
Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Nurhasan, buka suara mengenai wacana penutupan sejumlah program studi (prodi) yang dinilai tidak relevan
JawaPos.com - Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Nurhasan, buka suara mengenai wacana penutupan sejumlah program studi (prodi) yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan dengan kebutuhan industri.
"Mungkin masih dalam kajian ya. Prodi-prodi itu ada yang sudah link dengan industri, ada yang tidak link dengan industri," tuturnya setelah menghadiri acara wisuda di Graha Unesa Kampus Lidah Wetan, Surabaya, Rabu (29/4).
Prof. Nurhasan menilai relevansi program studi tidak semata dilihat dari serapan lulusan di dunia kerja, tetapi juga kontribusinya dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa di beragam bidang.
"Tetapi itu bagian dari persoalan-persoalan bangsa dan negara, (sehingga prodi-prodi) itu juga harus tetap dipertahankan," imbuh guru besar yang pernah menjabat sebagai Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) tersebut.
Oleh karena itu, diperlukan kajian secara mendalam oleh pihak-pihak terkait, untuk memetakan urgensi dari setiap disiplin ilmu (prodi), sebelum rencana ini benar-benar direalisasikan.
"Sehingga nampaknya masih perlu didiskusikan dan dikaji untuk mewacanakan hal itu. Itu kan baru wacana," ucap guru besar di bidang Ilmu Keolahragaan ini, sebelum meninggalkan tempat wisuda.
Sebagai informasi, wacana penutupan prodi mencuat usai pernyataan Sekjen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco di acara Universitas Udayana, Bali pada Sabtu (25/4).
Dalam acara tersebut, ia mengatakan bahwa pemerintah sedang mengevaluasi program studi yang dinilai kurang mampu menjawab tantangan industri serta mendukung target pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.
"Ada beberapa hal yang harus kami eksekusi dalam waktu tidak terlalu lama, terkait dengan prodi-prodi perlu kita pilih, kita pilah, dan kalau perlu ditutup untuk bisa meningkatkan relevansi ini," ujar Badri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
