
Sosok Rizky Ridho (kanan) dan Rachmat Irianto saat memperkuat Timnas Indonesia. (PSSI)
JawaPos.com - Baru-baru ini, nama Rizky Ridho kembali mencuri perhatian, terlebih ketika dia didapuk menjadi kapten Persija Jakarta di ajang Piala Presiden 2024. Rizky terpilih meski dalam skuad Macan Kemayoran terdapat nama-nama beken macam Andritany Ardhiyasa atau Ondrej Kudela.
Pemain bertahan yang kini menjadi salah satu pilar utama di lini pertahanan Timnas Indonesia ini merupakan salah satu produk terbaik dari akademi Persebaya Surabaya. Jika dilihat dari style-nya, Rizky Ridho dianggap mirip dengan Rachmat Irianto, yakni sama-sama selalu tampil rapi dengan memasukkan jersey ke celana.
Namun, kemiripan mereka dalam gaya bermain adalah sama-sama memiliki jiwa kepemimpinan. Selain Ridho, yang kini menjadi kapten Persija Jakarta, Rachmat Irianto tercatat beberapa kali menjadi kapten dari Persib Bandung sebelum dipegang secara penuh oleh Marc Klok.
Di bawah bimbingan Bejo Sugiantoro, legenda hidup Persebaya, Ridho berkembang pesat. Bejo yang pernah menjadi pelatih Ridho mulai Persebaya U-17 hingga asisten di tim senior, memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kemampuan Ridho di lapangan.
Bejo sendiri melihat banyak potensi dalam diri Ridho, mengingatkannya pada Rachmat Irianto, pemain yang juga dibesarkan di akademi yang sama.
Pengamat sepak bola Irzi Ahmad, melalui tulisannya di Medium, menyebut bahwa Rizky Ridho mmemiliki kemampuan berpikir yang cepat, dan punya kemampuan teknis dan fisik yang mumpuni. Hal tersebut diyakini karena campur tangan dari Bejo Sugiantoro yang memiliki kemampuan serupa.
Bejo, yang pernah menjadi bek tangguh di masa jayanya, memberikan pengaruh besar pada Ridho. Latihan keras dan disiplin yang diterapkan Bejo membuat Ridho tumbuh menjadi pemain yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang dalam berpikir dan mengambil keputusan di lapangan.
Kesamaan dengan Rachmat Irianto
Ridho sering kali disebut memiliki kesamaan dengan Rachmat Irianto, terutama dalam hal kemampuan bertahan dan kepemimpinan di lapangan. Kedua pemain ini sama-sama memiliki ketenangan dalam mengontrol permainan dari lini belakang, serta kemampuan membaca permainan yang baik.
Ridho mulai mendapatkan tempat di tim utama Persebaya pada usia 18 tahun. Performanya yang konsisten membuatnya cepat menjadi pilihan utama di posisi bek tengah. Kepiawaiannya dalam mengawal lini pertahanan membuatnya menjadi pemain yang diandalkan oleh pelatih.
Sementara itu, di usia satu tahun lebih muda, Rachmat Irianto yang kala itu masih bermain sebagai pemain bertahan telah berhasil menembus tim utama Green Force dan mengantarkan tim promosi ke Liga 1 2018.
Keunggulan Rizky Ridho atas Rachmat Irianto, dan Sebaliknya
Ridho dikenal memiliki keunggulan dalam duel udara dan kemampuan intersep yang baik. Selain itu, visinya dalam membangun serangan dari belakang juga menjadi nilai tambah yang membuatnya sering dilibatkan dalam skema permainan tim.
Sementara itu, Rachmat Irianto adalah pemain yang memiliki gaya versatile alias bisa bermain di banyak posisi. Rian pernah bermain sebagai bek kanan, kiri, atau tengah, sebelum sekarang bertransformasi menjadi gelandang.
Dengan usia keduanya yang masih muda, banyak yang berharap Ridho dan Rian akan terus berkembang dan menjadi pemain kunci tidak hanya di klubnya masing-masing, tetapi juga di Timnas Indonesia senior.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
