Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juli 2024 | 02.08 WIB

Football Institute Kritik Komdis PSSI, Banyak Denda dan Hukuman Absurd

Football Institute merilis hasil riset soal uji kualitas liga berbasis pelanggaran disiplin dan putusan sidang Komdis PSSI. (Istimewa) - Image

Football Institute merilis hasil riset soal uji kualitas liga berbasis pelanggaran disiplin dan putusan sidang Komdis PSSI. (Istimewa)

JawaPos.com–Football Institute merilis hasil riset mereka soal uji kualitas Liga 1, Liga 2, dan Elite Pro Academy (EPA), berbasis pelanggaran disiplin dan hasil putusan Sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Berdasar riset mereka itu, Komdis PSSI mendapat sorotan.

Dalam acara rilis riset itu, Founder Football Institute Budi Setiawan didampingi Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga, pengamat Effendi Gazali, serta mantan Ketua The Jakmania Ferry Indrasjarief, dan wartawan senior Erwin Fitriansyah. Acara dihelat di Barito Mansion, Jakarta Selatan, Selasa (9/7).

Riset digelar Football Institute bersamaan selama periode Liga 1, Liga 2, dan EPA, musim 2023/24. Mereka melakukan riset sejak Juli 2023 hingga Mei 2024. Data berasal dari putusan Komdis PSSI juga data kartu kuning dan merah selama periode itu.

Riset menjabarkan dengan jelas kinerja Komdis PSSI selama musim 2023/24. Rupanya, mereka hanya cenderung memberikan satu hukuman saja.

Berdasar temuan Football Institute, tercatat selama musim 2023/24, Komdis PSSI lebih banyak memberikan hukuman denda. Di Liga 1, denda jadi hukuman yang paling sering diberikan, dengan persentase 61,47 persen.

Hal yang sama berlaku di Liga 2, dengan persentase 60 persen, serta di EPA dengan persentase 57 persen. Tidak cuma itu, Komdis PSSI juga acap memberikan hukuman yang unik.

Misal, di kompetisi Liga 2, dalam laga PSCS Cilacap dan Persekat Tegal, Komdis PSSI pernah memberikan hukuman larangan dua kali menjadi ballboy dan denda Rp 37.500.000 kepada Hexa Try Kusuma.

Kemudian, masih di Liga 2, Komdis PSSI menghukum klub PSDS Deli Serdang dengan hukuman larangan pertandingan tanpa penonton satu kali dan denda Rp 225 juta, karena kombinasi kasus rasisme yang dilakukan penonton dan lemparan botol ke dalam lapangan.

Nilai denda itu jauh lebih besar dari denda pelanggaran suporter masuk lapangan dengan angka denda Rp 15 juta dan/atau kasus pelemparan botol dari tribune ke lapangan dengan angka denda sebesar Rp 10 juta.

Terkait banyaknya sanksi denda dari Komdis PSSI, wartawan senior Erwin Fitriansyah berharap, temuan Football Institute bisa sampai ke Komdis dan jadi masukan. Sebab, hukuman denda tidak memberikan efek jera.

”Hukuman denda ini tidak efektif, ya, karena terulang terus, daripada didenda terus, karena klub itu tidak peduli baik yang paling banyak duitnya maupun semenjana. Suporternya juga tidak aware klubnya kena denda,” kata Erwin.

Founder Football Institute Budi Setiawan menyebut kinerja Komdis PSSI harus dievaluasi. Apalagi, dalam jajaran kepengurusan federasi, mereka ibarat penegak keamanan. Setara Polri di negara Indonesia.

”Ini jadi bagian evaluasi kompetisi musim lalu. Untuk Komdis, mereka itu ibaratkan Kapolri, Kepala BIN, dan Kepala Kejaksaan di PSSI. Ini bukan wajah Erick Thohir, ini wajah konsensus bersama Exco. Absurd ini,” ujar Budi dalam sesi jumpa pers.

Budi mengungkapkan, Komdis PSSI sekarang berbeda dengan kepengurusan pada 2008. Ketika itu, Komdis kerap menggelar konferensi pers selepas sidang. Sekarang, mereka tidak pernah lagi melakukan itu.

”Pada 2008 sampai 2014, Komdis selalu preskon selepas sidang, pas zaman Hinca Pandjaitan. Sekarang, per 2016 mungkin, Komdis tidak mengadakan preskon dan sidang digelar secara tertutup. Bisa digelar terbuka juga padahal,” ucap Budi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore