
Marselino Ferdinan merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Filipina U-15. (dok. Persebaya.id)
JawaPos.com — Nama Marselino Ferdinan mulai dikenal publik sepak bola Indonesia sejak medio 2019, saat ia masih menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-15. Kiprahnya di atas lapangan membuatnya disebut sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan yang pernah dimiliki negeri ini.
Kini, pemain yang pernah mengukir prestasi bersama Persebaya Surabaya tersebut resmi menjadi bagian dari Oxford United di Liga Inggris. Namun, perjalanan kariernya hingga mencapai titik ini penuh dengan dinamika yang menarik untuk diulas.
Pada musim 2019 Marselino Ferdinan memulai musimnya di Kompetisi Kapal Api Persebaya (KKAP) Seri A U-15. Pada saat itu, ia bermain untuk klub Bintang Timur, dan langsung menunjukkan bakatnya dengan mencetak tiga gol dalam empat pertandingan awal musim.
Meski sempat mendapatkan kartu kuning di laga pertamanya, Marselino tidak butuh waktu lama untuk memperlihatkan kualitasnya.
Di pekan ketiga, ia mencetak dua gol dalam kemenangan 6-0 atas Haggana, dan menambah satu gol lagi di pekan keempat saat Bintang Timur menang 4-0 atas Al Rayyan.
Bakatnya yang luar biasa membuatnya dilirik oleh tim Persebaya U-16, di mana ia melanjutkan penampilan gemilangnya. Dalam ajang Elite Pro Academy U-16, Marselino kembali mencatatkan namanya di papan skor, meski timnya kalah 1-2 dari Kalteng Putra pada 3 Mei 2019.
Namun, performa cemerlangnya berlanjut ketika ia mencetak gol penentu kemenangan 2-1 atas Borneo FC. Penampilan impresifnya di level junior ini membuat Marselino dipanggil untuk memperkuat timnas Indonesia U-15 dalam ajang Piala AFF U-15 2019.
Di ajang Piala AFF U-15 2019, Marselino semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain muda terbaik Indonesia.
Pemain kelahiran 9 September 2004 ini mencetak lima gol dari lima pertandingan, menjadikannya predator di lini depan timnas U-15 yang saat itu dilatih oleh Bima Sakti.
Performanya yang konsisten dan kemampuannya dalam mencetak gol membuat Marselino menjadi andalan tim di setiap pertandingan.
Kesuksesan di level junior tidak hanya berhenti di situ. Marselino terus menunjukkan perkembangan pesat dalam permainannya. Termasuk saat menjadi andalan di tim Persebaya senior di Liga 1.
Dia kemudian menjadi bagian dari tim Indonesia U-22 yang berhasil menjuarai SEA Games 2023, sebuah pencapaian yang sangat bersejarah karena ini adalah kali pertama Indonesia meraih medali emas di ajang tersebut dalam 32 tahun terakhir.
Marselino juga mencatatkan dirinya sebagai pencetak gol internasional termuda bagi Indonesia, sebuah rekor yang mengukuhkan dirinya sebagai talenta besar yang dimiliki oleh negeri ini.
Setelah menunjukkan performa yang gemilang di Indonesia, Marselino Ferdinan memutuskan untuk mencoba peruntungan di Eropa. Pada Januari 2023, ia bergabung dengan KMSK Deinze, klub yang berlaga di divisi dua Liga Belgia.
Kepindahannya ini menjadi langkah penting dalam kariernya, membuka jalan bagi Marselino untuk menimba ilmu dan pengalaman di salah satu kompetisi sepak bola yang lebih kompetitif di Eropa.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
