
Jay Idzes percaya diri berikan yang terbaik untuk rakyat Indonesia bersama Timnas Indonesia ketika ditunjuk sebagai kapten skuad Garuda. (Dok. PSSI)
JawaPos.com — Pilihan mengejutkan datang dari Shin Tae-yong jelang laga krusial Timnas Indonesia melawan Arab Saudi pada Kualifikasi Piala Dunia 2026. Bek tangguh Jay Idzes dipastikan akan mengenakan ban kapten untuk pertama kalinya saat berseragam Garuda.
Pemain yang saat ini memperkuat Venezia FC di Serie A tersebut menjadi sosok yang dipercaya memimpin skuad Garuda pada pertandingan Kamis (5/9) waktu setempat atau Jumat (6/9) dini hari WIB.
Bukan tanpa alasan, keputusan Shin Tae-yong memilih Jay Idzes sebagai kapten ini berdasarkan banyak pertimbangan yang matang. Pengalaman bermain di level tertinggi Eropa, khususnya di kompetisi Serie A, membuat Jay Idzes memiliki kualitas kepemimpinan yang mumpuni.
Hal tersebut terungkap saat konferensi pers jelang laga melawan Arab Saudi yang digelar Rabu (4/9). Dalam sesi tersebut, Jay Idzes turut hadir mendampingi pelatih asal Korea Selatan itu sebagai perwakilan dari pemain, sebuah sinyal kuat bahwa peran penting sudah menantinya.
Keputusan menjadikan Idzes sebagai kapten tentu membuat banyak pihak penasaran, mengingat ini adalah kali pertama dia dipercaya memimpin di lapangan bersama Timnas Indonesia.
Namun, penunjukan Idzes tampaknya sudah disiapkan dengan matang oleh Shin Tae-yong, yang menilai pemain berusia 24 tahun ini punya semua yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin di lapangan.
Jay Idzes tidak hanya datang ke Timnas Indonesia sebagai pemain biasa. Kehadirannya membawa angin segar bagi lini pertahanan Garuda dengan pengalaman yang dia miliki di Serie A, salah satu liga terbaik di dunia.
Di Venezia FC, Idzes tidak hanya menjadi pemain penting, tetapi juga membuktikan dirinya mampu bersaing dengan pemain-pemain kelas dunia. Pengalaman ini menjadi aset berharga untuk Timnas Indonesia, terutama saat menghadapi lawan berat seperti Arab Saudi.
"Ya, tentu saja dalam segala cara saya mencoba membantu semua orang di tim," ujar Jay Idzes dalam konferensi pers. "Tentu saya bermain di level tertinggi (Serie A), saya memberi tahu semua pemain di dalam maupun luar lapangan, apa yang penting, apa yang harus dilakukan," tambahnya.
Sikap rendah hati dan keinginan untuk terus berbagi pengalaman dengan rekan setim adalah salah satu kualitas kepemimpinan yang dimiliki Idzes. Meski bermain di liga yang lebih kompetitif, Idzes tidak merasa superior dibanding pemain lain di Timnas Indonesia.
Idzes menegaskan bahwa setiap pemain yang ada di tim ini adalah yang terbaik dari seluruh negeri dan mereka semua layak untuk berada di sana.
"Bukan mereka tidak bermain di level tinggi, tetapi kami bermain sesuai attitude. Mereka juga bermain di level tertinggi, kita semua adalah pemain terbaik dari seluruh negeri," tambah Jay Idzes menegaskan kesetaraan yang ada dalam skuad Garuda.
Salah satu alasan kuat lainnya mengapa Jay Idzes dipilih menjadi kapten adalah filosofi bermain yang dia dapatkan selama bermain di Italia. Liga Italia dikenal dengan pendekatan taktis yang sangat disiplin, terutama dalam hal pertahanan.
Sebagai seorang bek, Jay Idzes telah belajar banyak tentang bagaimana menjaga formasi, komunikasi di lapangan, serta pentingnya kedisiplinan. "Selalu bersama dalam formasi, itu yang saya pelajari di Italia," ujar Jay Idzes.
Filosofi ini akan sangat berguna saat menghadapi Arab Saudi, yang dikenal memiliki permainan cepat dan agresif. Jay Idzes dengan kemampuan taktisnya akan menjadi sosok kunci dalam mengatur barisan pertahanan dan memastikan seluruh pemain tetap dalam posisi yang benar.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
