Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juli 2024 | 00.30 WIB

Memori Manis Bek Naturalisasi Zoubairou Garba Ketika Membela Persebaya Surabaya di Era Pandemi Covid-19

Potret bek naturalisasi Zoubairou Garba ketika masih membela Persebaya Surabaya. (persebaya.id) - Image

Potret bek naturalisasi Zoubairou Garba ketika masih membela Persebaya Surabaya. (persebaya.id)

JawaPos.com — Pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dunia sepak bola. Bagi Zoubairou Garba, bek naturalisasi yang akrab disapa Papa Zou, masa pandemi kala itu menjadi kenangan manis yang penuh dengan pelajaran berharga.

Meski hanya sempat merumput tiga kali bersama Persebaya Surabaya di laga pramusim, pengalaman dan aktivitas selama masa tanpa sepak bola ini memberikan makna tersendiri bagi pemain berusia 34 tahun tersebut.

Saat pandemi melanda, kegiatan sepak bola pun terhenti. Namun, hal ini tidak membuat Papa Zou kehilangan semangat. Berkat dukungan keluarga dan kemauan kuat untuk tetap bugar, ia menemukan cara untuk tetap aktif dan menjaga kondisi fisiknya selama di rumahnya di Sukabumi.

Papa Zou mengungkapkan rutinitasnya selama masa pandemi, serta bagaimana ia memanfaatkan waktu untuk lebih dekat dengan keluarga.

"Alhamdulillah baik. Semoga semua rekan-rekan yang di Surabaya dan Bonek-Bonita juga dalam keadaan baik, sehat walafiat. Amin," ujar Papa Zou mengawali ceritanya dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.

Pandemi memberikan kesempatan baginya untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Sebuah hal yang jarang didapatkan ketika kompetisi berjalan normal.

"Saya jadi lebih dekat dengan keluarga. Lebih punya banyak waktu untuk bermain dengan anak. Jadi bisa berolahraga bersama keluarga. Karena dengan kondisi sekarang, kita harus lebih hidup sehat. Menjaga kondisi tubuh supaya tetap fit. Selain itu ikut latihan daring bersama tim," lanjutnya.

Kehidupan sehari-hari Papa Zou selama pandemi pun diwarnai dengan aktivitas menonton film kartun bersama anak-anaknya.

"Selalu temani anak-anak nonton film kartun. Kalau anak-anak sudah tidak nonton, baru saya yang nonton. Biasanya film bertema aksi," jelasnya. Kegiatan ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi momen berharga yang mempererat hubungan keluarga.

Meski banyak pemain menghabiskan waktu dengan bermain video game, Papa Zou mengaku tidak tertarik dengan aktivitas tersebut. "Saya tidak pernah main video game. Cuma lihat anak-anak saja yang main. Bahkan di handphone juga tidak ada satu pun game," ujarnya. Baginya, waktu luang lebih baik dihabiskan untuk kegiatan yang bermanfaat dan dapat meningkatkan kebugaran fisik.

Untuk menjaga kondisi fisik selama pandemi, Papa Zou melakukan berbagai latihan di rumah.

"Selain berlatih dengan tim secara daring, saya juga latihan sendiri. Kebanyakan jogging dan skipping. Saya berusaha untuk mempertahankan kebugaran dan mempertahankan kondisi fisik. Kami juga mendapat program untuk dilakukan. Saat ini sangatlah penting untuk tidak kehilangan kebugaran dan memastikan bahwa saya bisa kembali lebih baik untuk sisa musim atau memulai musim depan," paparnya.

Latihan-latihan ini tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga mempersiapkan dirinya untuk kembali tampil prima di lapangan.

Pandemi kala itu juga membawa Papa Zou untuk lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan dirinya serta keluarganya. Ia selalu mengikuti arahan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore