
TERBURUK DI LIGA: Persebaya Surabaya catatkan tendangan ke gawang paling sedikit di antara klub Liga 1 Indonesia lainnya. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya, yang saat ini berada di posisi ke-12 klasemen sementara BRI Liga 1 2023/2024, bersiap menjalani laga kandang melawan Bali United FC di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Rabu (24/4) sore.
Meski berada di rumah, Persebaya harus menghadapi fakta bahwa mereka hanya mencatatkan 111 tendangan ke gawang, menjadi yang terburuk di Liga 1.
Pelatih Persebaya, Paul Munster, mengakui timnya baru saja melakukan pemulihan setelah beberapa kekalahan beruntun. Waktu persiapan yang mepet dan padatnya jadwal membuatnya sulit untuk melakukan taktik yang mendalam. Namun, dia terus memberikan motivasi kepada tim untuk meningkatkan mental dan fisik mereka.
"Mengingat waktu persiapan yang mepet, sulit untuk melakukan taktik yang mendalam. Tapi, saya sudah berbicara dengan para pemain untuk meningkatkan fisik dan mental agar dapat mempersiapkan pertandingan ini," kata Munster.
Pada laga melawan Bali United, Munster juga berencana untuk melakukan rotasi pemain. Ini memberi kesempatan kepada pemain baru dan menghadapi tantangan dengan cara yang segar.
“Dua laga ini sekaligus digunakan untuk melakukan penilaian terhadap pemain. Banyak pemain yang akan mendapat kesempatan bermain, kami masih harus menilai, dan untuk Robson semoga dia bisa bermain," ungkap Munster.
Namun, Munster juga menekankan pentingnya profesionalisme di antara para pemainnya. Meskipun dia selalu mendukung dan mendorong pemain, mereka juga harus memiliki karakter dan mental yang kuat untuk terus berjuang dan yakin bisa menang.
"Saya akan selalu mendukung dan mendorong para pemain, tetapi mereka harus profesional. Jadi, terserah mereka juga, apa punya karakter dan mental kuat untuk terus berjuang dan yakin bisa menang. Jika tidak, mereka tidak akan berada di sini," tegas Munster.
Dalam menyiapkan diri menghadapi Bali United, Persebaya juga harus menghadapi fakta bahwa mereka memiliki catatan tendangan ke gawang yang tergolong buruk di Liga 1. Dengan hanya mencatatkan 111 tendangan, mereka berada di posisi terbawah dalam statistik ini.
GRAFIS TENDANGAN KE GAWANG
Tendangan ke gawang adalah indikator penting dalam mengevaluasi performa sebuah tim. Semakin banyak tendangan yang dilakukan, semakin besar kemungkinan untuk mencetak gol. Namun, catatan 111 tendangan ini menunjukkan bahwa Persebaya memiliki tantangan besar dalam menghasilkan serangan yang efektif.
Di sisi lain, Bali United FC, yang akan menjadi lawan Persebaya dalam pertandingan mendatang, menunjukkan performa yang lebih baik dalam hal ini. Mereka menempati peringkat ketiga dalam statistik tendangan ke gawang dengan total 170 tendangan.
Perbedaan yang signifikan dalam jumlah tendangan ke gawang antara Persebaya dan Bali United menunjukkan kesenjangan dalam kualitas serangan kedua tim. Ini menjadi fokus yang perlu diperhatikan oleh Persebaya jika ingin menghasilkan hasil yang positif dalam pertandingan tersebut.
Selain itu, fakta bahwa Persebaya berencana untuk melakukan rotasi pemain juga menimbulkan pertanyaan tentang stabilitas tim. Meskipun rotasi pemain bisa memberikan kesempatan kepada pemain baru untuk membuktikan diri, namun juga berisiko mengganggu kohesi dan konsistensi tim.
Pertandingan melawan Bali United menjadi kesempatan bagi Persebaya untuk memperbaiki catatan tendangan ke gawang mereka. Namun, untuk mencapai hal itu, mereka perlu meningkatkan kualitas serangan mereka dan menemukan cara untuk menciptakan peluang yang lebih banyak.
