
Ardi Idrus (kanan) meski lama tak cetak gol di Liga 1 Indonesia, dia punya peran krusial dalam memutus serangan lawan dan membangun serangan Persebaya Surabaya. (Instagram/@officialpersebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya tampil cukup solid di awal Liga 1 Indonesia 2024/2025. Dengan raihan 7 poin dari tiga pertandingan, skuad Green Force menunjukkan performa yang menjanjikan, baik di lini depan maupun lini belakang.
Namun, salah satu nama yang mencuri perhatian adalah full-back tangguh mereka, Ardi Idrus. Pemain yang baru bergabung dengan status pinjaman dari Bali United ini langsung memberikan dampak signifikan bagi skuad asuhan Paul Munster, khususnya dalam urusan bertahan.
Ardi Idrus menjadi salah satu pemain paling visioner yang dimiliki Persebaya Surabaya. Bek kiri yang punya kecepatan dan ketangguhan dalam bertahan ini tidak hanya kuat dalam duel satu lawan satu, tetapi juga memiliki kemampuan luar biasa dalam membaca permainan lawan.
Hal ini tercermin dari statistik cemerlang yang ditorehkannya dalam tiga laga awal Liga 1 Indonesia 2024/2025 musim ini. Berdasarkan data dari Statoskop, Ardi Idrus berhasil mencatatkan 13 intersep, sebuah angka yang membuatnya menjadi pemain dengan catatan intersep tertinggi di skuad Persebaya Surabaya.
Keberadaan Ardi di lini belakang Green Force jelas memberikan rasa aman bagi para pemain lain. Tidak hanya mengandalkan kecepatan untuk mengejar lawan, Ardi Idrus juga memiliki insting yang kuat dalam menutup celah dan memutus alur serangan tim lawan.
Dalam sepak bola modern, peran bek tak hanya sekadar menjaga wilayahnya, tapi juga memulai serangan dari belakang. Dan, itulah yang sering dilakukan Ardi Idrus dengan kecakapannya membaca permainan.
Selain catatan intersep, Ardi Idrus juga menunjukkan performa impresif di aspek pertahanan lainnya. Dia tercatat melakukan 13 tekel, dengan tiga di antaranya berhasil dilakukan dengan sempurna. Angka ini menunjukkan betapa tangguhnya bek berusia 31 tahun ini dalam menjaga sisi kiri pertahanan Persebaya Surabaya.
Sapuan yang dilakukannya juga tak kalah penting, meskipun hanya mencatatkan dua sapuan, setiap aksinya selalu berada di momen krusial untuk menghalau bola berbahaya dari kotak penalti.
Jika dibandingkan dengan bek-bek lain di Liga 1 Indonesia, performa Ardi Idrus memang patut diacungi jempol. Pemain asli Ternate ini tidak hanya mengandalkan fisik, tapi juga otaknya dalam mengantisipasi pergerakan lawan.
Dalam sepak bola, intersep adalah aksi penting yang menunjukkan bagaimana seorang pemain bisa memahami pergerakan lawan dan dengan cepat mengambil keputusan yang tepat untuk memotong bola. Ardi Idrus melakukannya dengan sangat baik, hingga dia berhasil mencatatkan 13 intersep hanya dalam tiga pertandingan. Angka tersebut menunjukkan betapa visionernya dia dalam mengantisipasi arah permainan.
Ardi Idrus bukan nama asing di kancah sepak bola Indonesia. Sebelum bergabung dengan Persebaya Surabaya, dia telah membela sejumlah klub besar di Liga 1 Indonesia, termasuk Persib Bandung dan Bali United.
Di Bali United, Ardi Idrus menjadi salah satu pemain kunci dalam kesuksesan tim tersebut di bawah komando Stefano Cugurra. Pengalamannya di berbagai klub besar inilah yang membuatnya menjadi bek tangguh dengan visi permainan yang sangat baik.
Meski baru bergabung di Liga 1 Indonesia 2024/2025, Ardi Idrus langsung menyatu dengan skema permainan yang diterapkan oleh Paul Munster. Kehadirannya memberikan dimensi baru bagi lini belakang Persebaya Surabaya, yang tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga kecerdasan dalam memprediksi pergerakan lawan.
Paul Munster, yang dikenal sebagai pelatih dengan gaya permainan menyerang, tentu sangat terbantu dengan kehadiran Ardi Idrus yang bisa berfungsi ganda sebagai bek dan inisiator serangan balik.
Kemampuan Ardi Idrus dalam memulai serangan dari lini belakang juga tak bisa dianggap remeh. Dengan intersep yang dilakukannya, dia sering kali menjadi pemain pertama yang membuka ruang untuk serangan balik cepat Persebaya Surabaya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
