Bejo Sugiantoro.pergi berlatih ke Persebaya Surabaya naik motor bersama Rachmat Irianto (Miftakhul F.S/Jawa Pos)
JawaPos.com – Ketika Persib Bandung sukses memastikan gelar juara di final leg kedua Championship Series BRI Liga 1 2023/24, kontra Madura United di Stadion Gelora Bangkalan pada Jumat (31/5) tadi malam, muncul satu nama yang menarik perhatian, yakni Rachmat Irianto.
Saat ini, Rian, sapaan akrabnya, akhirnya secara resmi bisa keluar dari bayang-bayang sang bapak, Bejo Sugiantoro. Sebab, dengan juaranya Maung Bandung membuat Rian mencatatkan diri sebagai pemain yang bisa meraih gelar juara di level klub dan Timnas Indonesia. Catatan tersebut telah melampaui sang Bapak.
Bejo Sugiantoro sendiri pernah memenangkan dua gelar Liga Indonesia bersama Persebaya Surabaya pada musim 1997 dan 2004, sementara ia belum pernah memenangkan apapun bersama Timnas Indonesia. Hal itulah yang menjadi inspirasi bagi Rian. Dengan tidak hanya mengikuti jejak sang bapak, tetapi juga mampu membuat sejarahnya sendiri.
SULIT LEPAS DARI BAYANG BAPAK
Nama Rachmat Irianto tentu identik Bejo Sugiantoro. Sebagai anak dari legenda Persebaya itu, seringkali Rian merasa sulit untuk melepaskan bayang-bayang sang bapak. Bahkan saking melekatnya, banyak yang menilai saat Irianto bermain untuk Persebaya Surabaya, tak lepas dari keberadaan Bejo Sugiantoro yang menjabat sebagai asisten pelatih.
“Orang-orang dulu liatnya Bejo Sugiantoro lebih top pada masanya, jadi waktu itu saya main di Persebaya, orang bilang bapaknya baja, anaknya aluminium. Jadi banyak yang bilang waktu itu saya main di Persebaya karena bapak saya,” cerita Rian di kanal Vidio milik Marc Klok.
Mengetahui asumsi tersbeut, Rian menekankan bahwa ia ingin melepaskan diri dari bayang-bayang Bejo yang telah membawa Persebaya meraih gelar juara, dan hijrah ke Persib Bandung.
“Karena bapak sudah malang melintang di sepak bola Indonesia. Jadi itu gak mudah bagi saya, karena ada beban tersendiri,” ujar Rian pada Klok.
BISA LAMPAUI CATATAN BEJO
Asumsi ‘Rian adalah Bejo’ yang berseliweran, justru memotivasinya untuk membangun identitasnya sendiri dan kini ia sukses melampaui pencapaian Bejo Sugiantoro dalam catatan trofi. Diketahui, Rian telah meraih gelar juara di level Timnas, sedangkan sang bapak belum.
“Saya termotivasi untuk karier saya melebihi bapak, seperti itu. Mungkin bapak belum bisa juara dengan Timnas, saya bisa juara dengan Timnas,” terang bapak dua anak itu.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
