
MATI-MATIAN: Bhayangkara FC akan mati-matian saat dijamu Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, malam ini. (Badan Liga Indonesia)
JawaPos.com – Persib Bandung lebih diunggulkan saat menghadapi Bhayangkara FC pada pertandingan pekan ke-30 BRI Liga 1 2023/2024. Persib kini berada di posisi dua klasemen, melawan Bhayangkara FC yang terseok-seok di zona degradasi. Laga akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (28/3) malam.
Pelatih Persib Bojan Hodak optimistis Bhayangkara FC akan degradasi musim ini. Hodak melihat The Guardian dalam keadaan sulit untuk mengejar ketinggalan poin dari tim-tim di tempat aman dengan jumlah sisa pertandingan yang ada.
“Bhayangkara ada di posisi kedua terbawah, mungkin mereka akan degradasi karena saya yakin tim lain di papan bawah akan mendapatkan beberapa poin. Bhayangkara kecil kemungkinan untuk bertahan,” kata Bojan Hodak.
Hodak melihat sisi Bhayangkara FC itu akan membuat mereka tampil lepas tanpa tekanan. Menghadapi tim yang sudah lepas dari tekanan akan jauh lebih berbahaya. Persib mewaspadai hal itu agar mereka tak kehilangan poin di kandang sendiri.
“Karena itu, mereka tidak akan mendapatkan tekanan. Saya yakin ini akan jadi laga yang sulit. Menghadapi tim seperti ini selalu jadi yang paling berbahaya. Mereka bisa bermain nothing to lose, ini tentunya yang akan menyulitkan,” ujar Hodak.
Kualitas individu pemain yang dimiliki The Guardian juga cukup bagus. Ada nama Radja Nainggolan di lini tengah, Anderson Salles di belakang, dan Dendy Sulistyawan serta Junior Brandao di lini penyerangan. “Mereka juga memiliki pemain yang bagus, secara individual mereka tim yang bagus,” sebut pelatih asal Kroasia ini.
Sementara The Guardian diibaratkan akan menlakoni laga hidup mati di markas Persib. Dengan baru mengoleksi 19 angka dari 29 laga, Bhayangkara terpaut 12 poin dari tiga tim di atas seperti Arema FC, PSS Sleman, Persita Tangerang yang sama-sama telah mengumpulkan 31 angka.
Namun, kabar yang beredar Persib kemungkinan tidak bisa memainkan beberapa pemain inti mereka. Kabar yang beredar Maung Bandung akan tampil setidaknya tanpa pemain utama, seperti Mark Klok dan Dedi Kusnandar yang absen karena terkena akumulasi kartu kuning.
Mendengar kabar tersebut, Emral Abus selaku pelatih sementara Bhayangkara tidak melihat itu sebagai sebuah keuntungan bagi The Guardian. Alasannya adalah Maung Bandung adalah satu satu klub dengan kedalaman skuad yang sangat baik.
“Antara pemain inti dengan pemain cadangan punya kualitas yang hampir merata. Mudahan-mudahan mereka menganggap enteng Bhayangkara dan hal itu bisa kami jadikan sebagai kesempatan. Jadi, tidak ada yang tidak mungkin untuk pertandingan nanti,” papar Emral.
Keyakinan untuk bisa membawa pulang angka maksimal juga disampaikan striker Bhayangkara, Dendy Sulystiawan. “Yang pasti kami semua pemain punya komitmen yang sama untuk bisa menyelesaikan sisa pertandingan dengan kemenangan. Saat bertemu Persib yang menjadi salah satu klub kuat di Liga 1 musim ini menjadi motivasi kami untuk bisa memenangkan pertandingan,” tegasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
