Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 September 2024 | 16.49 WIB

Andre Oktaviansyah Buka Suara Pasca Kartu Merah Kontroversial untuk Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia

Kartu merah Andre Oktaviansyah akan jadi momentum penting dalam kariernya di Persebaya Surabaya dalam mengarungi kerasnya Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram/@andreoktvn7) - Image

Kartu merah Andre Oktaviansyah akan jadi momentum penting dalam kariernya di Persebaya Surabaya dalam mengarungi kerasnya Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram/@andreoktvn7)

JawaPos.com — Pertandingan pekan keempat Liga 1 Indonesia 2024/2025 antara Persebaya Surabaya melawan Persita Tangerang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Sabtu (14/9), membawa kemenangan bagi Green Force.

Namun, kemenangan tersebut diwarnai dengan insiden yang meninggalkan catatan negatif, khususnya bagi gelandang bertahan Persebaya Surabaya, Andre Oktaviansyah. Pada menit ke-90+8, Andre diusir keluar lapangan setelah menerima kartu merah langsung akibat tindakannya yang dianggap tidak sportif.

Laga tersebut, meski berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Persebaya Surabaya, memunculkan peringatan serius dari pelatih Paul Munster. Dia menyoroti banyaknya kartu yang diterima oleh pemain-pemain Persebaya Surabaya selama pertandingan.

Selain Andre Oktaviansyah yang diusir dari lapangan, ada tiga pemain Persebaya Surabaya lainnya yang harus berhati-hati di pertandingan selanjutnya akibat kartu kuning yang diterima, yakni Malik Risaldi pada menit ke-56, Flavio Silva pada menit ke-69, dan Riswan Lauhin pada menit ke-90.

Pelatih asal Irlandia Utara tersebut menilai, meskipun timnya tampil baik dan berhasil mengamankan tiga poin, tindakan-tindakan yang menghasilkan kartu kuning dan merah harusnya dapat dihindari. Menurut Paul Munster, beberapa kejadian seharusnya tidak terjadi jika para pemain bisa lebih menahan emosi dan bermain lebih disiplin.

“Saya sudah berbicara dengan mereka secara pribadi mengenai situasi ini. Jadi, ini bukan hal yang besar. Tapi, mereka akan belajar dari hal ini untuk lebih berhati-hati," ujar Paul Munster dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.

Mantan pelatih Bhayangkara FC itu menambahkan bahwa penting bagi pemain untuk mengendalikan emosi, terutama di laga-laga krusial seperti ini.

Namun, perhatian terbesar tentu saja tertuju pada insiden kartu merah yang diterima oleh Andre Oktaviansyah. Pada saat tambahan waktu, Andre Oktaviansyah melakukan pelanggaran yang melibatkan pemukulan ke bagian belakang tubuh salah satu pemain Persita Tangerang. Aksi ini langsung direspons oleh wasit dengan kartu merah tanpa peringatan.

Dalam komentarnya mengenai insiden tersebut, Paul Munster memberikan pembelaan terhadap Andre Oktaviansyah. Dia meyakini bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan karakter Andre Oktaviansyah sebenarnya.

Menurut Paul Munster, Andre Oktaviansyah adalah pemain yang baik dan sebelumnya tidak pernah memiliki rekam jejak melakukan pelanggaran serius.

"Saya tahu Andre bukan tipe pemain yang melakukan pelanggaran kartu merah seperti itu. Saya tahu dia pemain yang baik. Sebelumnya dia tidak pernah melakukan hal seperti itu, dan tidak akan melakukannya lagi," kata Paul Munster.

Pelatih yang malang-melintang di klub Eropa tersebut juga menegaskan bahwa kejadian ini adalah hasil dari emosi sesaat. Menurutnya, Andre Oktaviansyah kehilangan kendali di detik-detik akhir pertandingan, yang akhirnya berujung pada pelanggaran tersebut.

Paul Munster yakin bahwa Andre Oktaviansyah telah belajar dari kesalahannya dan akan lebih bijaksana di pertandingan-pertandingan berikutnya.

Selain memberikan pembelaan, Paul Munster juga memastikan bahwa pihak klub telah memberikan peringatan keras kepada Andre Oktaviansyah untuk tidak mengulangi tindakan serupa. Sang gelandang bertahan juga telah berjanji kepada tim dan rekan-rekannya bahwa dia akan bermain dengan lebih tenang dan disiplin di laga-laga mendatang.

Tidak hanya dari sisi pelatih, Andre Oktaviansyah sendiri juga akhirnya buka suara terkait insiden kartu merah yang menimpanya. Melalui akun Instagram pribadinya, @andreoktvn7, Andre Oktaviansyah mengakui bahwa apa yang terjadi di lapangan adalah bentuk kekhilafannya dan dia tidak berniat untuk mencederai lawan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore