
Tangkapan layar pertandingan antara PS Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung di Liga 4 Jatim, di Stadion Bangkalan, Madura, Senin (5/1). (Naufal Ammar Imaduddin/Antara)
JawaPos.com–Komite Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup kepada pemain Putra Jaya Pasuruan Muh. Hilmi Gimnastiar. Dia dinilai melakukan tindakan kekerasan terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung di ajang Liga 4 Jatim.
Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur Samiadji Makin Rahmat mengatakan, sanksi berat dijatuhkan setelah melakukan pemeriksaan dan menilai perbuatannya termasuk pelanggaran serius terhadap Kode Disiplin PSSI.
”Perbuatan menendang pemain lawan yang mengakibatkan luka parah merupakan tindakan kekerasan dan pelanggaran berat, sehingga Komdis menjatuhkan hukuman tambahan berupa larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup,” kata Makin seperti dilansir dari Antara, Selasa (6/1).
Insiden tersebut, kata dia, terjadi pada pertandingan babak 32 besar Grup CC Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026 antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung. Pertandingan digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, pada Senin (5/1).
Dia menjelaskan, dalam putusan Komdis PSSI Jatim menyatakan Muh. Hilmi Gimnastiar terbukti melakukan pelanggaran pasal 48 juncto pasal 49 Kode Disiplin PSSI setelah menendang pemain Perseta 1970 Tulungagung Firman Nugraha Ardhiansyah. Korban mengalami luka parah pada bagian dada.
Selain larangan beraktivitas seumur hidup, Komdis PSSI Jatim juga menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 2,5 juta kepada pemain Putra Jaya Pasuruan tersebut sesuai ketentuan pasal 78 Kode Disiplin PSSI.
Makin menegaskan, keputusan tersebut diambil tidak hanya untuk memberikan efek jera kepada pelaku, tetapi juga sebagai pembelajaran bagi seluruh pemain agar tidak melakukan tindakan serupa di lapangan.
”Komdis berharap keputusan ini menjadi pelajaran bagi seluruh insan sepak bola Jawa Timur untuk menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan pemain,” ucap Samiadji Makin Rahmat.
Komdis PSSI Jatim juga menyatakan, terhadap putusan tersebut masih terbuka upaya banding sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku dalam Kode Disiplin PSSI. Meskipun demikian, dia berharap agar kejadian tersebut tidak terulang kembali karena hal tersebut bisa mencederai permainan fair play dalam sepak bola.
”Hukuman itu juga kami putuskan agar tidak ada pemain lainnya yang meremehkan dengan melakukan tindakan yang sama, ini sepak bola bukan bela diri,” tandas Samiadji Makin Rahmat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
