Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 April 2024 | 22.23 WIB

Mengungkap Inspirasi di Balik Kesuksesan, Kisah Muhammad Hidayat dan Sosok Idolanya

PUNYA IDOLA: Muhammad Hidayat punya idola yang dijadikannya panutan dalam kariernya selama memperkuat Persebaya Surabaya. (Instagram Muhammad Hidayat) - Image

PUNYA IDOLA: Muhammad Hidayat punya idola yang dijadikannya panutan dalam kariernya selama memperkuat Persebaya Surabaya. (Instagram Muhammad Hidayat)

JawaPos.com — Sebagian besar pemain sepak bola memiliki sosok idola yang menjadi sumber inspirasi bagi mereka. Bagi Muhammad Hidayat, gelandang andalan Persebaya Surabaya, dua sosok yang menjadi anutannya adalah Fakhri Husaini dan Ponaryo Astaman.

Dalam perjalanan kariernya, keduanya memberikan pengaruh besar yang membentuk jalan kesuksesannya.

Fakhri Husaini, pelatih yang telah membawa timnas Indonesia U-16 meraih gelar juara Piala AFF, menjadi salah satu idola utama bagi Muhammad Hidayat. Hubungan keduanya tak sekadar sebatas penggemar dan idola, tapi juga melibatkan pelatihan langsung saat Hidayat masih bermain di SSB Mulawarman yang diasuh oleh Fakhri.

"Saya termasuk mengidolakan Coach Fakhri Husaini, sangat mengidolakan dengan prestasi beliau. Apalagi, saya pernah dilatih beliau saat di SSB," ungkap Hidayat.

Pengalamannya di SSB Mulawarman yang dipimpin langsung oleh Fakhri menjadi titik awal perjalanan kariernya dalam dunia sepak bola. Dari sana, dia terus menapaki jalan menuju Persebaya Surabaya dengan semangat dan tekad yang besar.

"Saya dulu mengawali masuk dunia sepak bola di SSB Mulawarman yang dilatih langsung oleh Coach Fakhri. Dari sana awal perjalanan saya memasuki dunia sepak bola, hingga akhirnya menjadi bagian Persebaya," imbuhnya.

Kisah inspiratif lainnya datang dari Ponaryo Astaman, gelandang legendaris timnas Indonesia. Bagi Hidayat, Ponaryo bukan hanya sekadar idola, tetapi juga menjadi teladan dalam posisi gelandang bertahan. Dari permainannya, Hidayat banyak belajar teknik dan strategi yang menjadi kunci keberhasilan dalam lapangan.

"Kalau bang Ponaryo karena posisi saya kebetulan sama dengan bang Ponaryo. Menurut saya dia contoh bagus gelandang lokal," ungkap Hidayat.

Dia mengikuti jejak Ponaryo dan belajar banyak dari cara bermainnya sebagai gelandang bertahan. Keberhasilan Ponaryo di level klub dan timnas menjadi motivasi besar bagi Hidayat untuk mengejar kesuksesan serupa.

"Saya sering belajar cara bermain bang Ponaryo di posisinya sebagai gelandang bertahan, saya juga beberapa kali mengikuti cara bermainnya," sambungnya.

Dari kedua idola yang mempengaruhi Hidayat, tergambar betapa pentingnya memiliki panutan dalam mencapai kesuksesan. Baik Fakhri Husaini maupun Ponaryo Astaman, keduanya memberikan kontribusi besar dalam membentuk karakter dan kemampuan Hidayat sebagai seorang pemain sepak bola.

Dengan semangat dan tekad yang kuat, Hidayat bertekad untuk terus menorehkan prestasi dan mengukir namanya dalam dunia sepak bola Indonesia.

Dari cerita inspiratif ini, kita belajar bahwa di balik setiap kesuksesan ada sosok-sosok yang memberikan dorongan dan motivasi. Bagi Muhammad Hidayat, Fakhri Husaini dan Ponaryo Astaman bukan hanya sekadar idola, tetapi juga menjadi pilar dalam perjalanan kariernya.

Dengan mengikuti jejak mereka dan menyerap ilmu serta semangat juang yang mereka miliki, Hidayat membuktikan bahwa mimpi besar dapat tercapai melalui kerja keras dan ketekunan.

Daftar Karier Perjalanan Muhammad Hidayat berdasarkan data Transfermarkt:

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore