Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juli 2024 | 23.11 WIB

Membaca Kembali Akar Sejarah Bonek dalam Kontribusinya Pada Persebaya Surabaya dan Sepak Bola Tanah Air

Penulis buku, Raden Roro Nanik Setyowati (tengah-bersyal) bersama jajaran pimpinan dan dosen selingkung Fisipol UNESA. (unesa.ac.id)


JawaPos.com — Pekan Fisipol Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tahun ini menorehkan catatan penting dalam upaya memahami lebih dalam dinamika suporter sepak bola di Indonesia, khususnya Bonek. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah bedah buku "Sosiologi Bonek: Memahami Akar Kekerasan Perilaku Suporter Bonek" yang digelar di Aula lantai 3, gedung Fisipol, Kampus 1 Ketintang, pada Selasa, 23 Juli 2024.

Baca Juga: Ketahui, 3 Kandungan yang Membahayakan dari Seblak dan Dampak Buruknya bagi Kesehatan!

Buku ini ditulis oleh Raden Roro Nanik Setyowati, seorang dosen di kampus 'Rumah Para Juara' sebutan untuk Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Melalui karyanya, Nanik mengulas secara komprehensif tentang suporter Bonek dan pengaruh besar mereka dalam sejarah perjalanan dunia sepak bola tanah air. Loyalitas suporter Bonek terhadap klub yang mereka dukung, Persebaya Surabaya, sudah tidak diragukan lagi. Namun, dalam perjalanannya, dinamika dunia suporter Bonek juga tidak lepas dari konflik yang kerap mencuat.

Nanik menjelaskan bahwa buku ini mengupas latar belakang sejarah Persebaya dan Bonek, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kekerasan suporter Bonek, seperti usia, pendidikan, dan ketidakstabilan ekonomi. Selain itu, buku ini juga membahas tentang subkultur kekerasan dalam sepak bola dan teori-teori terkait perilaku kekerasan suporter. "Dinamika disoroti termasuk persepsi masyarakat yang kadang hanya melihat sisi negatif para Bonek yang sebenarnya juga memiliki aspek positif seperti loyalitas, solidaritas, dan rela berkorban," ucapnya dikutip dari laman resmi UNESA.

Baca Juga: Program PESIAR, Kunci Utama Kabupaten Merauke Sukses Capai Predikat UHC

Keputusan Nanik untuk menulis buku ini berakar pada pengalamannya tumbuh di lingkungan sepak bola. "Saya tumbuh di lingkungan sepak bola. Orang Surabaya harus kenal Persebaya, harus kenal Bonek. Orang-orang biasanya melihat Bonek itu buruknya doang, nggak melihat sisi positifnya. Itulah yang melatarbelakangi saya menulis ini," tukasnya. Nanik ingin masyarakat melihat Bonek tidak hanya dari sisi negatif, tetapi juga memahami sisi positif dan kontribusi mereka terhadap klub dan sepak bola tanah air.

Koordinator Bonek Kampus Unesa, Saktyo Manjuto, juga mengungkapkan harapannya bahwa peluncuran buku ini dapat mengubah stigma negatif terhadap suporter Bonek menjadi lebih positif. Mereka berusaha mengubah stigma negatif melalui kegiatan-kegiatan edukatif seperti diskusi, pameran fotografi, dan acara tahunan lainnya. Dengan adanya buku ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami akar permasalahan kekerasan yang terjadi pada suporter Bonek serta memberikan pandangan yang lebih holistik terhadap fenomena ini.

Bedah buku yang diselenggarakan oleh Lab Demokrasi PMP-KN, Fisipol ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengubah stigma negatif terhadap suporter Bonek. Masyarakat diharapkan dapat melihat bahwa di balik kekerasan yang sering terjadi, ada loyalitas dan solidaritas yang tinggi dari para suporter. Buku ini juga diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi dalam memahami perilaku suporter sepak bola di Indonesia.

Melalui buku "Sosiologi Bonek: Memahami Akar Kekerasan Perilaku Suporter Bonek," Nanik Setyowati ingin mengajak semua pihak untuk melihat suporter Bonek dari perspektif yang lebih luas. Tidak hanya sebagai kelompok yang kerap terlibat dalam kekerasan, tetapi juga sebagai komunitas yang memiliki kontribusi besar terhadap klub Persebaya dan sepak bola Indonesia secara keseluruhan. Loyalitas, solidaritas, dan semangat rela berkorban yang dimiliki Bonek adalah aset berharga yang perlu dihargai dan dipahami.

Dengan pendekatan yang lebih holistik, diharapkan konflik yang sering terjadi di kalangan suporter dapat diminimalkan. Buku ini tidak hanya menjadi bacaan yang informatif, tetapi juga menjadi alat untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memahami akar permasalahan sebelum memberikan penilaian. Sebuah langkah maju untuk mengubah stigma dan menciptakan iklim sepak bola yang lebih positif dan konstruktif.

Bagi para suporter Bonek, buku ini menjadi semacam cerminan diri. Mengajak mereka untuk introspeksi dan melihat kembali perjalanan panjang mereka dalam mendukung Persebaya. Sebuah ajakan untuk terus menjaga semangat positif, loyalitas, dan solidaritas yang selama ini menjadi ciri khas mereka. Dengan begitu, suporter Bonek dapat terus menjadi pendukung setia yang tidak hanya dikenal karena kekerasan, tetapi juga karena kontribusi positif mereka terhadap klub dan sepak bola Indonesia.

Dalam kesimpulannya, Raden Roro Nanik Setyowati berharap bukunya dapat menjadi jembatan pemahaman antara suporter Bonek dan masyarakat luas. Menyadarkan semua pihak bahwa di balik segala dinamika dan konflik, ada semangat juang dan cinta yang tulus terhadap klub. Sebuah semangat yang seharusnya bisa diapresiasi dan dijadikan inspirasi bagi suporter-suporter lainnya di tanah air. Dengan pemahaman yang lebih baik, mari kita bersama-sama menciptakan dunia sepak bola yang lebih baik, aman, dan menyenangkan bagi semua pihak. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore