
PILU: Pesan yang disampaikan oleh Bejo Sugiantoro begitu sangat mendalam dan memberikan makna lebih dari sekadar sepak bola. (Instagram Bejo Sugiantoro)
JawaPos.com — Bejo Sugiantoro, legenda Persebaya Surabaya, akhirnya mengungkapkan unek-unek terpendamnya setelah anak kandungnya, Rachmat Irianto, berhasil membawa Persib Bandung meraih gelar juara Liga 1 2023/2024.
Kemenangan itu menjadi bukti kebangkitan Rian—sapaan akrab Rachmat Irianto—setelah melalui berbagai tantangan dan kritik selama membela Green Force.
Pada Jumat, 31 Mei 2024, Persib Bandung sukses menaklukkan Madura United dalam Final Championship Series dengan agregat 6-1. Kemenangan ini mengakhiri penantian panjang Maung Bandung untuk kembali meraih gelar juara setelah 10 tahun lamanya. Di balik euforia kemenangan tersebut, terdapat kisah perjuangan dan pembuktian dari seorang Rachmat Irianto.
Rian telah menjadi pilar penting di Persib Bandung sejak bergabung pada awal musim 2022/2023. Sebelumnya, kariernya di Persebaya Surabaya tidaklah mulus. Banyak yang meragukan kemampuannya dan menuduhnya sebagai "anak titipan" atau "anak emas" karena merupakan putra dari Bejo Sugiantoro, yang juga bertugas sebagai asisten pelatih di Persebaya.
Meskipun telah menyandang ban kapten di Persebaya pada musim 2021/2022, Rian masih sering dianggap hanya mengandalkan nama besar ayahnya. Suara-suara negatif tersebut membuat Rian merasa tidak dihargai di tanah kelahirannya. Namun, dia memilih untuk tidak menyerah dan memutuskan hijrah ke Persib Bandung.
Keputusan Rian bergabung dengan Persib Bandung didasari oleh ambisi untuk membuktikan kemampuannya tanpa bayang-bayang nama besar ayahnya. Ternyata, keputusan tersebut tepat. Di Persib, Rian berhasil menunjukkan performa gemilang dan menjadi salah satu pemain kunci yang membawa Persib meraih gelar juara Liga 1 2023/2024.
Bejo Sugiantoro tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya atas pencapaian anaknya. Melalui unggahan di media sosial, Bejo mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya. Dia juga menceritakan bagaimana perjuangan Rian menghadapi berbagai kritik dan tekanan selama di Persebaya.
"Alhamdulillah akhirnya pembuktian ini berkat campur tangan ALLAH SWT @rachmatirianto. Berawal sedih, tangis, bahkan putus asa!!" tulis Bejo di akun instagram pribadinya.
Bejo mengakui bahwa Rian seakan tidak dihargai di tanah kelahirannya. Suara-suara negatif terkait "anak titipan" atau "anak emas" selalu mengarah kepada Rian yang saat itu telah menjadi kapten Persebaya. Bahkan, dia sering dianggap sebagai pemain yang hanya berlindung di balik 'ketiak' sang ayah.
"Di tempat lahirmu dan tim impian masa kecilmu, ingin berbuat baik serta ukir prestasi, tapi dibunuh karakter sebagai pemain titipan dan pemain bisa apa tanpa adanya ayah," ungkap Bejo.
Namun, Bejo selalu mendukung anaknya dan memberikan dorongan agar Rian tetap tegar dan fokus pada kariernya. Kepindahan Rian ke Persib Bandung menjadi langkah penting dalam membuktikan bahwa dia mampu berdiri sendiri dan berprestasi tanpa bayang-bayang sang ayah. Di Persib, Rian diterima dengan tangan terbuka dan dukungan penuh, baik dari tim maupun para pendukung.
"Diterima dengan tulus, tangan terbuka sebagai keluarga di kota kedua mu, akhirnya kau bungkam cibiran mereka dan hinaan itu dengan membawa tim Persib juara. ALLAHU AKBAR," tulis Bejo dengan penuh kebanggaan.
Prestasi Rian di Persib Bandung juga menjadi bukti bahwa kerja keras dan dedikasi tidak pernah mengkhianati hasil. Selama dua musim bersama Persib, Rian telah mencatatkan 54 pertandingan, 2 gol, dan 3 assist. Penampilannya yang konsisten dan kontribusinya yang signifikan membawa Persib kembali meraih kejayaan.
Bejo Sugiantoro mengungkapkan bahwa keputusan Rian untuk menerima tawaran Persib Bandung juga didukung oleh sang ibu, yang merupakan kelahiran tanah Pasundan. Doa restu dari keluarga dan dukungan dari para pendukung Persib memberikan motivasi tambahan bagi Rian untuk terus menunjukkan performa terbaiknya.
"Dan, akhirnya datang tawaran bergabung tim Persib, tanah leluhur dari mamanya @yetty.rachma tanah Pasundan berkat doa restu umi, umi, umi. Dirimu meninggalkan zona nyaman!! Berpetualang berjuang kerja keras!!" tulis Bejo.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
