
KESAL: Justin Hubner kesal kepada pemain keturunan yang sempat menolak jadi WNI. (Instagram Justin Hubner)
JawaPos.com — Drama terkait naturalisasi pemain keturunan untuk Timnas Indonesia kembali mengemuka. Kali ini, pemain keturunan Belanda, Justin Hubner, menjadi sorotan setelah diduga menyindir pemain lain yang sebelumnya menolak menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) walau kini berubah pikiran.
Sindiran tersebut diungkapkan Hubner melalui sebuah unggahan di Instagram Story yang kini telah dihapus, namun telanjur viral di media sosial.
Dalam unggahan tersebut, Hubner menulis, "Sebelumnya tak satu pun yang mau main untuk Timnas Indonesia. Sekarang di saat kami tampil bagus dan mereka mau bergabung. Benar-benar orang yang lucu."
Meski tidak disebutkan secara langsung siapa yang menjadi sasaran sindiran Hubner, netizen berspekulasi bahwa dia mengarah pada beberapa nama yang sempat menolak tawaran PSSI untuk menjadi WNI, seperti Kevin Diks dan Mees Hilgers.
Kevin Diks dan Mees Hilgers sempat menjadi perbincangan hangat ketika mereka dikabarkan menolak tawaran dari PSSI untuk dinaturalisasi dan memperkuat Timnas Indonesia. Penolakan tersebut sempat memicu kekecewaan di kalangan penggemar sepak bola Tanah Air yang berharap bisa melihat pemain-pemain keturunan berkualitas memperkuat skuad Garuda.
Namun, unggahan Hubner tersebut malah bisa menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Pasalnya, pemain yang kini memperkuat Cerezo Osaka itu juga pernah menolak untuk menjadi WNI. Ada beberapa faktor yang diduga membuat Hubner sempat menolak naturalisasi. Salah satu kabar yang mengejutkan adalah permintaan uang yang cukup besar kepada PSSI. Hubner disebut meminta 1 juta euro atau sekitar Rp16 miliar, sebuah jumlah yang tidak bisa dipenuhi oleh PSSI.
"Jadi kita tahu bahwa pemain timnas dipanggil membela Merah Putih, dari pemain naturalisasi yang kemarin kami proses ada dua yang sudah siap bergabung dengan kita dan siap diproses lebih lanjut," kata Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga pada 17 April 2023. "Sehingga wajar kami agak terlambat di Kemensetneg karena ada satu yang masih negosiasi. Jadi, kami tidak melanjutkan untuk melakukan naturalisasi terhadap Justin Hubner karena ada permintaan pihak Justin yang tidak bisa kami penuhi," ujarnya.
Selain masalah finansial, faktor lain yang disebut membuat Hubner enggan melanjutkan proses naturalisasi adalah keputusan FIFA yang membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Pembatalan tersebut terjadi akibat banyaknya penolakan terhadap keikutsertaan Israel, yang akhirnya berdampak pada semangat beberapa pemain, termasuk Hubner, untuk melanjutkan proses naturalisasi mereka.
Namun, meski sempat tersendat, Justin Hubner akhirnya resmi menjadi WNI pada 6 Desember 2023 setelah menjalani sumpah di Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta. Keputusan Hubner untuk akhirnya bergabung dengan Timnas Indonesia mendapat sambutan hangat dari para penggemar sepak bola Tanah Air, meskipun tak sedikit yang menyindir balik bahwa Hubner sebenarnya juga pernah berada di posisi yang dia sindir.
"Bro menyindir dirinya sendiri juga sebenernya, saat pildun batal kan prosesnya dia juga sempat tersendat," tulis salah satu netizen di akun @blangkonfootball pada Jumat (14/6/2024).
Proses naturalisasi pemain keturunan memang sering kali tidak berjalan mulus. Banyak faktor yang memengaruhi keputusan seorang pemain untuk menerima atau menolak tawaran naturalisasi, termasuk karier profesional mereka di klub, harapan untuk bermain di level internasional yang lebih tinggi, serta pertimbangan finansial. Dalam kasus Justin Hubner, perubahan keputusannya untuk akhirnya menjadi WNI menunjukkan betapa kompleksnya proses ini.
PSSI sendiri terus berusaha mendatangkan pemain-pemain keturunan berkualitas untuk memperkuat Timnas Indonesia. Program naturalisasi yang dijalankan bertujuan untuk meningkatkan daya saing tim nasional di kancah internasional. Kehadiran pemain-pemain seperti Marc Klok, Ilija Spasojevic, dan Stefano Lilipaly menunjukkan bahwa pemain naturalisasi bisa memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan sepak bola Indonesia.
Namun, proses naturalisasi bukan tanpa kontroversi. Kritik sering muncul terkait komitmen dan loyalitas pemain naturalisasi, terutama jika mereka terlihat lebih mementingkan karier di klub dibanding membela negara. Unggahan Justin Hubner menjadi salah satu contoh bagaimana isu ini bisa menjadi perdebatan di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola.
Di sisi lain, keputusan Hubner untuk akhirnya bergabung dengan Timnas Indonesia patut diapresiasi. Dia telah menunjukkan bahwa meskipun ada hambatan dan keraguan di awal, komitmennya untuk membela Merah Putih tetap kuat. Langkah ini diharapkan bisa diikuti oleh pemain-pemain keturunan lainnya yang memiliki potensi untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Kerja sama antara pemain, klub, dan federasi menjadi kunci sukses dalam proses naturalisasi. PSSI perlu terus memastikan bahwa program ini dijalankan dengan transparan dan adil, tanpa mengorbankan nilai-nilai sportivitas dan nasionalisme. Pemain yang telah dinaturalisasi juga perlu menunjukkan komitmen penuh untuk membela negara dan memberikan yang terbaik di setiap pertandingan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
