Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 April 2024 | 19.45 WIB

Menelusuri Lorong Waktu Menilik Penggawa PSM Makassar yang Mengukir Sejarah Gemilang di Timnas Era 1950-an

MENELUSURI SEJARAH: Aksi Ramang dan timnas Indonesia melawan Uni Soviet di Olimpiade 1956. (FIFA) - Image

MENELUSURI SEJARAH: Aksi Ramang dan timnas Indonesia melawan Uni Soviet di Olimpiade 1956. (FIFA)

JawaPos.com — Dalam sejarah panjang sepak bola Indonesia, era 1950-an menjadi periode penting yang melahirkan sejumlah legenda. Di antara gemerlapnya panggung pertandingan, nama-nama pemain dari PSM Makassar menorehkan catatan gemilang sebagai bagian integral dari perjalanan awal Timnas Indonesia.

Mereka tidak hanya membawa harum nama Juku Eja, tetapi juga memberikan sumbangsih yang tak terlupakan dalam merintis jejak kebanggaan sepak bola Indonesia.

Ketika Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) masih dalam tahap merintis Timnas pada tahun-tahun awal pasca kemerdekaan, PSM Makassar telah menjadi salah satu sumber kekuatan utama. Di bawah arahan pelatih Choo Seng Quee, para pemain terbaik dari tim ini dipanggil untuk mengisi skuad Timnas Indonesia. Dari kejauhan timur Indonesia, Juku Eja sebutan PSM Makassar yang membawa talenta-talenta berbakat yang mampu bersaing di panggung nasional dan internasional.

Maulwi Saelan, seorang kiper ulung, menjadi salah satu pilar utama Timnas Indonesia pada era tersebut. Di Asian Games New Delhi 1951, Choo Seng Quee mempercayakan posisi penjaga gawang kepada Maulwi Saelan. Meskipun hasilnya tidak memuaskan, namun kepemimpinan alami dan kemampuan Maulwi Saelan dalam mengamankan sektor pertahanan Timnas menjadi sorotan. Kiprahnya tidak hanya terbatas pada lapangan, tetapi juga sebagai pemimpin di antara rekan-rekannya.

Bergeser ke lini depan, Ramang menjadi sosok yang tak terlupakan dalam sejarah Timnas Indonesia. Meskipun pada awalnya tidak dipanggil untuk Asian Games 1951, namun Ramang segera memperlihatkan kebolehannya dalam ajang tur ke Asia Timur pada 1953.

Dalam tujuh pertandingan, Ramang mencetak 16 gol, menunjukkan ketajamannya sebagai juru gedor Timnas Indonesia. Di bawah arahan Antun Pogacnik, Ramang terus menunjukkan performa impresifnya, khususnya di Asian Games Manila 1954 dengan menyumbangkan 4 gol bagi Timnas Indonesia.

Namun, perjalanan Maulwi Saelan dan Ramang bersama Timnas Indonesia tidak selalu berjalan mulus. Meskipun keduanya tampil bersama dalam beberapa kesempatan, seperti pada Olimpiade Melbourne 1956, namun tantangan dan rintangan selalu menghadang. Maulwi Saelan bahkan mengalami kegagalan terpilih dalam skuad Asian Games Manila 1954 karena performanya yang kurang memuaskan selama pemusatan latihan. Namun, hal ini tidak meruntuhkan semangatnya untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik.

Keberhasilan yang paling mencolok dari perjalanan Maulwi Saelan dan Ramang bersama Timnas Indonesia adalah saat mereka berhasil menahan imbang Uni Soviet di Olimpiade Melbourne 1956. Meskipun pada laga ulangan kedua Timnas Indonesia kalah, namun pencapaian menahan imbang tim raksasa Eropa tersebut menjadi prestasi yang gemilang bagi sepak bola Indonesia.

"Indonesia menggunakan (taktik) tirai besinya sendiri, sepuluh pemain turun ke area penalti dan satu striker (Ramang) di lini depan saat Soviet menguasai bola. Taktik itu berhasil, karena mereka menahan imbang tim favorit tanpa gol," dikutip dari laman resmi FIFA.com.

Selain Maulwi Saelan dan Ramang, beberapa penggawa PSM Makassar lain juga turut meramaikan panggung Timnas pada era 1950-an. Di antaranya adalah Sunardi "Sunar" Arland, Makmur Chaeruddin, dan beberapa lainnya. Meskipun mungkin namanya tidak segemerlap Maulwi Saelan dan Ramang, namun sumbangsih mereka tidak bisa dianggap enteng dalam perjalanan Timnas Indonesia.

Dari catatan gemilang ini, kita bisa melihat betapa pentingnya peran PSM Makassar dalam merintis jejak kebanggaan Timnas Indonesia. Mereka tidak hanya membawa talenta-talenta berbakat, tetapi juga semangat juang yang luar biasa dalam mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Maulwi Saelan, Ramang, dan para penggawa PSM Makassar lainnya menjadi pahlawan bagi sepak bola Indonesia, memberikan inspirasi bagi generasi-generasi berikutnya untuk terus berjuang dan mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.

Sebagai bagian dari sejarah panjang sepak bola Indonesia, kisah gemilang para penggawa PSM Makassar di Timnas era 1950-an menjadi sumber inspirasi dan kebanggaan bagi bangsa. Mereka tidak hanya membuktikan keunggulan individual, tetapi juga semangat tim yang kuat dan dedikasi yang tinggi dalam mewakili Indonesia di kancah internasional. Dengan mengenang perjalanan mereka, kita diingatkan akan pentingnya semangat juang dan kesetiaan terhadap tanah air dalam meraih prestasi yang gemilang.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore