
Toni Firmansyah jadi satu-satunya pemain Timnas U-20 Indonesia yang berasal dari Persebaya Surabaya. (Instagram @tonii.firmansyah)
JawaPos.com — Kendati baru bermain selama 7 menit bersama Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2024/2025, gelandang muda berbakat, Toni Firmansyah, kembali mendapat kepercayaan untuk memperkuat Timnas Indonesia U-20. Pemanggilan ini datang menjelang Kualifikasi Piala Asia U-20 2025, di mana Toni masuk dalam daftar 30 pemain yang dipilih oleh pelatih Indra Sjafri untuk memperkuat skuad Garuda Muda.
Kepercayaan ini tentu menjadi angin segar bagi Toni, yang meski minim mendapatkan menit bermain di Persebaya Surabaya, tetap mampu menunjukkan kualitasnya di level internasional. Bagi para pencinta sepak bola Tanah Air, terutama para pendukung Green Force, pemanggilan Toni Firmansyah menjadi bukti bahwa bakat dan potensi besar pemain ini tetap diakui, meski belum mendapatkan banyak kesempatan untuk unjuk gigi di kancah domestik.
Toni Firmansyah memang belum banyak mendapat kesempatan bermain di Liga Indonesia 1 2024/2025. Tercatat, dia baru tampil dalam satu pertandingan bersama Persebaya Surabaya, dengan total menit bermain yang sangat minim, yaitu hanya 7 menit. Dalam waktu singkat tersebut, kontribusi statistik Toni juga terlihat terbatas. Ia mencatatkan rata-rata 2 umpan akurat per pertandingan, namun sayangnya belum mampu memberikan akurasi yang maksimal pada umpan-umpan silangnya, dengan akurasi crossing yang masih di angka nol persen.
Kendati statistiknya terlihat minim, hal ini bukan cerminan dari potensi besar yang dimiliki Toni. Usianya yang masih sangat muda, serta pengalamannya yang masih bisa berkembang seiring dengan bertambahnya menit bermain, menjadikannya aset berharga bagi Persebaya Surabaya di masa depan. Bahkan, jika terus mendapatkan kesempatan dan bimbingan dari pelatih Paul Munster, Toni bisa menjadi salah satu gelandang andalan Persebaya Surabaya di masa yang akan datang.
Meski jarang bermain di level klub musim ini, pemanggilan Toni ke Timnas Indonesia U-20 bukanlah kejutan besar. Sebelumnya, Toni sudah beberapa kali dipanggil untuk memperkuat skuad Garuda Muda. Kemampuannya sebagai gelandang tengah yang energik dan memiliki visi bermain yang baik membuatnya terus mendapat tempat di hati pelatih Indra Sjafri.
Pemanggilan Toni untuk menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-20 2025 ini menjadi ajang penting baginya untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Timnas Indonesia tergabung di Grup F bersama Yaman, Timor Leste, dan Maladewa, dan Toni diharapkan dapat memberikan kontribusi positif di lini tengah skuad Garuda Muda. Bersaing dengan pemain-pemain berkualitas seperti M Iqbal Gwijangge, Welber Jardim, Jens Raven, dan Riski Afrisal, Toni harus membuktikan bahwa ia layak mendapatkan tempat di tim utama.
Bagi Toni sendiri, panggilan ini tentunya menjadi motivasi besar. Meski belum banyak bermain di Persebaya Surabaya, ia tetap berlatih keras dan fokus untuk terus berkembang. Toni tidak pernah mengeluh soal kurangnya menit bermain di klub, melainkan melihat setiap kesempatan, baik di level klub maupun internasional, sebagai peluang untuk belajar dan meningkatkan performa.
Persaingan di dalam skuad Timnas U-20 untuk mendapatkan tempat utama tentu tidak mudah. Toni harus bersaing dengan pemain-pemain berbakat lainnya yang juga telah menunjukkan performa mengesankan di liga domestik masing-masing. Nama-nama seperti M Iqbal Gwijangge yang tampil solid di PSM Makassar, serta pemain naturalisasi seperti Welber Jardim yang datang dari klub Brasil, Sao Paulo, membuat persaingan di lini tengah semakin ketat.
Namun, bagi Toni Firmansyah, persaingan ini adalah tantangan yang harus dihadapi dengan kepala tegak. Pemain muda ini memiliki mental baja yang diperlukan untuk bertarung di level tinggi. Selama latihan bersama timnas, Toni akan berusaha memaksimalkan kemampuannya dan menunjukkan kepada pelatih Indra Sjafri bahwa ia layak mendapatkan kepercayaan untuk tampil dalam laga-laga penting di Kualifikasi Piala Asia U-20.
Indra Sjafri dikenal sebagai pelatih yang memberikan kesempatan kepada pemain yang menunjukkan kerja keras dan dedikasi, bukan semata-mata berdasarkan pengalaman atau nama besar. Ini tentunya menjadi keuntungan bagi Toni, yang meski belum banyak bermain di Persebaya Surabaya, tetap bisa bersaing mendapatkan tempat di tim utama jika mampu menunjukkan performa terbaik selama sesi latihan dan uji coba.
Kualifikasi Piala Asia U-20 2025 akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, mulai 25 September 2024. Indonesia akan memulai perjalanannya dengan menghadapi Maladewa di pertandingan pertama. Laga ini akan menjadi kesempatan bagi Toni dan rekan-rekannya untuk meraih kemenangan perdana dan memulai langkah positif di turnamen ini.
Pertandingan kedua akan mempertemukan Indonesia dengan Timor Leste pada 27 September, sebelum akhirnya menghadapi tantangan terbesar di grup ini, yaitu Yaman, pada 29 September 2024. Dengan jadwal yang cukup padat, rotasi pemain mungkin akan dilakukan oleh pelatih Indra Sjafri. Hal ini bisa membuka peluang bagi Toni untuk mendapatkan waktu bermain lebih banyak, terutama dalam menghadapi tim-tim yang secara peringkat masih di bawah Indonesia, seperti Maladewa dan Timor Leste.
Turnamen ini juga akan menjadi ajang pembuktian bagi Toni Firmansyah di level internasional. Jika ia mampu tampil apik bersama Timnas Indonesia U-20, bukan tidak mungkin hal ini akan memberikan dampak positif bagi kariernya di klub. Pelatih Paul Munster bisa saja memberikan lebih banyak menit bermain kepada Toni jika ia berhasil membawa pengaruh positif dari pengalamannya di Timnas.
Sebagai salah satu pemain muda Persebaya Surabaya yang penuh potensi, Toni Firmansyah tentu diharapkan bisa berkembang menjadi pemain andalan di masa depan. Para pendukung setia Persebaya Surabaya sudah tidak sabar untuk melihat bagaimana Toni bisa bersinar di kancah sepak bola Indonesia, baik di level klub maupun internasional.
Meskipun sejauh ini menit bermainnya masih minim, Toni harus terus menunjukkan tekad dan kerja kerasnya di setiap kesempatan yang ia dapatkan. Tidak hanya dalam pertandingan, tetapi juga dalam sesi latihan dan persiapan bersama tim. Jika ia mampu mempertahankan sikap profesional dan terus belajar dari setiap pengalaman, masa depan cerah di Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia menantinya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
