Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 September 2024 | 01.55 WIB

Breaking News: Laga Tandang Persebaya Surabaya Lawan PSBS Biak Dipastikan Tanpa Penonton

Striker Persebaya Flavio Silva bertarung dengan gelandang Persis Solo Sho Yamamoto di Stadion GBT Surabaya, Rabu (18/9). (Instagram @officialpersebaya)


JawaPos.com-Kabar mengejutkan datang jelang laga antara PSBS Biak melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan pekan keenam Liga 1 Indonesia 2024/2025. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 22 September 2024, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, dipastikan akan digelar tanpa kehadiran penonton. Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh PSBS Biak melalui akun resmi mereka di platform media sosial X.

Baca Juga: Ranking FIFA Timnas Indonesia Melejit ke Posisi 129, 3 Peringkat di Atas Tetangga Berisik Malaysia yang Sudah Beda Level

Dalam unggahan yang menggemparkan tersebut, PSBS Biak menyampaikan keputusan ini dengan pesan yang mengajak pendukung setia mereka, yang dijuluki Badai Pasifik, untuk tetap mendukung tim dari rumah. “Partai berikutnya pada Hari Minggu, 22 September 2024 akan digelar tanpa penonton. Ayo dukung Badai Pasifik dari Rumah ☺️,” tulis akun resmi PSBS Biak di X.


Keputusan ini menambah daftar panjang pertandingan yang dilalui Persebaya Surabaya tanpa kehadiran penonton di laga tandang. Laga ini akan menjadi pertandingan away ketiga musim ini yang dijalani Persebaya Surabaya tanpa atmosfer langsung dari tribun, yang biasanya dipenuhi suporter loyal mereka, Bonek. Situasi ini tentu mengecewakan bagi banyak pihak, terutama Bonek, yang selalu setia mendukung Persebaya Surabaya di manapun mereka bertanding.


Bagi Persebaya Surabaya, laga melawan PSBS Biak menjadi momen penting dalam perjalanan mereka di Liga 1 Indonesia musim ini. Namun, absennya penonton di stadion bisa menjadi tantangan tersendiri. Dalam beberapa pertandingan tandang musim ini, Persebaya Surabaya telah merasakan atmosfer serupa, di mana pertandingan digelar tanpa suporter di kandang lawan.

Pada pekan kedua, saat bertandang ke markas Malut United, pertandingan juga berlangsung tanpa kehadiran penonton. Hal serupa kembali terjadi ketika Persebaya Surabaya melakoni laga tandang melawan Persita Tangerang di pekan keempat. Kini, laga melawan PSBS Biak di Stadion Kapten I Wayan Dipta akan menjadi laga tandang ketiga yang harus mereka jalani dalam kondisi stadion kosong.

Meski demikian, Persebaya Surabaya tetap menunjukkan performa yang impresif. Mereka berhasil meraih hasil positif dalam dua laga tandang tanpa penonton tersebut. Saat menghadapi Malut United, meski tidak ada gol yang tercipta, Green Force sukses membawa pulang satu poin penting. Sementara itu, dalam laga melawan Persita Tangerang, Persebaya Surabaya berhasil mencuri kemenangan dengan skor tipis 1-0, memperlihatkan bahwa absennya dukungan langsung dari tribun tidak menyurutkan semangat mereka.

Stadion Kapten I Wayan Dipta, yang merupakan markas dari Bali United, kali ini menjadi lokasi digelarnya laga antara PSBS Biak dan Persebaya Surabaya. Pemilihan stadion di Bali ini tentunya menambah nuansa tersendiri, namun tanpa penonton, atmosfer di stadion tersebut jelas akan berbeda. Biasanya, Stadion Kapten I Wayan Dipta dikenal dengan dukungan fanatik dari suporter lokal ketika Bali United berlaga, namun pada pertandingan ini, tribun akan kosong dan sunyi.

Dari sisi psikologis, absennya dukungan langsung dari tribun bisa memengaruhi performa para pemain, baik PSBS Biak sebagai tuan rumah maupun Persebaya Surabaya sebagai tim tamu.

Meski begitu, Persebaya Surabaya memiliki pengalaman menghadapi situasi ini. Di tengah kondisi tanpa penonton, tim asuhan Paul Munster tetap mampu menjaga fokus dan meraih hasil yang memuaskan. Tentu, para pemain Persebaya Surabaya akan kembali mengandalkan kemampuan taktik dan mentalitas baja yang selama ini menjadi senjata mereka untuk mencuri poin dari lawan.

Jika melihat data jumlah penonton yang hadir dalam laga-laga Persebaya Surabaya Surabaya hingga pekan kelima Liga 1 Indonesia 2024/2025, tampak bahwa laga kandang Green Force selalu disambut antusias oleh ribuan pendukung setia mereka. Pada laga pembuka musim melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo, sebanyak 25.632 penonton memadati tribun untuk mendukung langsung skuad Persebaya Surabaya. Kemenangan 1-0 atas PSS Sleman menjadi momen pembuka yang sempurna bagi Persebaya Surabaya dan suporter mereka.

Namun, pada laga tandang melawan Malut United di pekan kedua, pertandingan tersebut digelar tanpa penonton. Meski begitu, Persebaya Surabaya tetap tampil solid dan meraih hasil imbang 0-0 di laga tersebut.

Kembali berlaga di hadapan pendukungnya, Persebaya Surabaya berhasil mengalahkan Barito Putera dengan skor 2-1 di pekan ketiga. Laga ini dihadiri oleh 7.576 penonton yang memadati tribun Stadion Gelora Bung Tomo. Euforia kemenangan ini kembali dirasakan oleh para pendukung Green Force saat Persebaya Surabaya menaklukkan Persis Solo 2-1 di pekan kelima, di mana 13.189 penonton hadir untuk memberikan dukungan penuh kepada tim kesayangan mereka.

Namun, laga tandang lainnya melawan Persita Tangerang pada pekan keempat kembali digelar tanpa penonton. Meski begitu, Persebaya Surabaya berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 dalam pertandingan tersebut, menunjukkan bahwa ketidakhadiran penonton tidak mengurangi daya juang mereka.

Pertandingan melawan PSBS Biak di pekan keenam ini menjadi momen penting bagi Persebaya Surabaya untuk melanjutkan tren positif mereka. Meski tanpa dukungan langsung dari tribun, Persebaya Surabaya tetap memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan. Pelatih Paul Munster dipastikan akan mempersiapkan timnya dengan matang, mengingat PSBS Biak bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore