
TERGELINCIR: Borneo FC yang raih poin tertinggi di klasemen akhir Reguler Series Liga 1 Indonesia 2023/2024 harus puas memperebutkan tempat ketiga menghadapi Bali United FC. (Borneo FC)
JawaPos.com — Borneo FC, yang sempat menjadi juara Reguler Series Liga 1 Indonesia 2023/2024 dengan menempati puncak klasemen hingga pekan terakhir, harus menerima kenyataan pahit setelah performanya merosot tajam di Championship Series.
Tim yang digadang-gadang memiliki peluang besar untuk meraih gelar juara, kini justru harus berjuang untuk memperebutkan tempat ketiga melawan Bali United.
Melalui akun Instagram @gozipbola, keberhasilan Madura United melangkah ke final Championship Series setelah mengalahkan Borneo FC dalam dua pertandingan kandang dan tandang diumumkan dengan sebuah postingan yang menarik perhatian para penggemar sepak bola. “Assalamualaikum Final! Madura United akan bertemu Persib Bandung di Final, sedangkan Borneo akan bertemu Bali United di perebutan Juara ke-3,” tulis akun tersebut.
Postingan ini memicu berbagai reaksi dari netizen yang ikut berkomentar tentang penurunan performa Borneo FC di Championship Series.
Komentar netizen mengalir deras, menunjukkan kekecewaan dan kekesalan mereka terhadap performa Borneo FC. "Udah gol 1 kagak mau fair play... Dikasih VAR penalty... Kagak juga cukup..." tulis seorang netizen, menggambarkan kekecewaan atas keputusan-keputusan di lapangan yang dianggap tidak adil.
Sementara itu, netizen lain menyindir dengan komentar, "Piala tutup kaleng," mengacu pada trofi yang didapat Borneo FC di Reguler Series.
Penurunan performa Borneo FC di Championship Series memang mengejutkan banyak pihak. Setelah tampil gemilang di Reguler Series dan mengumpulkan poin terbanyak sepanjang musim, mereka justru tak berdaya menghadapi Madura United di semifinal. Kekalahan dua kali, baik di kandang maupun tandang dengan agregat 2-4, membuat mereka harus puas hanya berjuang untuk tempat ketiga.
Borneo FC sebelumnya mendukung penuh format Championship Series yang digunakan musim ini. Presiden Borneo FC, Nabil Husein, sempat menyatakan bahwa format ini memberikan peluang besar bagi timnya untuk meraih gelar juara. "Playoff (Championship Series) saya pikir ada plus-minus karena ada tim yang ambisi mau juara reguler," kata Nabil. "Tapi, ini menguntungkan sehingga kami bisa mencoba untuk mendapatkan peluang itu (juara Liga 1)," tambahnya penuh optimistis.
Namun, harapan dan kenyataan tidak selalu sejalan. Borneo FC, yang sempat berada di puncak klasemen reguler, harus merasakan kerasnya persaingan di Championship Series. Tim ini mengalami dua kekalahan beruntun dari Madura United, yang menghancurkan mimpi mereka untuk menjadi juara Liga 1 musim ini.
Reaksi netizen tidak hanya menunjukkan kekecewaan, tetapi juga sindiran dan ejekan. "Ayo bantu Borneo Bali biar ngerasain juara 4," ujar seorang netizen, seakan memberi semangat untuk laga perebutan tempat ketiga yang akan datang. "BORNEO KENA KARMA WKWK," sindir netizen lain, menyiratkan bahwa kegagalan ini adalah balasan atas sesuatu yang dianggap tidak fair sebelumnya.
Tidak sedikit juga yang menyoroti pelatih Borneo FC dan menyarankan pemecatannya. "Bos Nabil pasti panas dingin bos, pecat langsung dong pelatihnya, eh tapi udah dapet Piala piring kemaren," sahut seorang netizen, merujuk pada trofi minor yang pernah diraih Borneo FC.
Situasi ini menunjukkan bahwa ekspektasi tinggi dari para penggemar membuat tekanan bagi tim dan manajemen semakin besar.
Meski gagal melangkah ke final, perjuangan Borneo FC belum selesai. Mereka masih memiliki kesempatan untuk meraih tempat ketiga dalam pertandingan melawan Bali United.
Laga ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian bagi Borneo FC, tetapi juga kesempatan untuk mengakhiri musim dengan catatan positif. "Ada Derbi Samarinda rebutan juara 3," tulis seorang netizen, menantikan duel sengit antara dua tim yang akan memperebutkan posisi ketiga.
Madura United, yang berhasil melaju ke final dengan mengalahkan Borneo FC, kini akan bertemu dengan Persib Bandung. Pertandingan final leg pertama akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 26 Mei 2024. Sedangkan leg kedua akan berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan pada 31 Mei 2024.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
