
RINDU: Perjalanan karier sepak bola Andik Vermansah menyimpan banyak kenangan haru yang dirindukan suporter Persebaya Surabaya. (Instagram Andik Vermansah)
JawaPos.com — Andik Vermansah, bintang sepak bola Indonesia yang sempat bermain untuk Selangor FA, pernah menghadapi masa-masa sulit akibat cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang dideritanya saat berlaga di Piala AFF 2016. Cedera ini memaksa Andik untuk pulang ke kampung halamannya di Surabaya demi menjalani terapi dan pemulihan pada akhir 2016.
Namun, tak hanya karena terapi, keputusannya pulang juga dipicu oleh rasa rindu yang mendalam terhadap masakan cah kangkung buatan sang ibu. Kisah ini sarat dengan haru dan perjuangan seorang atlet yang berusaha bangkit dari cedera, serta kerinduan pada keluarga dan kampung halaman.
Awalnya, Andik merasa khawatir meninggalkan rutinitas pemulihannya di Jakarta. Namun, setelah berkonsultasi dengan dokter Syarif Alwi, dia mendapat lampu hijau untuk pulang kampung. "Dia (dr. Syarif Alwi) mengizinkan saya pulang," ujar Andik saat ditemui Jawa Pos di kediamannya dikutip dari Jawa Pos Koran Edisi 25 Desember 2016. "Dia juga merekomendasikan fisioterapis di Surabaya. Namanya Asep Aziz," jelasnya.
Dengan semangat baru, Andik memutuskan untuk pulang ke Surabaya pada Jumat, 24 Desember 2016.
Kedatangan Andik di rumah keluarganya di Surabaya menjadi kejutan besar bagi ibu dan ayahnya. Sebelumnya, mereka tidak menyangka Andik akan pulang secepat itu. "Katanya masih lima hari lagi pulangnya," ujar Jumiah, ibu kandung Andik, dengan mata berbinar.
Meskipun senang bisa berkumpul dengan anak bungsunya, Jumiah tetap mengkhawatirkan kondisi cedera Andik. "Mohon doanya, semoga cepat sembuh," imbuhnya.
Di balik alasan medis untuk pulang kampung, ada kerinduan mendalam Andik terhadap masakan ibunya. Baginya, masakan ibunya tiada duanya, terutama cah kangkung dan tempe penyet yang selalu menjadi favoritnya. "Apalagi kalau sudah masak cah kangkung dan tempe penyet. Enak banget tuh," sambung Andik dengan senyum di wajahnya.
Kehangatan keluarga dan masakan rumah menjadi obat tambahan bagi Andik di tengah proses pemulihannya.
Namun, aktivitas utama Andik di Surabaya tetap fokus pada pemulihan cederanya. Selain mendatangi fisioterapis Asep Aziz, Andik juga menjalani terapi tradisional seperti mengompres dengan es batu. Cedera ACL yang dialaminya membuat Andik belum bisa beraktivitas normal di lapangan. Kondisi kaki Andik saat itu masih sakit jika mencoba berlari, sehingga kadang membuat Andik merasa jenuh, namun dia memiliki cara tersendiri untuk mengusir kejenuhan, yaitu bermain biliar dan karaoke. "Paling main biliar sama karaoke biar tidak jenuh," ujarnya.
Kabar kepulangan Andik Vermansah juga sampai ke telinga para penggemarnya. Empat penggemar setia Andik mendatangi rumahnya di kawasan Kalijudan. Mereka sangat antusias bisa bertemu dengan idola mereka secara langsung. Andik dengan sabar meladeni permintaan tanda tangan dan foto bersama. Mohammad Syarifuddin, salah satu penggemar, mengaku sudah dua kali mendatangi rumah Andik untuk mendapatkan tanda tangannya. "Nggak punya kontaknya sih. Jadi, ya nunggu terus di sini," terang pria asal Gresik itu.
Selain Syarifuddin, ada juga sepasang ibu dan anak, Kuspini dan Pinjaka Romadhon, yang datang dari Karah. Pinjaka membawa jersey-jersey Persebaya untuk ditandatangani oleh Andik, sementara Kuspini hanya ingin melihat kondisi Andik secara langsung. "Saya menangis sewaktu melihat Andik ditandu ke luar lapangan," kata Kuspini dengan mata berkaca-kaca. Setelah itu, Kuspini mengajak Andik berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.
Di balik proses pemulihannya kala itu yang penuh tantangan, Andik Vermansah tetap berusaha menjaga semangatnya. Dukungan dari keluarga, terutama masakan ibunya, dan para penggemar yang setia, memberikan kekuatan tambahan baginya untuk melewati masa sulit ini. Kepulangan Andik Vermansah kala itu ke Surabaya bukan hanya tentang terapi cedera, tetapi juga tentang menemukan kembali kekuatan dari orang-orang terdekat yang selalu mendukungnya.
Perjalanan Andik Vermansah dalam menghadapi cedera ACL ini adalah kisah tentang keteguhan hati seorang atlet yang tidak hanya berjuang untuk kembali ke lapangan, tetapi juga tentang bagaimana dukungan keluarga dan penggemar dapat menjadi obat paling ampuh dalam proses pemulihan. Kisah haru ini mengingatkan kita semua bahwa di balik setiap bintang lapangan, ada manusia biasa yang membutuhkan cinta dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
