Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 April 2024 | 01.53 WIB

Kisah Nova Arianto, Pindah dari Persebaya Surabaya ke Persib Bandung karena Kedekatan Bonek dan Bobotoh

Nova Arianto saat memantau seleksi tahap pertama Timnas Indonesia U-17 di Lapangan B Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. (PSSI) - Image

Nova Arianto saat memantau seleksi tahap pertama Timnas Indonesia U-17 di Lapangan B Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. (PSSI)

JawaPos.com — Nova Arianto, seorang pemain sepak bola yang melambungkan namanya di panggung Liga Indonesia, mengukir kisah menarik dalam perjalanannya bersama Persebaya Surabaya dan Persib Bandung.

Dalam perbincangan dengan Youtube Radio PRFM 107,5 News Channel, Nova Arianto membuka lembaran masa lalunya yang sarat dengan pengalaman dan tantangan.

Perjalanan Nova Arianto dalam dunia sepak bola dimulai dengan bergabungnya dengan Persebaya Surabaya pada 1999. Sebagai salah satu tim besar dengan basis suporter yang fanatik, Persebaya telah memberikan pengalaman luar biasa bagi Nova Arianto. Bersama Bonek, Nova Arianto meraih momen-momen tak terlupakan, termasuk menjadi kekuatan utama tim pada periode 1999/2000 dan 2002-2006.

Namun, pada 2007, Nova Arianto memutuskan untuk berpindah haluan ke Persib Bandung. Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Nova Arianto menyebut bahwa selain ingin mencoba pengalaman baru di luar Persebaya, kedekatan antara suporter Persebaya (Bonek) dan Persib (Bobotoh) juga menjadi faktor penting dalam keputusannya.

"Yang pasti pengalaman yang luar biasa dalam karier saya berada di dua tim yang memiliki basis suporter sangat luar biasa, Persebaya dengan Bonek-nya, Persib dengan Bobotoh-nya. Saya cukup senang berada di dua klub tersebut," tutur Nova Arianto dikutip dari kanal Youtube Radio PRFM 107,5 News Channel.

Pada saat Nova Arianto memutuskan untuk menerima tawaran dari Persib, dia mengungkapkan bahwa hubungan baik antara Bonek dan Bobotoh membuat pemindahannya tidak menimbulkan masalah yang berarti. Meskipun Bonek sangat mengerti keputusannya, Nova Arianto tetap menghadapi tantangan besar di Persib Bandung.

"Alasan saya menerima tawaran Persib, pertama karena saya ingin mencoba pengalaman selain di Persebaya. Selain itu, kedekatan antara Bonek dan Bobotoh menjadi salah satu alasan juga pindah ke Bandung," jelas Nova Arianto.

Di Persib Bandung, Nova Arianto belum berhasil meraih gelar juara, meski telah memberikan kontribusi yang berarti bagi tim. Namun, perjalanan kariernya bukanlah tanpa prestasi. Sebelumnya, Nova Arianto telah membawa Persebaya Surabaya dan Sriwijaya FC meraih gelar juara, mengukir namanya dalam sejarah dua tim tersebut.

“Bahkan, satu tahun sebelumnya, saya pernah ditawari Persib Bandung tapi karena saat itu Persebaya masih berada di Divisi satu dan saya punya keinginan membawa ke Divisi Utama. Setelah itu, baru mencari pengalaman di luar Persebaya," tambah Nova.

Namun, tantangan di lapangan tidak selalu mudah. Nova Arianto mengakui bahwa menghadapi pemain asing, terutama striker merupakan hal yang sulit. Namun, hal itu juga menjadi bagian dari pesona dan tantangan dalam dunia sepak bola yang dihadapi oleh pemain-pemain Indonesia.

"Hampir rata-rata pemain asing di Indonesia cukup baik, tapi saya lihat waktu itu Cristian Gonzales yang sangat sulit karena selain licik, dia pintar, termasuk Franco Hita," ucap Nova Arianto.

Setelah mengakhiri kariernya sebagai pemain, Nova Arianto tidak berhenti berkontribusi dalam dunia sepak bola. Dia kembali ke Bandung, namun kali ini sebagai bagian dari Pelita Bandung Raya (PBR). Di sinilah Nova Arianto mulai meniti karier sebagai seorang pelatih, dengan mengejar lisensi pelatih dari AFC.

"Karier terakhir saya di PBR, hampir tiga tahun di PBR, pertama saat ditangani Simon Mc'Menemy, lalu Dejan Antonic yang melanjutkan Simon. Selama di PBR, saya sempat mengikuti pelatihan lisensi C AFC untuk modal saya jadi pelatih, satu tahun kemudian ambil lisensi B selanjutnya ambil lisensi A AFC," tutur Nova Arianto.

Kini, Nova Arianto telah dipercaya menjadi asisten pelatih tim nasional Indonesia di bawah arahan Shin Tae-yong. Bersama Shin Tae-yong, Nova Arianto terus menggali pengetahuan dan pengalaman baru dalam dunia pelatihan. Meski demikian, dia tetap memiliki ambisi dan target pribadi, termasuk menjadi pelatih tim Liga 1, bahkan klub dari luar negeri.

"Sebagai pelatih pasti saya punya target, target pribadi bagaimana saya dan seperti apa nanti. Harapannya saya ingin melatih di luar, walaupun tidak menutup kemungkinan Liga 1. Lihat saja ke depan seperti apa," cetus Nova Arianto.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore