
Karangan bunga untuk Almarhum Haringga Sirla.
JawaPos.com – Tujuh tahun lalu, tepatnya 23 September 2018, seorang The Jakmania Haringga Sirla berpulang untuk selamanya. Dia menghembus napas untuk terakhir kalinya sehari jelang pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Kepergian Haringga Sirla menjadi memori kelam untuk The Jakmania dalam rivalitas Persib vs Persija. Selain itu, kematiannya juga menambah daftar panjang tragedi berdarah sepak bola Indonesia sepanjang sejarah.
Haringga Sirla menjadi korban pengeroyokan buntut fanatisme buta suporter. Dia yang rela datang dari Cengkareng, Jakarta Barat, untuk mendukung Persija, malah harus meregang nyawa. Dia datang ke Bandung jelang duel Persib vs Persija pada 24 September 2018.
Awalnya berdasarkan sepengetahuan keluarga, Haringga Sirla berangkat ke Bandung seorang diri. Tapi, ternyata dia datang ditemani rekannya yang biasa disapa 'Arab' dengan kereta api pada Minggu (23/9/2018) pagi.
Nah, tiba sehari sebelum pertandingan, Haringga Sirla menyempatkan diri untuk bersantai dan jalan-jalan di Bandung. Dia kemudian mengunjungi Stadion GBLA untuk sekadar berfoto ria.
Haringga mengambil foto dengan pose jempol telunjuk, menunjukkan simbol yang menjadi salam khas dari The Jakmania. Nahasnya, aksi itu dilihat oleh segelintir orang di sekitar GBLA. Haringga Sirla pun langsung dikerubungi dan dimintai identitasnya.
Saat pengecekan itu, diketahui Haringga Sirla adalah anggota The Jakmania. Pengeroyokan pun langsung terjadi saat itu pula. Lelaki kelahiran 1995 itu dipukuli tanpa ampun hingga nyawanya tak terselamatkan, meski Haringga sempat kabur untuk meminta pertolongan.
Sebuah aksi dan tindakan yang tak bisa dimaafkan. Tindakan yang didasari fanatisme buta suporter terhadap klub kecintaannya. Padahal, tak ada fanatisme yang harganya setara dengan nyawa.
Insiden itu langsung menjadi pusat perhatian bukan hanya The Jakmania dan rivalitas Persib vs Persija saja. Tapi, se-Indonesia juga menyorotinya karena termasuk dalam memori kelam sepak bola di Tanah Air.
PSSI yang saat itu dipimpin oleh Edy Rahmayadi sebagai ketua umum, langsung mengambil tindakan dengan menghentikan Liga 1 2018 untuk sementara. Federasi juga melakukan investigasi terhadap kematian Haringga Sirla.
Hasilnya, PSSI menggulirkan kembali Liga 1 pada 5 Oktober 2018. Komite Disiplin (Komdis) PSSI juga merilis daftar hukuman atau sanksi kepada Persib dan suporternya. Pangeran Biru terusir dari Pulau Jawa dalam mengarungi sisa musim Liga 1 2018 dan seluruh laga kandang digelar tanpa kehadiran penonton.
Kemudian untuk suporter atau penonton, dilarang menyaksikan pertandingan Persib Bandung pada saat home maupun away serta pertandingan Liga 1 lainnya sampai pada setengah musim kompetisi 2019.
Kasus kematian Haringga Sirla itu pun kini terus dikenang The Jakmania dan Persija. Termasuk pada Liga 1 2024/2025, di mana duel Persib vs Persija dijadwalkan berlangsung tepat pada 23 September 2024.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
