Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Agustus 2024 | 21.53 WIB

Jersey Merah ala Timnas Maroko Bikin Hoki Persebaya Surabaya, Ayo Lanjutkan!

Mohammed Rashid ketika merayakan gol kemenangannya untuk Persebaya Surabaya di pekan ketiga Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram/@officialpersebaya) - Image

Mohammed Rashid ketika merayakan gol kemenangannya untuk Persebaya Surabaya di pekan ketiga Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram/@officialpersebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya menorehkan catatan manis dalam pekan ketiga Liga 1 Indonesia 2024/2025. Mereka berhasil sapu bersih kemenangan di kandang dan mencuri poin di laga tandang, membuat tim asuhan Paul Munster ini nyaman berada di papan atas dengan torehan tujuh poin.

Namun, di balik prestasi ini, ada satu hal menarik yang menjadi sorotan, yakni hoki dari jersey merah mereka yang mirip dengan jersey Timnas Maroko.

Selama bulan kemerdekaan, Persebaya Surabaya memilih menggunakan jersey berwarna merah sebagai alternate jersey, bukan warna hitam yang sebelumnya menemani mereka di musim sebelumnya.

Jersey merah ini bukan hanya sekadar pilihan desain, tetapi juga membawa aura kemenangan yang semakin memperkuat posisi Persebaya Surabaya di kompetisi. Dalam dua pertandingan kandang di bulan Agustus, yakni melawan PSS Sleman dan Barito Putera, Persebaya Surabaya tak terkalahkan di kandang, sebuah tren yang seakan mengukuhkan ‘hoki’ jersey merah di momen spesial perayaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Persebaya Surabaya merilis jersey ketiga mereka pada Minggu, 4 Agustus 2024, tepat sebelum kompetisi Liga 1 Indonesia dimulai. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini jersey alternate berwarna merah dipilih untuk memperingati bulan bersejarah bagi Indonesia, Agustus.

Peluncuran jersey merah ini bertepatan dengan acara team launching di Stadion Gelora Bung Tomo, di mana ribuan Bonek menyaksikan langsung para punggawa Green Force beraksi. Warna merah yang mencolok ini memang unik, terutama jika dibandingkan dengan alternate jersey Persebaya Surabaya sebelumnya yang lebih sering berwarna hitam.

Meski demikian, unsur hijau yang menjadi kebesaran tim Green Force tetap dipertahankan. Warna hijau tersebut muncul di bagian dada jersey, menyimbolkan identitas tim yang tetap kukuh meski warna jersey berubah. Kehadiran warna merah ini tentu saja tidak hanya sekadar estetika. Warna tersebut menjadi simbol perjuangan yang sesuai dengan semangat Persebaya Surabaya yang tak kenal lelah untuk terus berjuang di setiap pertandingan, mirip dengan perjuangan bangsa Indonesia di bulan kemerdekaan.

Tidak hanya jersey pemain yang bernuansa merah, jersey kiper Persebaya Surabaya pun berwarna putih, melengkapi kombinasi merah-putih yang sangat identik dengan warna bendera Indonesia. Semangat patriotisme ini tampak jelas dari pilihan warna yang diusung Persebaya Surabaya, seolah ingin menunjukkan bahwa mereka bukan hanya berjuang untuk Surabaya, tetapi juga untuk Indonesia.

Tak heran jika jersey ini membawa hoki tersendiri bagi tim, membuat mereka tetap tak terkalahkan di laga kandang sepanjang Agustus tahun ini.

Penggunaan jersey merah ini juga mendapat respons positif dari para Bonek, yang merasa bangga dengan inovasi warna yang digunakan oleh klub kesayangan mereka. Meski semula agak terkejut melihat warna yang berbeda dari biasanya, lambat laun mereka merasa jersey merah ini membawa keberuntungan bagi Persebaya Surabaya.

Dengan kemenangan yang diraih atas PSS Sleman dan Barito Putera di Gelora Bung Tomo, aura kemenangan ini semakin melekat pada jersey merah Persebaya Surabaya.

Namun, perlu diketahui, ini bukan kali pertama Persebaya Surabaya menggunakan jersey merah. Di masa lalu, tepatnya pada 1994, Persebaya Surabaya juga pernah tampil dengan seragam merah di babak delapan besar Perserikatan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Pada saat itu, Persebaya Surabaya juga menunjukkan performa gemilang dengan mengenakan warna merah. Yongki Kastanya, salah satu legenda hidup Persebaya Surabaya, mengingat jelas momen tersebut. Dia bercerita pada 9 April 1994, Persebaya Surabaya bermain dengan jersey merah saat menghadapi Persegres di babak delapan besar, dan berhasil menang 2-0.

Cerita serupa juga disampaikan oleh Maura Hally, yang juga ikut merasakan kemenangan saat mengenakan jersey merah di pertandingan yang sama.

“Saya ingat, momen itu, tepatnya pada tanggal 9 April 1994, kami bermain menggunakan jersey Persebaya warna merah di Senayan,” kata Yongki Kastanya dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore