Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 April 2024 | 21.47 WIB

Kisah Gatot Indra, Redup di Persebaya, Juara bersama Petrokimia, dan Kini Kerja Tukang Kayu

Gatot Indra saat membela Persebaya Surabaya - Image

Gatot Indra saat membela Persebaya Surabaya

Gatot Indra didatangkan dari klub besar, Persib Bandung. Tapi di Persebaya, dia tampil jeblok dan hanya semusim kemudian dilego.

Sidiq Prasetyo, Mojokerto

"Sekarang saya jadi tukang kayu di daerah by pass Krian." Sebuah perkataan yang cukup mengejutkan. Ini karena terlontar dari seorang Gatot Indra. Sosok yang sebenarnya sempat diharapkan menjadi mesin gol bagi Persebaya di musim 1998/1999.

Apalagi, nama Gatot juga masuk dalam sejarah sepak bola Indonesia ketika membawa Petrokimia Putra Gresik menjadi juara kasta tertinggi di sepak bola Indonesia 2002. Ya, di dekade 1990-an, nama Gatot merupakan pemain depan yang disegani di sepak bola Indonesia.

Bahkan lelaki kelahiran 1969 ini pernah menjadi incaran banyak klub papan atas Indonesia. "Saya pernah membela Persib Bandung di musim 1997/1998. Kerusuhan Mei membuat kompetisi dihentikan," ungkap Gatot kepada JawaPos.com.

Ketika itu, Gatot didatangkan Maung Bandung, julukan Persib, dari Persiba Balikpapan. Di musim sebelumnya, 1996/1997, nama lelaki asal Trowulan, Kabupaten Mojokerto, ini masuk daftar pencetak gol terbanyak Divisi Utama dengan koleksi 15 gol.

Gatot Indra bersama Sutiono Lamso saat di Persib Bandung

"Saya di Persiba 1995-1997. Nelongso (merana) kalau diceritakan , panjang he he he," jelas Gatot.

Ketika di Bandung, sebenarnya kehidupan masa depannya sudah mulai tertata. Oleh pengurus Persib, Gatot dimasukan sebagai karyawan di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bandung.

"Hanya belum tetap. Saya satu kantor dengan Yadi Mulyadi (salah satu legenda Persib)," papar Gatot.

Hanya,ketika itu, dia mengaku tidak kerasan. Gatot pun sudah berniat pindah.

"Awalnya bukan ke Persebaya. Saya sudah janjian dengan pengurus Petro (Petrokimia Gresik) untuk gabung ke sana," lanjut Gatot.

Namun, ketika hendak berangkat ke Gresik, dia didatangi Eri Irianto, almarhum, gelandang Persebaya.

"Almarhum Eri datang ke rumah saya. Dia disuruh pengurus Persebaya mengajak saya gabung ke Persebaya dan nggak bisa ngomong," kata Gatot.

Mereka berangkat bersama ke Surabaya. Pihak Petro, jelas Gatot, marah mengetahui hal itu.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore