Manajer Timnas Indonesia U-19 Ahmed Zaki Iskandar (kanan) bersama pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri (kiri) mengamati latihan tim di Lapangan THOR Surabaya, Senin (22/7/2024. (ANTARA)
JawaPos.com - Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri enggan membahas jumlah gol yang harus dibuat timnya Ketika melawan Timor Leste pada laga pamungkas Grup A Piala AFF U-19 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa (23/7) malam, dikutip dari ANTARA.
"Jangan tanya berapa banyak golnya. Yang penting game plan kami berjalan sesuai dengan rencana. Kalau mentok, pemain harus dipandu, bagaimana mengatasi itu," ucap Indra dalam keterangannya di Surabaya.
Baca Juga: Kumpulan Link Twibbon Hari anak Nasional, Lucu-lucu untuk Dibagikan di Media Sosial
Menurut Indra, strategi yang diterapkan seharusnya memicu respon berbeda dari pemain namun kenyataannya belum terjadi.
"Karena pertandingan pertama lawan Filipina dan kedua lawan Kamboja, dengan respon yang sama tidak ada solusi, jadi harus ada respon yang berbeda. Itu yang harus kami bisa (respon berbeda) untuk memenangkan pertandingan (melawan Timor Leste)," katanya.
Indra juga memuji para pemain Timor Leste yang terus menunjukkan perkembangan positif di level Asia Tenggara.
Baca Juga: Pelatih Timnas Indonesia U-19 Sudah Siapkan Dua Senjata Rahasia Kontra Timor Leste di Piala AFF U-19
"Kalau di Asia Tenggara, Timor Leste, saya pikir mereka juga berkembang, termasuk tim-tim lain seperti Laos. Tim-tim usia muda hampir semuanya sudah merata," tutur pelatih berlisensi UEFA Pro itu.
Bahkan, lanjutnya, bakat alami tim O Sol Nascente makin terlihat, termasuk pemainnya yang merumput di Liga 1 Indonesia, Gali Frietas.
"Timor Leste berkembang dan bakat-bakat alami di Timor Leste selalu muncul yang baru-baru. Saya tahu persis yang main di PSIS, Gali Freitas, banyak pemain-pemain berbakat. Kemarin juga ada nomor 7 Luis Figo Pereira dan nomor 15 Ricardo Rorinho, banyak pemain-pemain bagusnya," kata Indra.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5 Guncang Mentawai
Indra menyiapkan dua strategi, yakni bermain tertutup dan mengincar serangan balik, atau bermain terbuka untuk mengejar kemenangan agar lolos ke semifinal.
"Satu, apakah dia melayani kami dengan pertandingan terbuka, karena dia perlu menang. Atau mereka realistis seperti Kamboja kemarin melayani Indonesia yang main bertahan," tuturnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
