
Persebaya Surabaya punya sejarah panjang sebagai tim tangguh yang syarat prestasi di Liga Indonesia. (Persebaya.id)
JawaPos.com — Tiga dekade telah berlalu, namun kenangan comeback dramatis Persebaya Surabaya pada kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1991-1992 tetap membekas di benak para Bonek.
Tepatnya pada 25 Februari 1992, momen penuh ketegangan terjadi di Stadion Utama Senayan (kini bernama Stadion Utama Gelora Bung Karno) saat Green Force berjuang keras melawan PSDS Deli Serdang dalam pertandingan penentuan babak enam besar.
Saat itu, Persebaya Surabaya berada di situasi genting. Setelah mengalami kekalahan menyakitkan dari Persib Bandung dengan skor 1-2, mereka harus memenangkan laga ini jika ingin lolos ke babak semifinal. Kemenangan adalah harga mati. Namun, harapan seolah pupus saat laga baru berjalan 24 menit. PSDS Deli Serdang, yang dikenal dengan julukan Traktor Kuning, unggul dua gol cepat.
Gol pertama dicetak oleh Eka M. pada menit ke-17, dan tujuh menit kemudian, Legirin menggandakan keunggulan PSDS, membuat para pendukung Persebaya Surabaya di stadion dan di rumah terhenyak.
Situasi semakin suram karena penampilan anak-anak Surabaya terlihat tak mampu menahan gempuran lawan. Hingga babak pertama usai, Persebaya Surabaya hanya mampu mencetak satu gol balasan melalui Winedy Purwito pada menit ke-36.
Skor 1-2 di paruh waktu jelas tidak menguntungkan bagi Persebaya Surabaya. Perlu keajaiban untuk membalikkan keadaan. Di ruang ganti, suasana tentu penuh tekanan. Namun, di situlah peran manajer tim kala itu, Dahlan Iskan, dan penasihat Persebaya Surabaya, M. Barmen, menjadi krusial.
Kedua tokoh ini memberikan suntikan semangat yang luar biasa bagi para pemain. Dalam pidatonya, Dahlan Iskan menekankan bahwa sejarah besar Persebaya Surabaya dan harapan ribuan pendukung mereka yang selalu setia menjadi motivasi utama untuk bangkit.
Kata-kata penuh inspirasi itu membakar semangat skuad Green Force. Memasuki babak kedua, perubahan signifikan terlihat dalam permainan Persebaya Surabaya. Tim yang sebelumnya tertekan kini berbalik menekan habis-habisan. Kepercayaan diri yang sempat merosot kini kembali terbangun. Dan, hasilnya tak lama kemudian muncul.
Pada menit ke-58, Ali Zaini, yang bermain dengan determinasi tinggi, berhasil mencetak gol penyama kedudukan. Gol ini menjadi titik balik pertandingan. Gelombang serangan Persebaya Surabaya semakin menggila, dan PSDS terlihat mulai kewalahan menghadapi gempuran bertubi-tubi dari skuad Green Force. Dukungan dari tribun yang tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel, semakin menyulut semangat para pemain.
Puncaknya terjadi pada menit ke-79, saat Yusuf Ekodono, pemain andalan Persebaya Surabaya, berhasil mencetak gol ketiga yang memastikan kemenangan bagi timnya. Gol tersebut tak hanya membawa Persebaya Surabaya unggul 3-2, tetapi juga menegaskan mental baja mereka dalam menghadapi tekanan.
Suasana stadion yang semula tegang berubah menjadi sorak sorai kegembiraan, baik di kalangan pemain, ofisial, maupun para suporter. Suporter Persebaya Surabaya yang hadir di Senayan pun merayakan momen ini dengan penuh suka cita.
Kemenangan dramatis ini tak hanya mengantarkan Persebaya Surabaya ke semifinal dengan status runner-up Grup I di bawah Persib Bandung, tetapi juga membuktikan bahwa mereka adalah tim yang tangguh dan tak mudah menyerah.
Dalam laga semifinal, Persebaya Surabaya harus menghadapi tantangan besar lainnya, yakni melawan PSMS Medan, yang saat itu dikenal sebagai tim kuat di kancah sepak bola nasional.
Namun, terlepas dari hasil di semifinal, comeback heroik yang ditunjukkan Persebaya Surabaya saat melawan PSDS Deli Serdang menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan klub ini. Bukan hanya soal kemenangan, tapi bagaimana mentalitas baja yang ditunjukkan para pemain mampu mengubah jalannya pertandingan yang nyaris berakhir dengan kekalahan menjadi kemenangan manis.
Peristiwa ini pula yang semakin mengukuhkan ikatan emosional antara Persebaya Surabaya dan para pendukungnya. Suporter yang selalu setia mendukung tim kesayangannya, di momen sulit sekalipun, merasa bahwa mereka bukan hanya penonton, melainkan bagian dari tim yang juga berjuang di lapangan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
