Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Juli 2024, 20.59 WIB

Dianggap Tua oleh Netizen, Ini Senjata Rahasia Jajang Mulyana yang Dirumorkan ke Persebaya Surabaya

Jajang Mulyana punya segudang pengalaman yang bisa dimanfaatkan oleh Paul Munster jika resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya. (Instagram/@j.mulyana10) - Image

Jajang Mulyana punya segudang pengalaman yang bisa dimanfaatkan oleh Paul Munster jika resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya. (Instagram/@j.mulyana10)

JawaPos.com — Rumor tentang Jajang Mulyana akan bergabung dengan Persebaya Surabaya semakin santer terdengar. Melalui kanal Instagram @persebayafans.27, para penggemar mengumumkan rumor menarik terkait pemain yang akan mengisi lini belakang Persebaya.

Jajang Mulyana, bek tengah yang musim lalu memperkuat Bali United, dikaitkan dengan Persebaya setelah klub tersebut gagal mendapatkan Rizky Ridho dari Persija Jakarta. Berikut caption yang mereka tulis:

"RUMOR! Jajang Mulyana dikaitkan dengan Persebaya. Jajang berposisi bek tengah berusia 35 tahun dan tinggi 183 cm. Jajang juga mengkode di postingannya Coach Munster, menurutmu akankah berlabuh di Persebaya?"

Netizen pun segera memberikan berbagai komentar terkait rumor ini. Beberapa di antaranya menyoroti usia Jajang yang dianggap sudah tidak muda lagi untuk ukuran pesepak bola profesional. Komentar-komentar ini mencerminkan kekhawatiran sebagian fans Persebaya mengenai potensi kontribusi Jajang bagi tim:

“Nak isok nggolek e ojok seng tuwek po'o @officialpersebaya Ben isok di gawe jangka panjang,” ujar salah seorang netizen, menyarankan agar Persebaya mencari pemain yang lebih muda untuk investasi jangka panjang.

Namun, tidak sedikit pula yang mendukung rumor ini dengan memberikan pandangan positif. Beberapa netizen berpendapat bahwa kehadiran pemain senior seperti Jajang bisa memberikan dampak signifikan, terutama dalam hal kepemimpinan dan pengalaman di lini belakang.

“Di lini belakang perlu pemain senior yang mempunyai mental leader dan pengalaman. untuk posisi libero dan stopper ga perlu muda, tp sing berpengalaman dan bisa membaca permainan lawan. contoh koyok Hummels, Nesta, Otamendi, Thiago Silva,” ujar seorang netizen lainnya, menekankan pentingnya pengalaman dan kemampuan membaca permainan lawan.

Performa Jajang Mulyana bersama Bali United musim lalu di Liga 1 cukup mentereng. Statistik menunjukkan bahwa Jajang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi timnya. Dalam total 22 pertandingan yang dimainkannya, dia memulai sebagai starter sebanyak 15 kali dengan rata-rata bermain selama 69 menit per pertandingan.

Meski tidak dikenal sebagai pemain yang sering mencetak gol, Jajang berhasil mencatatkan satu gol musim lalu. Frekuensi mencetak golnya memang rendah, dengan rata-rata satu gol setiap 1.514 menit. Namun, kontribusi Jajang tidak hanya terlihat dari jumlah gol yang dicetak, melainkan juga dari segi pertahanan dan pengaturan serangan.

Dalam aspek penyerangan, Jajang mencatatkan satu assist dan rata-rata 0.09 umpan kunci per pertandingan. Akurasi umpannya mencapai 80 persen dengan rata-rata 16 umpan akurat per pertandingan. Selain itu, Jajang juga mampu mengirimkan umpan panjang dengan akurasi sebesar 41 persen.

Dari segi pertahanan, Jajang menunjukkan performa yang solid. Dia mencatatkan rata-rata 3.3 intersep dan 5.5 pemulihan bola per pertandingan. Kemampuannya untuk membaca pergerakan lawan dan melakukan intersepsi menjadi nilai tambah yang sangat penting. Jajang juga mampu melakukan 2.4 sapuan per pertandingan, meski dia sempat melakukan 12 kesalahan yang berujung pada tembakan lawan.

Statistik lain yang juga perlu diperhatikan adalah total duel yang dimenangkannya, yakni rata-rata 2.7 per pertandingan dengan persentase 36 persen. Dalam duel udara, Jajang berhasil memenangkan 1.3 duel dengan persentase 50 persen. Meski demikian, dia juga tercatat melakukan rata-rata 1.2 pelanggaran dan mendapatkan 7 kartu kuning, 3 kartu kuning-merah, serta 3 kartu merah sepanjang musim.

Dengan catatan statistik tersebut, tidak heran jika rumor mengenai kehadiran Jajang Mulyana ke Persebaya Surabaya semakin menguat. Meski usianya sudah tidak muda lagi, pengalaman dan kemampuan Jajang dalam mengatur lini belakang dianggap bisa menjadi senjata rahasia yang berharga bagi Persebaya.

Selain itu, hubungan baik antara Jajang dengan pelatih Aji Santoso juga disebut-sebut menjadi faktor penarik. Jajang sering memberikan kode dalam postingannya di Instagram, seakan memberi sinyal bahwa dia siap untuk bergabung dengan tim yang dijuluki Green Force tersebut.

Namun, tidak semua pihak setuju dengan keputusan ini. Ada yang berpendapat bahwa Persebaya seharusnya mencari pemain yang lebih muda dan bisa dijadikan investasi jangka panjang. Mereka mengkhawatirkan bahwa pemain dengan usia di atas 30 tahun mungkin tidak bisa memberikan kontribusi maksimal dalam jangka waktu yang lama.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore