Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 April 2024 | 19.20 WIB

Kisah Unik Rachmat Irianto, Mantan Pemain Persebaya Surabaya Deg-degan Sidang Skripsi di UNESA

BERPRESTASI: Selain jago di lapangan, Rachmat Irianto juga jago di bidang akademik dengan menyelesaikan pendidikan S1 di UNESA. (www.unesa.ac.id) - Image

BERPRESTASI: Selain jago di lapangan, Rachmat Irianto juga jago di bidang akademik dengan menyelesaikan pendidikan S1 di UNESA. (www.unesa.ac.id)

JawaPos.com — Rachmat Irianto, nama yang tidak asing di dunia sepak bola Indonesia, tahun lalu menorehkan sebuah kisah yang unik dan menginspirasi.

Mantan penggawa Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia ini tidak hanya berjuang di lapangan, tetapi juga di ruang sidang universitas. Dia berhasil menyelesaikan sidang skripsi S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dengan lancar, meskipun dihadapkan pada ujian dari empat penguji yang tidak main-main.

Pada Selasa, 18 April 2023, Rachmat Irianto mempertahankan skripsinya di hadapan Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., serta tiga penguji lainnya, Prof. (HC) Dr. Zainudin Amali, S.E., M.Si., Dekan FIKK Dr. Dwi Cahyo Kartiko, M.Kes., dan Koordinator Prodi PJKR Mochammad Ridwan, S.Pd., M.Pd. Sidang tersebut dilangsungkan di Ruang Sidang, Gedung U4, FIKK, Kampus Lidah Wetan UNESA.

Rian, sapaan akrab Rachmat Irianto, mengangkat topik skripsinya tentang profil atlet sepak bola dalam proses pencapaian prestasi. Selama sidang, dia diuji oleh para penguji tentang dinamika dunia sepak bola, termasuk perubahan posisi pemain di lapangan dan strategi pencapaian prestasi di dunia sepak bola.

Zainudin Amali, salah satu penguji, menyoroti peran Rian sebagai atlet sepak bola dan bagaimana perubahan posisi pemain di lapangan memengaruhi dinamika tim. Sebagai seorang yang berpengalaman dalam dunia sepak bola, Zainudin Amali menanyakan berbagai aspek strategi yang digunakan oleh Rian untuk mencapai prestasi di lapangan.

Sementara itu, Cak Hasan, sapaan akrab Rektor UNESA, lebih fokus pada strategi pencapaian prestasi Rian di dunia sepak bola dan rencana kariernya setelah lulus dari UNESA. Dia memberikan apresiasi atas kontribusi Rian dalam dunia sepak bola Indonesia dan menawarkan beasiswa lanjut studi (S2) di UNESA sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya.

Rian sendiri mengakui bahwa menghadapi sidang skripsi seperti berlaga di atas lapangan. Namun, dengan ketenangan dan kesiapan yang matang, dia berhasil menjawab semua pertanyaan dari para penguji dengan baik. Proses pengerjaan skripsi sendiri memakan waktu berbulan-bulan, mengingat dia harus fokus pada latihan sepak bola.

Setelah sidang, Rian menerima tawaran beasiswa S2 di UNESA dengan penuh rasa syukur. Dia berencana memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan diri lebih lanjut baik sebagai seorang pemain sepak bola profesional maupun sebagai seorang akademisi di dunia olahraga.

"Tidak hanya S2, tetapi juga S3 di sini, kami siapkan beasiswa. Tugas Rian hanyalah fokus latihan dan latihan saja. Terkait pendidikan itu kami sudah siapkan formatnya yang berbeda dari sistem reguler. Istilahnya ada sistem rekognisi yang dikaitkan dengan sejumlah mata kuliah," ucap Cak Hasan dikutip dari laman resmi UNESA.

"Kemarin ada atlet renang dan mendapat delapan medali di PON itu juga kami berikan beasiswa S2 di FIKK, bahkan kami siapkan kursi untuk menjadi dosen atau pendidik bahkan pelatih di UNESA. Cabang apapun, bagi mereka yang berprestasi kami akan dukung sepenuhnya," imbuh Cak Hasan.

Menurutnya, pendidikan sangat penting bagi seorang atlet, karena karier sebagai pemain sepak bola tidak selamanya abadi. Dengan pendidikan yang baik, seorang atlet dapat memiliki peluang karier yang lebih luas dan memberikan kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat.

"Kita tidak ingin kemampuan atlet ini habis setelah masa latihan atau pengabdian mereka selesai di klub misalnya. Nah, kita ingin kemampuan dan keterampilan mereka itu terwarisi ke generasi atau anak-anak muda lainnya bisa lewat sebagai pelatih atau dosen. Itu yang kita harapkan dan tentu ini harus by design kita bersama," pungkas Cak Hasan.

Dengan berhasilnya Rian dalam sidang skripsinya, dia tidak hanya membuktikan kemampuannya sebagai seorang atlet yang berprestasi, tetapi juga sebagai seorang akademisi yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pendidikan. Kisah unik Rachmat Irianto ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, bahwa dengan kerja keras dan ketekunan, segala hal yang diimpikan dapat tercapai, baik di lapangan maupun di ruang kelas universitas.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore