
Lini depan Persebaya Surabaya akan tunjukkan keganasannya hari ini, Minggu (11/8) kontra PSS Sleman. (Instagram/@officialpersebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya dan PSS Sleman akan memulai petualangan mereka di Liga 1 Indonesia 2024/2025 dengan saling berhadapan di laga perdana.
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Minggu (11/8) pukul 19.00 WIB ini, dipastikan akan menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim, terutama bagi Persebaya Surabaya yang di musim lalu mengalami keterpurukan, khususnya di lini depan.
Musim lalu, Persebaya Surabaya mencatatkan salah satu rekor yang kurang membanggakan dalam sejarah mereka di Liga 1 Indonesia. Dengan hanya mencetak 33 gol sepanjang musim, Green Force menjadi tim dengan jumlah gol paling sedikit di antara 18 peserta Liga 1 Indonesia 2023/2024.
Angka ini tentu menjadi catatan kelam yang ingin segera diperbaiki oleh anak asuh Paul Munster pada musim ini. Tidak hanya itu, lini pertahanan Persebaya Surabaya juga harus bekerja lebih keras, setelah kebobolan sebanyak 46 gol dalam satu musim, sebuah angka yang jauh dari harapan untuk tim sebesar Persebaya Surabaya.
Di sisi lain, PSS Sleman juga memiliki masalah yang hampir serupa, meskipun tidak seburuk Persebaya Surabaya. Tim asal Sleman ini berhasil mencetak 49 gol sepanjang musim lalu, namun lini belakang mereka juga menjadi titik lemah dengan kebobolan sebanyak 53 gol.
Kedua tim ini, yang sama-sama kebobolan lebih dari 40 gol dalam satu musim, tentu ingin memperbaiki catatan buruk tersebut dan menunjukkan performa yang lebih baik di musim 2024/2025.
Dalam hal statistik, kedua tim memiliki beberapa catatan yang menarik untuk diperhatikan. Persebaya Surabaya, dengan 33 golnya, jelas menjadi tim dengan produktivitas terendah di Liga 1 musim lalu.
Dengan total tembakan sebanyak 343 dan hanya 118 tembakan yang tepat sasaran, Green Force jelas memiliki masalah serius dalam hal efektivitas serangan. Penguasaan bola rata-rata sebesar 48% dan total operan sebanyak 12.480 dengan akurasi 78% menunjukkan bahwa Persebaya Surabaya sering menguasai bola, namun tidak efektif dalam penyelesaian akhir.
Di lini pertahanan, Persebaya Surabaya juga mencatatkan statistik yang cukup mengkhawatirkan. Dengan 546 tekel dan 808 intersep, tim ini memang cukup agresif dalam bertahan, namun jumlah kebobolan yang mencapai 46 gol menunjukkan bahwa ada masalah dalam koordinasi dan konsistensi di lini belakang.
Salah satu pemain yang cukup menonjol dalam Persebaya Surabaya musim lalu adalah Kasim Botan. Meski lini depan Persebaya Surabaya terbilang tumpul, Kasim Botan berhasil mencatatkan 4 assist, menjadi pemain dengan assist terbanyak di timnya. Catatan ini menjadi sedikit titik terang di tengah kegelapan performa Persebaya Surabaya pada musim 2023/2024.
PSS Sleman, meskipun lebih produktif dengan 49 gol, juga memiliki masalah yang tidak kalah serius. Dengan total tembakan sebanyak 391 dan 121 di antaranya tepat sasaran, PSS Sleman memiliki efektivitas yang sedikit lebih baik dibandingkan Persebaya Surabaya.
Penguasaan bola mereka rata-rata mencapai 49%, sedikit lebih baik dari Persebaya Surabaya, dengan total operan 12.375 dan akurasi operan 76%. Namun, lini belakang mereka yang kebobolan 53 gol menunjukkan bahwa PSS Sleman juga harus memperkuat pertahanan jika ingin bersaing di papan atas musim ini.
Fakta menarik lainnya dari PSS Sleman adalah catatan duel udara mereka yang cukup mengejutkan. Dengan total 114 kekalahan dalam duel udara, PSS Sleman menjadi tim yang paling banyak kalah dalam duel udara di Liga 1 Indonesia 2023/2024. Ini menunjukkan bahwa PSS Sleman memiliki kelemahan dalam menghadapi bola-bola atas, sesuatu yang bisa dimanfaatkan oleh Persebaya Surabaya dalam pertandingan nanti.
Ricky Cawor menjadi pemain yang cukup menonjol di PSS Sleman musim lalu dengan 18 tembakan ke gawang, menjadi yang terbanyak dari seluruh pemain PSS Sleman. Kontribusinya di lini depan tentu akan sangat diandalkan oleh PSS Sleman dalam menghadapi Persebaya Surabaya yang memiliki masalah di lini belakang.
Pertandingan ini tidak hanya menjadi ajang untuk memulai musim baru dengan kemenangan, tetapi juga menjadi momen penting bagi kedua tim untuk membuktikan bahwa mereka telah belajar dari kesalahan musim lalu.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
