di Liga 2 Indonesia bersama Persipura Jayapura. Meski demikian, dia siap untuk menghadapi rintangan demi rintangan yang ada.
Kiper berusia 25 tahun ini juga merasa beruntung bisa bermain bersama rekan-rekan setim yang solid. Dukungan penuh dari tim membuat Pigai semakin percaya diri untuk menjaga gawang PSBS Biak dari serangan-serangan lawan. Bagi Pigai, dua kemenangan yang diraih timnya dalam laga-laga sebelumnya adalah motivasi besar untuk terus tampil lebih baik di pertandingan berikutnya.
Saat ini, PSBS Biak memang sedang dalam tren positif. Dua kemenangan beruntun melawan Persija Jakarta dan Madura United membuat tim berjuluk Badai Pasifik ini semakin optimistis untuk menghadapi lawan-lawan berikutnya, termasuk laga berat melawan Persebaya Surabaya yang akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada 22 September 2024.
Meski PSBS Biak berada di posisi ke-12 klasemen sementara dengan 6 poin, mereka tidak gentar menghadapi tim sebesar Persebaya Surabaya yang tengah berada di papan atas klasemen.
Pigai dan rekan-rekannya paham betul bahwa Persebaya Surabaya bukan lawan yang mudah. Tim asuhan Paul Munster tersebut memiliki pemain-pemain berbahaya seperti Flavio Silva yang dikenal sebagai striker mematikan. Namun, Pigai yakin dengan kerja sama tim yang solid, PSBS Biak bisa memberikan perlawanan sengit dan meraih hasil positif.
“Lawan kali ini memang sangat kuat, tapi kekuatan kami adalah kekompakan tim. Dengan kerja sama yang solid, saya optimistis kami bisa meraih poin penuh,” ujar Marcos Guillermo Samso, caretaker pelatih PSBS Biak, menjelang pertandingan melawan Persebaya Surabaya.
Samso menekankan bahwa timnya sudah mempelajari permainan Persebaya secara mendalam, termasuk pergerakan pemain andalan mereka, Bruno Moreira dan Flavio Silva.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
